News

Sabtu, 28 Januari lalu, RS Pondok Indah Group merayakan ulang tahunnya yang ke-25 bertempat di Taman Puspita. Perayaan peristiwa penting ini tidak hanya dilakukan satu hari saja, namun sejak September hingga akhir tahun 2011 RS Pondok Indah Group memiliki acara khusus untuk memperingati momen istimewa ini.

Acara yang dihadiri 1.500 karyawan RS Pondok Indah-Pondok Indah dan RS Pondok Indah-Puri Indah ini berlangsung meriah. Hari itu, para karyawan disambut layaknya “bintang” dengan adanya fotografer yang selalu siap mengabadikan momen dan aksi mereka pada wall of fame yang terdapat di lounge Taman Puspita.

Manajemen juga memberikan penghargaan kepada 35 dokter atas masa bakti 25 tahun di RS Pondok Indah-Pondok Indah. Pengumuman pemenang karyawan teladan dan para nominator juga disampaikan pihak manajemen sore itu. Tidak hanya itu 6 buah motor dan lebih dari 300 doorprize lainnya juga dibagikan kepada para karyawan. Acara kemudian mencapai puncaknya ketika Nidji menghibur para karyawan dengan membawakan lagu-lagu hitsnya.

“Kegiatan yang berhubungan dengan ulang tahun ke-25 RS Pondok Indah Group ini merupakan ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar RS Pondok Indah Group yaitu para pasien, mitra kerja, stakeholder dan seluruh staf serta karyawan atas kiprah perjalanan yang telah dilakukan selama ini,” ungkap Kharina Wijaya selaku Corporate Communication & Public Relations Coordinator RS Pondok Indah Group.

Dr. Yanwar Hadiyanto, CEO RS Pondok Indah Group mengatakan, “Puncak peringatan 25 tahun ini merupakan momentum istimewa untuk semakin memantapkan upaya kami agar tetap menjadi penyelenggara layanan kesehatan swasta pertama dan terbaik di Indonesia. Sesuai dengan tema ulang tahun kami: Creating New Possibilities, kami selalu berupaya menciptakan berbagai solusi kesehatan dengan menyempurnakan pelayanan yang berfokus pada pasien, investasi peralatan kesehatan yang ‘state of the art’, maupun penggunaan teknologi informasi terkini. Dengan demikian kita dapat mengantisipasi apa yang terjadi dan yang akan kita lakukan di masa mendatang.”

Dalam rangka menghadapi era globalisasi yang tengah berlangsung, di mana pelayanan dalam bidang kesehatan semakin tak terbatas oleh tempat dan waktu, Rumah Sakit Pondok Indah Group semakin memantapkan langkahnya dengan hadirnya logo baru.

Perubahan logo ini merupakan langkah lanjut dari perubahan nama Rumah Sakit Puri Indah menjadi Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah yang ke depannya diharapkan membawa perubahan baik bagi rumah sakit dalam hal pemberian pelayanan kesehatan.

Adapun tujuan utama perubahan logo ini adalah untuk menyeragamkan nama dua rumah sakit yang bernaung di bawah Rumah Sakit Pondok Indah Group. Dengan selarasnya atribut rumah sakit kami, pelanggan diharapkan dapat mengenal lebih baik pelayanan dari dua rumah sakit yang merupakan satu kesatuan yakni Rumah Sakit Pondok Indah-Jakarta Selatan dan Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah.

Selain pelanggan dalam skala nasional, perubahan logo Rumah Sakit Pondok Indah Group juga dimaksudkan agar Rumah Sakit Pondok Indah Group beserta dua rumah sakitnya, dapat dikenal dalam kancah internasional. “Dengan kata lain, kami menegaskan posisi kami sebagai Rumah Sakit Pondok Indah Group yang dikenal melalui pelayanan kesehatannya di dalam dan di luar negeri sehingga citra pelayanan kesehatan di Indonesia juga akan semakin dikenal masyarakat,” ungkap Dr. Yanwar Hadiyanto, CEO Rumah Sakit Pondok Indah Group.

