News

Senin, 24 Desember lalu, Edhie Baskoro Yudhoyono mengumumkan nama anak pertamanya, Airlangga Satriadhi Yudhoyono yang merupakan cucu kedua dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan cucu pertama dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Dalam jumpa pers tersebut Edhie didampingi oleh Presiden SBY, Ibu Ani Yudhoyono, Bp Hatta Rajasa, Ibu Okke Rajasa, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Annisa Pohan.

“Nama Airlangga diambil dari nama tokoh Indonesia, pendiri kerjaan Kahuripan yang berjaya di masanya, berkarakter baik, dan pejuang yang gigih. Satriadhi berarti ksatria yang baik hati, tangguh, benar dan bersih. Sedangkan Yudhoyono memiliki arti memerangi, memenangi, atau menghadapi tantangan dan cobaan. Saya harap Airlangga kelak tumbuh menjadi anak yang kuat, sehat, dapat menjadi pemimpin keluarga, pemimpin masyarakat bangsa dan negara. Seorang pemimpin bijak yang dapat mengayomi seluruh masyarakat,” ungkap Edhie yang juga kerap dipanggil Ibas.

Ibas lalu menjelaskan bahwa istrinya, Siti Rubi Aliya Rajasa telah melahirkan putra pertama mereka tepat tengah malam pada Senin, 24 Desember sekitar pukul 00.01 WIB melalui persalinan normal. Airlangga lahir dengan berat 3.35 kg dan panjang 50 cm.

“Saya sebagai orang tua bersyukur, berbahagia, bergembira. Alhamdullilah tadi malam proses berjalan baik dan lancar. Ibu dan bayi dalam keadaan sehat.” Ibas juga mengucapkan terima kasih atas doa dan kepedulian yang telah diberikan terkait proses kelahiran putra pertamanya itu. Terima kasih juga disampaikannya kepada pihak RSPI - Pondok Indah.

RS Pondok Indah - Puri Indah mendapatkan Akreditasi Paripurna, yaitu lulus tingkat sempurna dari 15 standar akreditasi versi 2012 yang mengacu pada standar akreditasi internasional dari JCI-USA. Akreditasi ini didapatkan setelah kunjungan penilaian dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Kementerian Kesehatan RI pada tanggal 29-31 Oktober 2012 lalu. Akreditasi ini merupakan akreditasi kedua setelah sebelumnya RS Pondok Indah - Puri Indah dinyatakan lulus akreditasi 5 bidang pelayanan di tahun  2009.

Dengan telah terakreditasi tingkat paripurna, mengartikan bahwa RS Pondok Indah - Puri Indah telah memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang ditentukan sehingga dapat memberikan pelayanan medik prima yang  berorientasi pada patient safety, fokus terhadap kebutuhan pasien, efektif dan kompetitif, menyediakan layanan baru sesuai perkembangan IPTEK demi menciptakan kepuasan bagi masyarakat.

Akreditasi rumah sakit sendiri merupakan upaya untuk melindungi pasien dari pelayanan sub-standar melalui pelayanan yang sesuai dengan standar dan prosedur, mulai dari sumber daya manusia, administrasi dan komunikasi, peralatan medis, hingga fasilitas penunjang lain serta upaya peningkatan mutunya. Bagi masyarakat, akreditasi dapat menjadi alat bantu yang shahih dalam menentukan pilihan tempat pelayanan kesehatan yang baik.

CEO RS Pondok Indah Group, mengatakan keberhasilan meraih lulus Paripurna akreditasi versi 2012 ini merupakan kerja keras seluruh staff dan karyawan RS Pondok Indah - Puri Indah .“Saya sangat berterimakasih atas dukungan penuh dari Direksi dan seluruh staff dan karyawan RS Pondok Indah - Puri Indah. Tentu ini menjadi pemicu semangat kami untuk tetap memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi seluruh pasien kami.”

Bagi RS Pondok Indah - Puri Indah, keberhasilan meraih akreditasi nasional dengan lulus Paripurna  ini bukanlah akhir, namun merupakan upaya peningkatan kualitas secara terus menerus (Continous Quality Improvement). Setiap peluang untuk melakukan perbaikan akan dilakukan oleh RS Pondok Indah - Puri Indah demi meningkatkan mutu layanan dan demi keselamatan pasien di RS Pondok Indah - Puri Indah.

