Screening Payudara Menyelamatkan Anda

Kamis, 06 Oktober 2016

RSPI Facebook linkRSPI twitter linkRSPI Linkedin link
RSPI link

Screening Payudara Menyelamatkan Anda

Kanker atau keganasan payudara adalah salah satu momok pada kaum perempuan. Umumnya keganasan payudara timbul dari sel-sel kantong kelenjar susu dan saluran air susu. Berkat kemajuan teknologi saat ini dalam hal pencitraan (imaging) pada payudara, kita bisa mendeteksi kemungkinan adanya kanker sedini mungkin.

Pemeriksaan imaging payudara dibagi menjadi dua bagian. Pertama, untuk tujuan screening (pada pasien yang tidak memiliki keluhan), dan kedua untuk diagnostik (jika ada keluhan/temuan klinis). Tujuan screening adalah deteksi awal adanya kelainan, terutama keganasan, yang mungkin belum menimbulkan keluhan. Pemeriksaan pencitraan payudara, antara lain:

  1. Mamografi adalah pemeriksaan dengan sinar-X dan punya peranan yang besar dalam deteksi kanker. Dokter radiologi akan memeriksa hasil mamografi (mamogram), terutama untuk mencari tanda-tanda yang bisa terkait dengan keganasan, misalnya gambaran kalsifikasi kecil yang mencurigakan, area yang tidak simetris atau dengan distorsi jaringan sekitarnya, dan sebagainya. Mamografi mampu mendeteksi mikrokalsifikasi yang dapat ditimbulkan oleh kanker yang belum membentuk benjolan atau menimbulkan keluhan; yang artinya sedini mungkin keganasan bisa ditemukan. Setelah menganalisis, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan lainnya sebagai tambahan.
  2. 3D Sonomammogram atau Automated Breast Volume Scanner (ABVS) merupakan pemeriksaan dengan gelombang suara. USG membantu melihat apakah suatu benjolan payudara yang dikeluhkan pasien atau dideteksi oleh dokter saat pemeriksaan fisik berisi cairan (kista) atau tumor yang padat. USG umum pula dilakukan pada pasien yang mamogramnya menunjukkan jaringan payudara yang sangat tebal. Namun, USG sulit mendeteksi adanya kalsifikasi kecil yang kemungkinan merupakan tanda awal kanker payudara. Pemeriksaan dengan 3D Sonomammogram merupakan teknologi terbaru dalam ultrasonografi terotomatisasi. Dibandingkan dengan USG yang konvensional, 3D Sonomammogram memiliki kelebihan sensitivitas yang lebih tinggi dan dapat dibuat gambar tiga dimensi.
  3. Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah pemeriksaan dengan gelombang magnet. Dalam pemeriksaan payudara, umumnya MRI dilakukan dengan pemberian bahan kontras yang disuntikkan ke pembuluh darah. MRI biasanya sebagai pelengkap setelah ditemukan kelainan pada mamografi dan USG. Untuk kepentingan screening pemeriksaan yang lebih sensitif ini dapat dilakukan pada wanita dengan risiko tinggi terkena keganasan payudara, antara lain memiliki keluarga dekat pengidap kanker payudara, antara lain yang memiliki keluarga dekat pengidap kanker payudara (ibu, saudari, dan atau anak), riwayat radioterapi di daerah dada saat usia muda atau mempunya perubahan gen/sindrom tertentu.

Tiap pemeriksaan imaging memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, karena itu mereka saling melengkapi. Data-data riset ilmiah yang ada telah menunjukkan bukti yang kuat bahwa screening telah menyelamatkan banyak perempuan. Rekomendasi dari berbagai perhimpunan ahli dalam kanker payudara menyatakan bahwa setiap perempuan harus mulai screening dengan pencitraan payudara yang rutin setiap tahun sejak usia 40 tahun. Diskusikan dengan dokter Anda mengenai pilihan pemeriksaan imaging yang sesuai untuk screening Anda.

dr. M. Williandry, Sp. Rad

Dokter Spesialis Radiologi

RS Pondok Indah-Puri Indah