Menyadari besarnya kepercayaan yang diberikan dan dengan meningkatnya jumlah pasien dan pelanggan, RS Pondok Indah semakin berbenah dan mengembangkan program layanannya. Untuk itu, di awal tahun 2012, RS Pondok Indah Group mensosisalisasikan nomor call center baru: 765 7525, ext. 2 untuk RS Pondok Indah-Pondok Indah dan 2569 5200 untuk RS Pondok Indah-Puri Indah. Layanan ini akan melengkapi kebutuhan pasien guna menjawab tantangan yang dihadapi perusahaan dewasa ini.

Program ini merupakan upaya RS Pondok Indah Group dalam meningkatkan kepuasan serta memudahkan pelayanan para pasiennya. Call center menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih lancar, cepat dan personal di semua saluran yang tersedia dengan membantu pelayanan pembuatan appointment, jadwal dokter dan memberikan informasi lainnya. Call Center RS Pondok Indah ini adalah bagian dari komitmen manajemen untuk “lebih dekat” dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien dan pelanggannya.

Dalam rangka menyambut hari AIDS Sedunia dan HUT-nya yang ke-25, RS Pondok Indah Group mengadakan seminar medis “Pengobatan Rasional Pada Kasus-Kasus Infeksi” pada tanggal 30 November lalu.

Penggunaan obat yang tidak rasional merupakan permasalahan global yang sangat serius karena merupakan tindakan pemubadziran dan berbahaya.  Penggunaan obat yang tidak rasional antara lain obat tidak sesuai indikasi, regimen dosis yang tidak tepat, durasi penggunaan tidak tepat, dan cara penggunaan yang tidak sesuai.

Antibiotik sering digunakan secara berlebihan dan tidak sesuai indikasinya dan hal ini telah dipraktekkan di seluruh dunia.  Padahal, banyak penyakit infeksi berbahaya yang sudah dikenal maupun new emerging disease semakin mengancam kesehatan penduduk dunia.

“Penggunaan obat yang tidak rasional ini merupakan krisis kesehatan publik global dan minimnya investasi untuk memperbaiki situasi tersebut merupakan tantangan kita di masa depan,” ungkap Dr. Bing Widjaja, Sp.PK(K) selaku Ketua Panita acara seminar tersebut.

 

Seminar yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan para dokter dan profesi penunjang pelayanan medis ini menghadirkan narasumber para dokter ahli dari berbagai spesialisasi mulai dari Penyakit Dalam, Dr. Chaidir Aulia, Sp.PD-KGEH yang membahas mengenai “Terapi Terkini Pada Penderita HIV-AIDS”; Dr. Suhendro, Sp.PD-KPTI tentang “Terapi Antibiotika Terkini Pada Orang Dewasa/Usia Lanjut di Unit Rawat Jalan“; spesialisasi Anak: Dr. Hinky H. I. Satari, Sp.A(K) yang membahas mengenai “Terapi Antibiotika Terkini Pada Anak di Unit Rawat Jalan”; Anastesi: Dr. Yohannes W. H George, Sp.An-KIC yang membahas mengenai “Pengobatan Terkini Pada Kasus Infeksi di ICU/ICCU“, Patologi Klinik: Dr.Tonny Loho, Sp.PK tentang “Do and Don’t Pada Penggunaan Antibiotika “, sampai Bedah Mulut yakni Prof. DR. Drg. Benny S. Latief, Sp.BM(K) tentang “Penatalaksanaan dan Perawatan Oro Maxillo Facial Infection.”

Hari itu Ruang Serbaguna RS Pondok Indah Group dipenuhi dengan gemuruh para peserta sesi motivasi, yang keseluruhannya adalah para karyawan, staff, dokter, dan perawat dari RS Pondok Indah dan RS Puri Indah.

Sesi motivasi ini merupakan salah satu rangkaian acara menyambut hari ulang tahun RS Pondok Indah Group ke-25, yang jatuh pada Desember mendatang. Selama 5 hari berturut-turut dengan durasi sekitar 2 jam, para peserta dibuat hanyut dalam untaian lagu dan irama angklung.