Menyusui bayi adalah salah satu ekspresi cinta seorang ibu. Hampir semua ibu berkeinginan menyusui anaknya sendiri. Menyusui adalah kegiatan yang mengasyikkan bagi keduanya. Si ibu bisa membelai dengan mesra bayi mungilnya dan si bayi akan merasakan belaian itu sebagai sebuah kehangatan kasih sayang.

Tetapi tak jarang kesulitan ditemui dalam menyusui. Entah karena puting susu ibu lecet, payudara bengkak, ASI tak mau keluar, bayi tak mau mengisap, dan sebagainya. Ke manakah ibu bertanya jika menemui kasus-kasus tersebut? Salah satu alternatif adalah Klinik Laktasi.

Klinik Laktasi memberikan peran penting dalam memberikan wawasan bagi ibu dan calon ibu dalam dalam hal betapa pentingnya ASI bagi buah hati tercinta.

Pada hari Kamis, tanggal 13 Desember 2012,  Klinik Laktasi RSPI - Puri Indah resmi dibuka. Klinik ini yang akan melayani para ibu  melakukan konsultasi mengenai berbagai masalah dalam menyusui bayinya. “ Pembukaan klinik laktasi sebagai wujud dukungan dan kepedulian RSPI - Puri Indah terhadap pasien kehamilan dan ibu menyusui agar tercapai keberhasilan pemberian air susu ibu (ASI) dan program Inisiasi Menyusui Dini (IMD)” demikian disampaikan Dr. Mus Aida, selaku COO RSPI Puri Indah disela-sela pembukaan Klinik Laktasi.

Klinik Laktasi RSPI - Puri Indah dibuka resmi oleh COO RSPI Puri Indah dan dilanjutkan pengguntingan pita ruangan klinik Laktasi oleh Dr. Jeanne Roose Tikoalu, SpA, IBCLC selaku ketua team Klinik Laktasi.

Klinik Laktasi RSPI - Puri Indah yang terletak di lantai 7 ini akan melayani ibu-ibu hamil maupun yang sedang dalam program menyusui dalam hal wawasan pentingnya pemberian ASI untuk buah hati, proses perawatan payudara untuk ibu hamil dan ibu menyusui, cara memulai menyusui dan melakukan pelekatan (kelekatan bayi saat mengisap payudara ibu) secara benar. Dalam class edukasi akan diberikan juga tentang frekuensi dan lama waktu menyusui, cara mengetahui bayi cukup minum ASI, solusi bila produksi ASI sedikit, cara menjaga gizi ibu saat menyusui, cara agar ASI dapat dilanjutkan jika ibu sakit, cara meningkatkan produksi ASI, dan cara relaktasi.

Para ibu dan calon ibu akan dibimbing langsung oleh Team Klinik Laktasi yang terdiri dari konsulen yaitu dokter spesialis anak dengan gelar IBCLC (Dr. Jeanne Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC dan Dr. Fransiska Handi, Sp.A, IBCLC) dan konselor yaitu bidan yang telah mendapat pendidikan management Laktasi. Selain itu para dokter kebidanan dan kandungan juga turut mendukung program-program yang ada dalam Klinik Laktasi ini.

“Lakukan pemeriksaan  payudara mulai menginjak usia 20 tahun”, demikian himbauan Dr. Cahyo Novianto, M.Si. Med, Sp.B(K).Onk dalam Bincang Sehat Hari Rabu tanggal 19 September 2012 di RS Pondok Indah-Puri Indah dengan tema “Deteksi Dini dan Berkala kanker Payudara”.  Pemeriksaan dapat dilakukan dari yang paling sederhana berupa ‘SADARI (Pemeriksaan Sendiri)’ hingga pemeriksaan  dengan peralatan medis terkini.  Bagi wanita yang telah menginjak Menopause hendaknya melakukan pemeriksaan payudara pada tanggal yang sama setiap bulannya.

