Nyeri Haid: Kenali yang Normal dan Tidak Normal
19 November 2019

 Meski dianggap sebagai keluhan ringan, nyeri haid yang hebat bisa jadi indikasi adanya  gangguan kesehatan lain. Kenali nyeri yang normal dan abnormal untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Nyeri haid merupakan salah satu keluhan yang ‘akrab’ bagi para wanita. Keluhan yang biasanya datang menjelang dan pada hari awal-awal datang bulan ini membuat penderitanya tidak nyaman dan berakibat pada terganggunya aktivitas. Bahkan, nyeri haid yang hebat bisa membuat penderitanya berguling-guling menahan sakit.

Sebenarnya nyeri haid merupakan keluhan normal. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, karena nyeri haid juga bisa jadi pertanda adanya gangguan kesehatan lain.

Muncul di Usia Belia

Nyeri haid (dismenorea) adalah nyeri yang biasa dirasakan sesaat sebelum atau saat menstruasi. Umumnya gejala yang dirasakan adalah kram yang terpusat di perut bawah, kadang disertai nyeri pinggang.

Biasanya nyeri haid dimulai saat remaja karena siklus haid di usia ini masih suka berubah-ubah. Tetapi pada siklus ovulasi, kejadian ini akan berkurang seiring bertambahnya usia. Jadi, semakin dewasa usia seseorang, kemunculan nyeri haid seharusnya bisa berkurang.

Jika masih muncul nyeri haid, kemungkinan ada faktor risiko lain yang menyertainya. Di antaranya indeks massa tubuh (BMI) kurang dari 20 alias tubuh terlalu kurus, menstruasi pertama yang datang lebih dini (sebelum usia 12 tahun), interval menstruasi yang panjang, perdarahan yang iregular atau berlebih, serta gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi kafein yang berlebihan, alkohol, dan minuman berkarbonat.

Normal atau Tidak Normal?

Secara umum, nyeri haid dapat diklasifikasikan sebagai primer dan sekunder. Nyeri haid primer berhubungan dengan siklus ovulasi dan berasal dari kontraksi rahim, tanpa penyakit atau tidak ditemukan adanya kelainan. Sedangkan nyeri haid sekunder berhubungan dengan penyakit pada daerah panggul, seperti endometriosis, adenomiosis, atau mioma uteri.

Nyeri haid primer terjadi karena kurangnya suplai darah pada otot rahim yang disebabkan kontraksi otot rahim yang sering dan memanjang. Nyeri haid primer biasanya terjadi sebelum atau bersamaan dengan menstruasi dan berkurang secara bertahap setelah 72 jam. Selain itu, kram haid timbul secara intermiten dengan intensitas yang berbeda dan biasanya berpusat pada daerah perut bawah dengan pola yang konsisten selama siklus menstruasi.

Sedangkan pada wanita dengan nyeri haid sekunder, kerap kali berhubungan dengan penyakit pada daerah panggul, seperti endometriosis. Biasanya gejala yang dirasakan adalah intensitas nyeri yang meningkat, dapat terjadi pada pertengahan siklus dan pada minggu haid yang sedang terjadi.

Endometriosis yang muncul pada rektum dapat mengakibatkan nyeri saat buang air besar. Jika tumbuh di vagina atau infiltrasi dalam, dapat menyebabkan rasa nyeri saat berhubungan.

Sedangkan pada kelainan akibat mioma, nyeri disebabkan oleh haid yang berlebih dan intensitasnya berhubungan dengan volume aliran haid.

Pengobatan Nyeri Haid

Nyeri haid primer bisa diatasi dengan tindakan non-medis dan medis. Tindakan non-medis bisa dilakukan dengan mengompres perut yang kram dengan air hangat, olahraga teratur, konsumsi makanan berkalsium dan menghindari makanan yang menyebabkan faktor risiko, seperti makanan yang mengandung lemak tinggi.

Sedangkan untuk pengobatan medis, yang diberikan pada lini pertama adalah antinyeri seperti asam mefenamat dan ibuprofen. Bila nyerinya tidak kunjung reda, bisa diberikan pil KB kombinasi. Atau, diberikan pengobatan yang sesuai dengan penyebab gangguan kesehatan (penyakitnya).

Pola hidup sehat merupakan salah satu cara untuk mencegah atau meminimalisir rasa nyeri ketika haid. Kebiasaan sehat yang dianjurkan antara lain:

  • konsumsi makanan yang dapat mengurangi rasa sakit atau kram saat menstruasi seperti makanan berkalsium tinggi (susu, almond, sayuran hijau, biji wijen), kayu manis, dan jahe;
  • hindari minuman beralkohol, kafein, dan berkarbonat;
  • jauhi makanan yang berlemak; dan
  • berolahraga secara teratur, tiga kali seminggu, dapat mengeluarkan endorfin yang dapat berfungsi sebagai antinyeri dan meningkatkan mood secara alami.  

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Nyeri yang hebat di daerah panggul
  • Intensitasnya meningkat
  • Nyeri bisa timbul di tengah-tengah siklus atau selama menstruasi, bisa terjadi selama satu minggu
  • Disertai gejala lain, seperti sakit saat berhubungan intim 

Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang
  • Kendalikan berat badan
  • Hindari merokok dan minum alkohol
  • Olahraga teratur
  • Hindari obat-obatan diet karena bisa merusak sel telur
  • Penuhi kebutuhan vitamin D, bisa didapat dari sinar matahari atau suplemen

 

dr. Thomas Chayadi, Sp. OG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

RS Pondok Indah - Puri Indah

Berita Terkini
Seminar "Cone Beam Computed Tomography: Digital Dentistry Is The Future"
Solusi Minimal Invasive Untuk Penanganan Masalah Kesehatan
Wajah Baru Women & Fetal Diagnostic Center Dan Klinik Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah
Mom’s Gathering RS Pondok Indah Group
Deteksi Dini Skoliosis

RS PONDOK INDAH GROUP - COMPLIMENTARY NEWBORN PHOTO SESSION BY BABY AXIOO

Peristiwa kelahiran sang buah hati tentunya adalah momen istimewa yang tak terlupakan. Abadikan kenangan terindah momen kelahiran si kecil bersama Baby Axioo. Dapatkan sesi foto dan merchandise cantik dari Baby Axioo, gratis untuk Anda yang melahirkan di semua rumah sakit RS Pondok Indah Group. Penawaran istimewa ini berlaku untuk Anda yang melah...

Vol 44