Lagu yang dibawakan pun macam-macam. Selain lagu nasional, terdapat juga lagu pop maupun asing yang banyak dikenal masyarakat luas.

“Main angklung bersama-sama menjadi hal yang ditunggu-tunggu para karyawan kami. Sebanyak 500 orang mengikuti sesi ini tiap harinya. Dibutuhkan ratusan orang untuk memainkan angklung agar terdengar harmonis, sama halnya dengan dibutuhkannya kerja sama tim dalam rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien kami. Selain untuk menghibur para karyawan, ada nilai-nilai rumah sakit yang ingin kami tanamkan dalam diri tiap karyawan kami,” ucap Kharina Wijaya, Corporate Communication & Public Relations RS Pondok Indah Group.

Itu pula sebabnya hari itu ruang serbaguna dipenuhi dengan dekorasi bertuliskan nilai-nilai RS Pondok Indah Group seperti Integrity, Quality, Teamwork, Ethics, Spirit & Persistence, Innovation, Individual Development, Continuous Learning.

Selain itu, para peserta juga tak perlu khawatir bila sebelumnya mereka tak pernah tahu bagaimana cara memainkan angklung. Pak Joko memberikan panduan kilat tentang cara memegang dan menggoyangkan angklung untuk memperoleh tekanan suara yang diinginkan.

Dengan panduan Pak Joko, dalam seketika para peserta sanggup membawakan lagu-lagu dalam satu sesi. Rahasianya, Pak Joko memberikan kaitan tanda isyarat tangan dengan nada angklung mana yang harus dibunyikan. Dengan demikian secara serentak terdengar berbagai alunan lagu dari angklung yang secara bergiliran dibunyikan sesuai isyarat tangan pelatih.

Yayasan Gerakan Kepedulian Angkat Citra Orang Papa atau GK-Ancop mengadakan event pada hari Minggu, 25 September 2011 di Plaza Tenggara Monas, Jakarta. Event 'ANCOP GLOBAL WALK' ini adalah event yang diadakan di seluruh dunia dan merupakan yang pertama diadakan di Indonesia. Event ini diikuti oleh sekitar 5.000 peserta dari berbagai usia.

 

ANCOP Global Walk sendiri adalah event pengumpulan dana yang bertujuan untuk membantu pendidikan anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. ANCOP Global Walk ini tidak hanya mengumpulkan dana, tapi juga mengadakan jalan sehat sepanjang 5 km yang dimulai di Monas hingga ke Bundaran Hotel Indonesia melalui Jl. M.H. Thamrin dan kembali ke Monas. Event ini dimulai pukul 6 pagi, dimana jalan sehat ini start pukul 7 pagi, dan keseluruhan event berakhir pukul 10 pagi.

 

RS Pondok Indah Group turut berpartisipasi dalam ANCOP Global Walk ini sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility program kami. RS Pondok Indah Group menyediakan 1 unit ambulan, pasokan obat-obatan dan staff medis yaitu dokter dan perawat dari RS Pondok Indah - Jakarta Selatan untuk memberikan bantuan pertama kepada para peserta, juga pelayanan pemeriksaan tensi kepada peserta event.

Hampir 80% penduduk di dunia pernah mengalami nyeri pinggang. Saat ini, banyak anggapan bahwa pengobatan nyeri pinggang, terutama nyeri pinggang kronik, harus melalui operasi yang akan mengakibatkan luka sayatan besar, banyak pendarahan dan perlu istirahat selama berminggu-minggu.

Padahal penanganan bagi penderita nyeri pinggang tidak harus selalu melalui operasi. Beberapa diantaranya dapat dilakukan melalui penggunaan obat anti inflamasi dan pain killer atau fisioterapi, termasuk physical treatment seperti manipulasi otot dan pemijatan. Untuk kasus yang ringan, penderita dapat melakukan olahraga seperti berenang, yoga dan pilates, menggunakan korset secara tepat atau dengan menjalani pola hidup sehat.