Pada kesempatan yang sama dihadirkan juga pembicara Dr. Rahmi Alfiah Nur Alam, Sp.Rad yang memaparkan pentingnya melakukan pemeriksaan payudara secara rutin dan berkala, karena kasus kanker payudara semakin tahun sudah pada tahap yang memprihatinkan. Menurut Global Burner of cancer bahwa dari 100 ribu wanita terdapat 26 kasus kanker payudara. Oleh karena itu Dr. Rahmi mengajak seluruh peserta yang tergabung dalam Sahabat DELAPAN (Deteksi Berkala Payudara Anda) untuk peduli terhadap kesehatan payudara dengan memeriksakan payudara dengan waktu terbaik hari ke delapan setelah menstruasi.

Dipaparkan juga bahwa saat ini RS Pondok Indah Group telah memiliki peralatan terbaru pemeriksaan payudara yang nyaman dan tanpa rasa sakit yaitu 3D Sonomammogram.  Alat USG ini mampu memberikan hasil berupa gambar  payudara lengkap secara tiga dimensi dan komprehensif yang pemeriksaannya dilakukan dalam waktu relatif  singkat.

Acara lalu diakhiri dengan doorprize berupa voucher pemeriksaan 3D Sonomammogram di RS Pondok Indah - Puri Indah.

Tanggal 9 Juli 2012 lalu, Wakil Menteri Kesehatan Republik Rakyat China, Prof. Huang Jiefu datang ke Indonesia. Kedatangannya dalam rangka kunjungan kerja dan disambut baik oleh Menteri Kesehatan Indonesia, Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH.

Selain menemui Menkes, hari itu Prof. Huang ditemani dengan Duta Besar China untuk Indonesia, Liu Jianchao berkunjung ke RS Cipto Mangunkusumo sebelum mengakhiri kunjungannya ke RS Pondok Indah-Pondok Indah. Prof. Huang secara pribadi memang tertarik untuk melihat sistem kerja rumah sakit pemerintah dan swasta di Indonesia sekaligus ingin mengunjungi dua rumah sakit yang sudah berhasil melaksanakan transplantasi hati di Indonesia, yakni RSCM dan RSPI-Puri Indah yang ada di bawah pengelolaan manajemen RSPI Group. RSPI-Puri Indah sendiri memiliki Gastrointestinal, Liver & Pancreas Center sebagai center of excellence dan Pusat Layanan Hepato-Pankreo-Bilier dan Transplantasi Hati.

Dalam kunjungannya, Prof. Huang dan Mr. Liu disambut dengan hangat oleh Ir. Deddy Kusuma selaku Ketua Steering Committee RS Pondok Indah Group, Dr. Yanwar Hadiyanto selaku CEO RS Pondok Indah Group dan jajaran manajemen. Dr. Yanwar memberikan gambaran umum mengenai sarana dan prasarana kesehatan baik untuk rawat jalan dan rawat inap, Diagostic Center dan pusat-pusat layanan unggulan yang dimiliki RSPI Group.

Prof. Huang dalam paparannya sangat mendukung kerja sama di bidang hepato-pankreo-bilier dan transplantasi hati di antara RSPI-Puri Indah dengan The First Affiliated Hospital of Zhejiang University, China. “Kerja sama ini akan mempererat hubungan di antara kedua negara dan kami tentu mendukung penuh transfer of knowledge di antara kedua belah pihak,” ungkap Prof. Huang.

Sebagai sebuah institusi kesehatan yang senantiasa mengembangkan kemampuan dalam ilmu kedokteran dan teknologi bidang kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pasien, RS Pondok Indah Group tentu saja menyambut baik dukungan dari pemerintah ke dua Negara yaitu kementrian kesehatan RI dan Kementrian Kesehatan Republik Rakyat China. “Kami berharap kerja sama dengan The First Affiliated Hospital of Zhejiang University yang merupakan salah satu pusat transplantasi hati terbaik di dunia, bisa mempercepat perkembangan pelayanan yang sama termasuk pelayanan seputar penyakit hati, pancreas dan saluran empedu di RS Pondok Indah Group khususnya dan di Indonesia pada umumnya,” ungkap Dr. Yanwar.

Di sela-sela acara, Prof. Huang dan Mr. Liu juga berkesempatan berdialog dengan Bapak Soebagijo (61), pasien dengan diagnosa sirosis dan kanker hati yang akhirnya menjalani transplantasi hati sejak 2010 lalu di RSPI-Puri Indah. Bapak Soebagijo tampak sehat dan dalam kondisi sangat baik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan hospital tour ke berbagai klinik yang ada di RS Pondok Indah-Pondok Indah dimana Prof. Huang berdialog dengan beberapa pasien dan diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan secara simbolis oleh Ir. Deddy Kusuma kepada Prof. Huang.

Jakarta, 8 Mei 2012 – Kanker payudara menjadi jenis penyakit kanker dengan jumlah penderita terbanyak kedua di dunia, bahkan menjadi penyebab kematian nomor lima terbesar di dunia. Khusus di Indonesia, Global Burden of Cancer mencatat rasio kasus kanker payudara mencapai angka 26 per 100.000 perempuan. Ironisnya, hasil survei Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta tahun 2005 menunjukkan 80 persen masyarakat tidak tahu pentingnya pemeriksaan payudara secara dini.

 

Tingginya kasus kanker payudara mendorong RS Pondok Indah Group didukung oleh anggota masyarakat dan beberapa perusahaan yang peduli akan pentingnya deteksi dini kanker payudara melakukan gerakan peduli kanker payudara. Didukung oleh beberapa public figure ternama seperti Andien Aisyah, Andra Alodita, Becky Tumewu, Melinda Babyanna, Miund, Ligwina Hananto, Paquita Widjaja, dan Stella Rissa; mereka antusias mengajak masyarakat, terutama kaum perempuan untuk lebih memperhatikan kesehatan payudara mereka. Gerakan yang dinamakan Kampanye Delapan (Deteksi Berkala Payudara Anda) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan deteksi dini kanker payudara. Setiap tanggal delapan, kaum perempuan setidaknya diingatkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

 

Mengingat jumlah kasus yang semakin banyak serta menyadari inisiatif yang sangat positif ini, maka hal ini mendorong RS Pondok Indah Group untuk memfasilitasi Kampanye Delapan dengan turut menyebarluaskan informasi mengenai kampanye tersebut kepada masyarakat. ”RS Pondok Indah Group berinisiatif untuk mengingatkan kaum perempuan untuk melakukan gerakan SADARI secara rutin. Tentu sebagai institusi yang peduli dengan kesehatan, kami sangat mendukung gerakan tersebut. Pasien dengan kanker payudara semakin banyak di Indonesia dan semakin banyak pula kasusnya di rumah sakit kami. Sayangnya pasien baru datang ketika sudah berada pada stadium lanjut. Karena itu, kami merasa perlu mengingatkan kembali kaum perempuan untuk melakukan pecegahan dengan deteksi dini. Semakin cepat kanker payudara terdeteksi maka semakin besar peluang keberhasilan penyembuhannya,” ungkap Dr. Yanwar Hadiyanto, CEO RS Pondok Indah Group.

“Jika Anda memiliki gejala seperti pembengkakan pada seluruh atau sebagian payudara, iritasi kulit, payudara atau puting terasa nyeri, puting masuk kedalam, puting atau kulit payudara berwarna kemerahan, bersisik atau menebal, keluar cairan dari puting selain air susu, serta benjolan di daerah ketiak, segeralah periksakan diri. Walaupun tidak semua benjolan merupakan kanker tapi tetap harus diwaspadai,” papar Dr. Sonar Sonny Panigoro, SpB.Onk dari Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah.

“The American Cancer Society (ACS) menganjurkan perempuan yang berusia di atas umur 20 tahun untuk melakukan SADARI setiap bulannya. Pada usia di atas 30 tahun dianjurkan untuk memeriksakan diri secara rutin setidaknya sekali dalam setahun. Begitu pula dengan perempuan berusia di atas 40 tahun yang memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara, terutama bila dibarengi dengan gaya hidup yang tidak sehat; sehingga disarankan untuk memeriksakan diri secara rutin, setidaknya sekali dalam setahun. Sedangkan mereka yang berusia di atas 40 tahun dan terdapat riwayat kanker payudara, maka harus memeriksakan diri secara rutin. Jika setelah 5 tahun dianjurkan setiap tahun sekali; antara 3-5 tahun, setiap 6 bulan dan di bawah 3 tahun setiap 3 bulan sekali. Ada banyak pilihan bagi kaum perempuan untuk deteksi dini kanker payudara, antara lain mamografi, breast ultrasound, MRI dan 3D Sonomammogram,” ujar Dr. Adji Saptogino, Sp.Rad dari RS Pondok Indah-Pondok Indah.


Beberapa metode pemeriksaan untuk mengenali kanker yang sudah banyak dikenal antara lain:

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), Uji Payudara Klinis (UPK), Mamografi, Breast Ultrasound, dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Terdapat pula metode pendeteksian dini kanker payudara yang terbaru, yaitu 3D Sonomammogram – alat pencitraan dengan teknologi ultrasound 3D terbaru untuk memperoleh, menganalisis dan melaporkan volume anatomi payudara secara rinci.

 

“Alat ini mampu memberikan hasil berupa gambar payudara lengkap secara tiga dimensi dan komprehensif dengan uji yang dilakukan dalam waktu relatif singkat (15 menit). Pencitraan yang dihasilkan mencakup seluruh anatomi koronal payudara - yang sebelumnya tidak dapat diberikan oleh metode ultrasonografi konvensional - sehingga bisa memberikan gambaran yang lebih lengkap atas anatomi dan arsitektur jaringan payudara,” papar Dr. Rahmi Alfiah Nur Alam, SpRad dari RS Pondok Indah-Puri Indah.

Dengan tersedianya 3D Sonomamogram di RS Pondok Indah Group, masyarakat dapat memperoleh hasil diagnosa yang lebih akurat dan detil. RS Pondok Indah-Pondok Indah juga memiliki klinik khusus untuk melayani pasien dengan penyakit dan masalah payudara, yaitu Aesthetic, Plastic, Breast Clinic. Klinik ini telah mengembangkan teknik-teknik operasi mutakhir dengan pendekatan onkoplastik, seperti pembuatan payudara pengganti dari lemak tubuh pasien, sehingga pasca operasi payudara, pasien masih memiliki payudara dan tidak memerlukan penggunaan payudara palsu.

Klinik ini juga melayani pemeriksaan media non radiasi melalui screening kanker payudara dengan High Definition-MRI 1,5 Tesla yang menggunakan media magnet dan gelombang radio untuk pencitraan dalam berbagai proyeksi. HD-MRI 1,5 Tesla juga digunakan untuk pemeriksaan paska mastektomi dan rekonstruksi bedah plastik payudara (termasuk Silicon Implant). Dengan menggunakan HD-MRI 1,5 Tesla, screening payudara tidak lagi ada rasa sakit seperti halnya menggunakan Mammografi Konvensional.

Klinik ini dilengkapi peralatan modern lainya seperti Mammografi, USG, Diagnostik Stereotaktik, serta operasi teknik invasif minimal dengan mammotome sehingga operasi tumor dan kista payudara dapat dilakukan secara cermat, tepat dan cepat.

Data dari profil kesehatan Indonesia tahun 2008 yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa kanker payudara menduduki urutan pertama dari 10 penyakit kanker pada pasien rawat inap di rumah sakit selama periode 2004-2007. Tingginya kasus kanker payudara di Indonesia dan RS Pondok Indah Group mendorong RS Pondok Indah Group mengadakan seminar bertema “Current Update Detection and Treatment of Breast Cancer” pada Selasa, 1 Mei 2012 lalu.

Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 150 orang dokter dan perawat dari RS Pondok Indah-Pondok Indah dan RS Pondok Indah-Puri Indah ini membahas seputar teknologi terbaru dan penanggulangan terkini kanker payudara.

