Gangguan Kesuburan 
04 December 2019

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018 menyebutkan bahwa sekitar 89 juta wanita Indonesia, berada dalam rentang usia reproduksi (15 49 tahun). Seharusnya dengan jumlah tersebut, 85-90 persen pasangan di Indonesia dapat hamil dalam satu tahun pertama pernikahan secara alami. Namun kenyataannya, tidak sedikit pasangan yang menemui kendala dalam upaya mendapatkan keturunan. Apabila sepasang suami istri berhubungan seksual aktif selama satu tahun tanpa kontrasepsi, namun belum dapat dikaruniai keturunan, dapat dikatakan pasangan ini memiliki gangguan kesuburan.

Faktor yang mempengaruhi gangguan kesuburan

Gangguan kesuburan dapat berasal dari permasalahan pada suami, istri atau kombinasi keduanya. Persentase masing-masing adalah sepertiga.  

Gangguan kesuburan pada wanita bisa terjadi karena:

  1. Gangguan ovulasi: pada saat sel telur tidak pecah dari cangkangnya maka akan terjadi gangguan kesuburan. Gangguan ovulasi bisa terjadi pada wanita dengan  sindrom ovarium polikistik (SOPK), permasalahan daerah otak (hipotalamus-hipofise) yang bisa dialami oleh wanita dengan olahraga atau diet berlebihan, penuaan ovarium dini atau disebut prematur, dan kelebihan hormon prolaktin.
  2. Sumbatan saluran telur (tuba): sumbatan ini menyebabkan sel telur dan sperma tidak dapat bertemu. Hal ini bisa terjadi karena adanya infeksi, atau pernah ada tindakan operasi sebelumnya yang membuat jaringan parut pada saluran sehingga menjadi tersumbat.
  3. Gangguan di rahim maupun serviks: adanya mioma atau polip besar, infeksi pada rahim, atau kelainan bawaan sejak lahir yang menghambat pertemuan sperma dan sel telur ataupun menghambat penempelan embrio dinding  

Gangguan kesuburan pada suami, yaitu:

Gangguan sperma: di mana jumlah sel sperma sangat sedikit, larinya sangat pelan, dan bentuknya yang abnormal sehingga sulit mencapai sel telur.  

Persentase dari faktor keduanya adalah sama besarnya, dari gangguan sperma, yaitu 35 persen, sumbatan saluran telur sebesar 35 persen. Sementara gangguan pematangan telur sebesar 15 persen, 5 persen masalah lainnya adalah yang jarang ditemukan seperti kista, dan 10 persen sisanya dari permasalahan yang tidak dapat dijelaskan. 

Pengecekan kesuburan

Salah satu cara untuk mengetahui permasalahan yang mungkin Anda alami adalah dengan  melakukan tes kesuburan, tepatnya setelah satu tahun masa pernikahan. Namun bisa dilakukan segera, apabila Anda dan pasangan menikah pada usia di atas 35 tahun. Pemeriksaannya meliputi:

  • Analisa sperma: untuk mengetahui jumlah, bentuk, dan gerakan.
  • Ultrasonografi: untuk melihat apakah ada polip atau mioma, atau kelainan lain pada rahim, menilai indung telur apakah terdapat kista atau tidak, juga menilai jumlah folikel yang berisi sel telur.
  • HSG (histerosalpingografi): untuk menilai patensi saluran telur atau saluran tuba.
  • Pemeriksaan hormon dan cadangan indung telur. 

Tips mengatasi gangguan kesuburan

Selain pengecekan kesuburan yang disebutkan di atas, untuk mengetahui permasalahan yang ada, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar usaha untuk mendapatkan buah hati bisa terwujud.

Merokok menjadi salah satu faktor yang diduga dapat mengganggu kesuburan, karena radikal bebas dari rokok dapat mengganggu dan atau merusak kromosom DNA sperma atau sel telur, begitu juga halnya dengan alkohol. Maka itu, untuk membantu kesuksesan program mendapatkan keturunan harus dimulai dengan berhenti merokok dan berhenti mengonsumsi alkohol. 

Berat badan yang terlalu berlebihan atau kurang juga dapat menjadi faktor penyebab terjadinya gangguan kesuburan, sehingga berat badan ideal sebaiknya terus dijaga. Jangan lupa untuk mengelola stres dengan baik, dan mengurangi konsumsi kafein. Selain itu, penting untuk melihat pola kehidupan sehari-hari, apakah Anda memiliki gaya hidup dan kebiasaan yang sehat? Misalnya apakah rajin berolahraga atau adakah masalah frekuensi hubungan seksual? Frekuensi berhubungan seksual yang normal adalah dua sampai tiga kali dalam seminggu.  

Penanganan yang bisa dilakukan:

 RS PONDOK INDAH GROUP 

Seperti yang dijelaskan pada tabel di atas, pemeriksaan dan penanganan dimulai setelah Anda, pasangan, dan dokter mengetahui permasalahan yang menyebabkan gangguan kesuburan. Masing-masing gangguan kesuburan memiliki tata laksana yang berbeda. Dengan adanya solusi pada setiap gangguan, diharapkan setiap pasangan memiliki mindset positif bahwa selalu ada harapan untuk memperoleh keturunan. Semoga Anda dan setiap pasangan yang sedang berusaha memperoleh keturunan segera mendapatkan buah hati  yang didambakan.

 

dr. Aida Riyanti, Sp. OG, M.Sc Rep (K)

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi

RS Pondok Indah Bintaro Jaya

 

Berita Terkini
Seminar "Cone Beam Computed Tomography: Digital Dentistry Is The Future"
Solusi Minimal Invasive Untuk Penanganan Masalah Kesehatan
Wajah Baru Women & Fetal Diagnostic Center Dan Klinik Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah
Mom’s Gathering RS Pondok Indah Group
Deteksi Dini Skoliosis

RS PONDOK INDAH GROUP - COMPLIMENTARY NEWBORN PHOTO SESSION BY BABY AXIOO

Peristiwa kelahiran sang buah hati tentunya adalah momen istimewa yang tak terlupakan. Abadikan kenangan terindah momen kelahiran si kecil bersama Baby Axioo. Dapatkan sesi foto dan merchandise cantik dari Baby Axioo, gratis untuk Anda yang melahirkan di semua rumah sakit RS Pondok Indah Group. Penawaran istimewa ini berlaku untuk Anda yang melah...

Vol 44