Oleh karena itu, untuk mengupas permasalahan seputar nyeri pinggang sekaligus sebagai upaya pembekalan informasi akan penanganan penyakit ini, RS Puri Indah mengadakan temu media dan buka puasa bersama, 11 Agustus lalu bertajuk “Solusi Non Operatif & Metode Minimal Invasif Untuk Atasi Nyeri Pinggang”.

“Banyak persepsi yang salah mengenai penanganan penyakit ini. Banyak pula orang yang tidak menanggapi secara serius gangguan tersebut. Oleh karena itu, kami harap dengan adanya acara ini, RS Puri Indah dapat memberikan edukasi kepada publik mengenai bahaya gangguan nyeri pinggang, dengan menghadirkan salah satu dokter orthopedi kami, Dr. Muki Partono,” ungkap Kharina Wijaya selaku Corporate Communication & Public Relations Officer RS Pondok Indah Group.

Hingga saat ini, RS Puri Indah telah menangani berbagai kasus nyeri pinggang. Solusi yang ditawarkan untuk penderita nyeri pinggang meliputi metode non-operatif melalui suntikan seperti Selective Nerve Root Block dan Suntikan Epidural Steroid serta  metode minimal invasive melalui MED dengan sistem ENDOSPINE.

“MED adalah tindakan bedah pada kelainan penekanan saraf tulang belakang dengan menggunakan kamera dengan sayatan minimal kira-kira 1-1,5 cm. Salah satu metode MED adalah sistem ENDOSPINE dimana sayatan lebih kecil, pendarahan operasi minimal, perawatan di rumah sakit hanya satu hari, dan tidak memerlukan alat bantu,” jelas Dr. Muki.

Dr. Yanwar Hadiyanto, CEO RS Pondok Indah Group mengatakan, “RS Puri Indah selalu mencari solusi terbaik untuk menangani berbagai macam penyakit. Sebagai rumah sakit yang serius mengembangkan minimal invasive surgery, RS Puri Indah menyediakan layanan operasi minimal invasive yang memungkinkan pasien kembali ke aktivitas normal dengan cepat, salah satunya adalah Microendoscopic Disektomi (MED) dengan sistem ENDOSPINE untuk mengatasi nyeri pinggang.”

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan rumah sakit terhadap International Nurses Day 2011,  RS Pondok Indah Group ikut berpartisipasi dalam Indonesia Nursing Expo 2011 beberapa waktu lalu.

Pameran Nursing Expo 2011 ini merupakan ajang saling tukar informasi dan pengalaman bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan, keperawatan, perumahsakitan, sarana penunjang perawatan di rumah sakit, alat-alat kesehatan, industri farmasi, obat komplementer, vaksin, kosmetik, sanitasi kesehatan, serta pusat kesehatan/ kebugaran, dsb serta menyebarluaskan program dan hasil perkembangan pelayanan keperawatan dan kesehatan di seluruh Tanah Air.

Bertempat di Ruang Rafflesia Gedung Balai Kartini, acara yang diadakan selama 3 hari ini dipadati para pengunjung yang sebagian besar berasal dari Kementrian, perawat rumah sakit, kalangan akademisi seperti dosen dan mahasiswa akademi keperawatan, binaan PPMI, binaan puskesmas, dan masyarakat umum.

Dalam acara ini, pengunjung dapat datang ke berbagai stand pameran kesehatan dan pelayanan keperawatan, melihat berbagai talkshow menarik mengenai perkembangan pendidikan keperawatan, dan hiburan pentas seni yang juga turut diramaikan oleh penampilan tim keperawatan RS Pondok Indah Group yang membawakan tarian poco-poco.

Demam bersepeda tak hanya terjadi di kalangan pekerja saja. Jika Bike To Work tidak lagi terdengar asing, kini giliran Bike To Campus yang sekarang digemari kalangan mahasiswa kita.

