Close
Close Language Selection
Health Articles

Langkah Pasti Demi Buah Hati

Senin, 05 Jul 2021
Langkah Pasti Demi Buah Hati

Memiliki buah hati mungkin menjadi salah satu impian pasangan suami istri. Namun, kadang tidak semua dapat berjalan sesuai rencana.

Pasangan yang telah menikah satu tahun dan berhubungan teratur tanpa alat kontrasepsi tapi belum juga dikaruniai keturunan dapat diindikasikan mengalami masalah kesuburan atau infertilitas. Oleh karenanya, ketika persoalan ini mulai menghantui Anda dan pasangan, tidak ada salahnya untuk segera melakukan pemeriksaan kesuburan.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan ini sangat penting untuk mengevaluasi dan memastikan ada-tidaknya gangguan kesuburan. Pemeriksaan ini tidak hanya dilakukan pada wanita (istri) selaku pemilik rahim, tapi juga harus melibatkan pasangannya (suami). Dari hasil pemeriksaan inilah dokter akan dapat menentukan terapi dan penanganan kesuburan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasangan.

Adapun pemeriksaan fertilitas pada wanita terdiri dari:

  1. Pemeriksaan darah
    Guna mengetahui adanya ovulasi pada wanita, selain dari riwayat siklus menstruasinya, tes darah berupa tes hormon progesteron dapat dilakukan pada hari tertentu dalam siklus menstruasinya pasien. Tes hormon lainnya juga dapat dilakukan untuk melihat beberapa kandungan dalam darah, seperti Lutenizing Hormone/LH, Follicle Stimulating Hormone/FSH, prolaktin, dan estradiol yang juga berperan dalam proses reproduksi.
  2. Pemeriksaan ultrasonografi (USG)
    Pemeriksaan dengan USG dapat menentukan ada atau-tidaknya kelainan uterus (rahim), saluran telur, serta ovarium (indung telur). Salah satu hal yang sering ditemukan pada pemeriksaan USG adalah kista ovarium.
  3. Histerosalpingografi (HSG)
    HSG dilakukan untuk mengevaluasi kondisi rongga rahim dan saluran telur. Pemeriksaan ini dapat mengungkapkan sejumlah kondisi, seperti penyumbatan saluran telur, pembengkakan saluran telur, ataupun kelainan bentuk rahim.
  4. Histeroskopi
    Proses histeroskopi menggunakan tabung fleksibel panjang (hysteroscope), yang melewati leher rahim untuk mencapai ke dalam rongga rahim. Metode ini digunakan apabila didapatkan kecurigaan abnormalitas dalam rongga rahim dari hasil HSG ataupun USG, seperti mioma, polip, atau jaringan parut dalam rahim.
  5. Laparoskopi
    Laparoskopi hanya dilakukan apabila pemeriksaan sebelumnya menunjukkan kecurigaan kelainan pada organ tertentu atau jika penyebab gangguan kesuburan tidak dapat ditemukan. Masalah yang paling umum yang dapat diidentifikasi dengan laparoskopi adalah endometriosis, serta penyumbatan atau penyimpangan pada saluran tuba dan rahim.

Di sisi lain, pemeriksaan fertilitas pada pria umumnya meliputi:

  1. Pemeriksaan fisik
    Pemeriksaan fisik lengkap diperlukan jika memang tidak ada kondisi medis yang muncul. Struktur yang dievaluasi meliputi penis, skrotum, testis, epididimis, spermatic cord, vas deferens, prostat, vesika seminalis, dan kelenjar Cowper’s.
  2. Analisis sperma
    Analisis sperma merupakan pemeriksaan utama fertilitas pria untuk mengukur keberadaan gangguan produksi sperma atau kualitas sperma yang menyebabkan gangguan kesuburan. Parameter utama yang dilihat adalah konsentrasi, pergerakan (motilitas) sperma, dan morfologi sperma, selain dari parameter lainnya.
  3. Pemeriksaan darah
    Pemeriksaan darah dilakukan dengan mengukur kadar FSH dan testosteron dalam darah. Pada pria, FSH berperan dalam spermatogenesis (pembentukan sperma). Testosteron berperan dalam spermatogenesis dan stimulasi libido.
  4. Pencitraan
    Pencitraan USG dapat digunakan untuk menemukan gejala gangguan kesuburan secara lebih mendalam. Bagi pria, USG testis/buah zakar dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan kongenital dan kelainan obstruktif yang menghambat transportasi sperma. USG testis merupakan pemeriksaan non-invasif awal. Pemeriksaan ini kerap dilakukan bersamaan dengan analisis sperma dan digunakan untuk mengetahui kelainan sistem reproduksi pria termasuk testis dan struktur ekstratestikuler seperti epididimis.
  5. Pemeriksaan genetik
    Pengujian genetik dapat dilakukan pada pria yang spermanya kurang serta tidak menunjukkan bukti adanya penyumbatan. Pengujian genetik dapat membantu mengidentifikasi fragmentasi DNA, kerusakan kromosom, atau kemungkinan penyakit genetik yang dapat diwariskan kepada keturunan nantinya.

Semua pemeriksaan gangguan kesuburan dapat dilakukan di RS Pondok Indah IVF Centre. Klinik ini juga memberikan layanan penunjang program kehamilan, antara lain: layanan konsultasi dokter spesialis andrologi, dokter spesialis bedah urologi dengan kompetensi fertilitas, hingga layanan akupunktur yang mendukung penanganan gangguan kesuburan Anda dan pasangan. Fasilitas klinik yang lengkap memungkinkan semua pemeriksaan dan tindakan yang diperlukan dapat dilakukan di satu lokasi yang sama.

dr. Shanty Olivia Jasirwan, Sp.OG-KFER

Spesialis Kebidanan & Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi & Reproduksi
RS Pondok Indah - Pondok Indah
RS Pondok Indah - Puri Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Kamis, 02 Agu 2018

ASI, Makanan Ajaib Si Kecil

Read More
Health Articles Rabu, 23 Okt 2019

Deteksi & Cegah Osteoporosis

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor