Diabetisi dengan Komplikasi? Tetap Bisa Berolahraga, Kok!
07 October 2019

Penyandang diabetes bisa mengalami komplikasi penyakit, yang meluas ke daerah pembuluh darah, jantung, dan saraf. Komplikasi ini dapat berakibat fatal apabila tidak diobati dan dijaga kestabilan kondisi tubuhnya. Namun demikian, olah tubuh dan aktivitas fisik tidak boleh luput dilakukan.

Olahraga adalah salah satu cara pengendalian diabetes yang sangat penting. Tidak hanya untuk menurunkan kadar gula darah, tetapi juga untuk menurunkan berat badan, tekanan darah, kolesterol jahat (LDL), menaikkan kolesterol baik (HDL), memperbaiki kualitas tidur, mencegah serangan jantung dan stroke, mengurangi stress, dan lain sebagainya. Manfaat olahraga yang sangat penting untuk para diabetisi yaitu memperbaiki kerja insulin dalam tubuh. Resistensi insulin adalah suatu keadaan saat sel tubuh tidak merespon hormon insulin dengan baik. Bila tubuh resisten terhadap insulin, tubuh tidak bisa banyak menyerap gula yang ada dalam darah. Sehingga, kadar gula dalam darah semakin meningkat dan kemudian menyebabkan diabetes semakin parah. 

Olahraga untuk diabetisi dengan komplikasi

Penyandang diabetes dengan adanya komplikasi patut untuk berhati-hati dalam berolahraga. Namun demikian, hal tersebut bukan menjadi penghalang. Olahraga dapat membantu mengendalikan diabetes, lho. Misalnya para penyandang diabetes yang juga memiliki penyakit jantung namun kondisinya masih stabil masih diperbolehkan olahraga dengan seizin dan pengawasan dokter yang merawat, misalnya dokter spesialis saraf, dokter spesialis jantung, dan dokter spesialis penyakit dalam. Untuk mereka yang menderita penyakit pembuluh darah tepi perifer yang antara lain ditandai nyeri jika berjalan dan nyeri hilang jika istirahat, atau rasa dingin di kaki, selama masih belum timbul luka di kaki dianjurkan tetap berolahraga. Ingat, sebelum mulai berolahraga, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter Anda terlebih dahulu ya.  

Pemilihan alas kaki untuk si penyandang

Penting menentukan jenis sepatu yang akan digunakan dalam berolahraga, karena pemilihan alas kaki yang salah akan memperburuk kondisi pembuluh darah dan persarafan kaki yang pada akhirnya malah akan mencetuskan timbulnya luka diabetik.

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan sepatu antara lain:

  • Membeli sepatu pada saat sore hari. Biasanya ukuran kaki lebih mengembang pada sore hari
  • Hanya gunakan sepatu khusus untuk olahraga jalan atau jogging
  • Jangan gunakan sepatu yang sempit
  • Pilih alas kaki bagian dalam yang lunak
  • Sebelum sepatu digunakan periksa bagian dalam sepatu, jangan ada kotoran yang menghambat
  • Gunakan kaus kaki katun yang dapat menyerap keringat, jangan gunakan kaus kaki yang sudah berlubang atau ditambal 

Bagi para penyandang diabetes yang sudah mengalami komplikasi, tidak perlu khawatir. Dengan berolahraga secara rutin ditambah dengan mengikuti saran dokter, maka diharapkan olahraga berjalan lancar.   

 

dr. Rochsismandoko, Sp. PD-KEMD

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik & Diabetes

RS Pondok Indah – Bintaro Jaya

Berita Terkini
Seminar "Cone Beam Computed Tomography: Digital Dentistry Is The Future"
Solusi Minimal Invasive Untuk Penanganan Masalah Kesehatan
Wajah Baru Women & Fetal Diagnostic Center Dan Klinik Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah
Mom’s Gathering RS Pondok Indah Group
Deteksi Dini Skoliosis

RS PONDOK INDAH GROUP - COMPLIMENTARY NEWBORN PHOTO SESSION BY BABY AXIOO

Peristiwa kelahiran sang buah hati tentunya adalah momen istimewa yang tak terlupakan. Abadikan kenangan terindah momen kelahiran si kecil bersama Baby Axioo. Dapatkan sesi foto dan merchandise cantik dari Baby Axioo, gratis untuk Anda yang melahirkan di semua rumah sakit RS Pondok Indah Group. Penawaran istimewa ini berlaku untuk Anda yang melah...

Vol 44