Akhir pekan lalu, Minggu 3 Juli 2011, RS Pondok Indah ikut berpartisipasi dalam Binus Fun Bike, Cycling the Nations yang juga diselenggarakan dalam memeriahkan ulang tahun ke-30 universitas tersebut. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan RS Pondok Indah terhadap generasi muda, yakni menumbuhkan minat kalangan kampus untuk bergaya hidup sehat dengan bersepeda.

Kegiatan yang diikuti oleh 1000 peserta dari komunitas Binusian dan publik ini juga sekaligus dijadikan momentum untuk mengajak masyarakat di lingkungan kampus untuk mengurangi emisi dan polusi dengan bersepeda, dikarenakan daerah kampus Binus yang memang dikenal cukup padat dan seringkali menghambat dalam kelancaran berlalu lintas.

Tim tenaga kesehatan baik para dokter dan perawat serta unit ambulan RS Pondok Indah Group mengiringi rombongan sepeda sepanjang rute peserta dari Kampus Anggrek, Kampus JWC di Senayan, dan kemudian berakhir kembali di Kemanggisan.

Adakalanya saat bersepeda, peserta mungkin mengalami cedera olahraga seperti keluhan sendi lutut, oleh karena itu dengan adanya dukungan tim medis dari Jakarta Knee Orthopaedic Sports Center RS Pondok Indah, para peserta yang mengalami cedera olahraga dapat tertangani dengan baik.
Manajemen RS Pondok Indah Group sadar betul akan pentingnya pengembangan strategi pelayanan yang excellent dan konsep membangun budaya servis serta implementasinya di dalam perusahaan. Oleh karena itu, RS Pondok Indah Group mengadakan workshop “Sosialisasi Blueprint & Service Standard Konsultasi Rawat Jalan dan Visite Rawat Inap” di kedua rumah sakitnya, RS Pondok Indah dan RS Puri Indah.
Workshop satu hari ini menghadirkan narasumber Indra Karma Jusi selaku Direktur PT. Service Quality Center Indonesia yang pada hari itu membagikan pengalamannya seputar service standard dan pengelolaan customer experience seiring dengan perubahan perilaku dan ekspektasi pelanggan.
Sasaran dari workshop ini adalah para dokter yang dianggap sebagai ujung tombak perusahaan yang bergerak dalam penyediaan layanan kesehatan. Dokter sekarang, tidak hanya harus dapat memberikan excellence medical treatment, namun juga harus dapat membangun service culture di dalam rumah sakit.
Antusias dari para dokter pun begitu tinggi terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang muncul pada saat workshop berlangsung. “Service is a matter of survival, jadi jangan melihatnya sebagai add on. Program untuk membangun budaya harus diterapkan pada semua level organisasi,” jelas Pak Indra dalam presentasinya.
Manajemen RS Pondok Indah Group sadar betul akan pentingnya pengembangan strategi pelayanan yang excellent dan konsep membangun budaya servis serta implementasinya di dalam perusahaan. Oleh karena itu, RS Pondok Indah Group mengadakan workshop “Sosialisasi Blueprint & Service Standard Konsultasi Rawat Jalan dan Visite Rawat Inap” di kedua rumah sakitnya, RS Pondok Indah dan RS Puri Indah. 

Workshop satu hari ini menghadirkan narasumber Indra Karma Jusi selaku Direktur PT. Service Quality Center Indonesia yang pada hari itu membagikan pengalamannya seputar service standard dan pengelolaan customer experience seiring dengan perubahan perilaku dan ekspektasi pelanggan. 

Sasaran dari workshop ini adalah para dokter yang dianggap sebagai ujung tombak perusahaan yang bergerak dalam penyediaan layanan kesehatan. Dokter sekarang, tidak hanya harus dapat memberikan excellence medical treatment, namun juga harus dapat membangun service culture di dalam rumah sakit. 

Antusias dari para dokter pun begitu tinggi terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang muncul pada saat workshop berlangsung. “Service is a matter of survival, jadi jangan melihatnya sebagai add on. Program untuk membangun budaya harus diterapkan pada semua level organisasi,” jelas Pak Indra dalam presentasinya.
Halaman 1 dari 3