“Perempuan cenderung memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara dibanding pria karena perubahan hormon estrogen dan progesterone yang dimilikinya. Resiko tinggi juga dimiliki oleh seseorang yang memiliki garis keturunan riwayat kanker atau pernah terkena kanker payudara sebelumnya, melakukan terapi hormon pasca menopause dalam jangka waktu lama, terpapar radiasi saat terapi untuk daerah dada saat usia muda, hamil di usia tua, dan tidak menyusui anak. Selain itu, penggunaan pil KB dalam jangka waktu lama, gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kurang aktivitas fisik juga memicu resiko terkena kanker payudara,” ungkap Dr. Sonar Sonny Panigoro, SpB.Onk dari Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah. Seminar hari itu juga membahas mengenai beberapa metode pemeriksaan untuk mengenali kanker payudara seperti Uji Payudara Klinis (UPK) untuk mengidentifikasi adanya abnormalitas pada ukuran, bentuk, perubahan kulit atau puting payudara; Mamografi yang menggunakan sinar X-ray skala rendah untuk melihat bagian dalam payudara sehingga menghasilkan gambar hitam putih pada film yang akan dibaca dan ditafsirkan oleh ahli radiologi; Breast Ultrasound dengan gelombang suara untuk memindai payudara yang kemudian diproyeksikan ke layar komputer dalam gambar hitam putih; Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang tidak menggunakan sinar x-ray melainkan menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan pencitraan yang lebih detil.

 

“Selain beberapa metode diatas, terdapat metode pendeteksian dini kanker payudara yang terbaru, yaitu 3D Sonomammogram – alat pencitraan dengan teknologi ultrasound 3D terbaru untuk memperoleh, menganalisis dan melaporkan volume anatomi payudara secara rinci,” ungkap Dr. Angela Umali Crisostomo, M.D, President, Diagnostic Breast Imaging Society of the Philippines yang juga menjadi salah satu pembicara dalam seminar hari itu.

 

Keunggulan lain dari 3D Sonomammogram adalah hasilnya dapat terekam dalam bentuk Breast Imaging Reporting and Data System (BI-RADS®) semi otomatis dan komprehensif yang bisa digunakan untuk keperluan klinis. Sebagai informasi, BI-RADS® merupakan klasifikasi yang ditetapkan American College of Radiology (ACR) untuk reporting skrining mamografi.

Sabtu, 28 Januari lalu, RS Pondok Indah Group merayakan ulang tahunnya yang ke-25 bertempat di Taman Puspita. Perayaan peristiwa penting ini tidak hanya dilakukan satu hari saja, namun sejak September hingga akhir tahun 2011 RS Pondok Indah Group memiliki acara khusus untuk memperingati momen istimewa ini.

Acara yang dihadiri 1.500 karyawan RS Pondok Indah-Pondok Indah dan RS Pondok Indah-Puri Indah ini berlangsung meriah. Hari itu, para karyawan disambut layaknya “bintang” dengan adanya fotografer yang selalu siap mengabadikan momen dan aksi mereka pada wall of fame yang terdapat di lounge Taman Puspita.

Manajemen juga memberikan penghargaan kepada 35 dokter atas masa bakti 25 tahun di RS Pondok Indah-Pondok Indah. Pengumuman pemenang karyawan teladan dan para nominator juga disampaikan pihak manajemen sore itu. Tidak hanya itu 6 buah motor dan lebih dari 300 doorprize lainnya juga dibagikan kepada para karyawan. Acara kemudian mencapai puncaknya ketika Nidji menghibur para karyawan dengan membawakan lagu-lagu hitsnya.

“Kegiatan yang berhubungan dengan ulang tahun ke-25 RS Pondok Indah Group ini merupakan ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar RS Pondok Indah Group yaitu para pasien, mitra kerja, stakeholder dan seluruh staf serta karyawan atas kiprah perjalanan yang telah dilakukan selama ini,” ungkap Kharina Wijaya selaku Corporate Communication & Public Relations Coordinator RS Pondok Indah Group.

Dr. Yanwar Hadiyanto, CEO RS Pondok Indah Group mengatakan, “Puncak peringatan 25 tahun ini merupakan momentum istimewa untuk semakin memantapkan upaya kami agar tetap menjadi penyelenggara layanan kesehatan swasta pertama dan terbaik di Indonesia. Sesuai dengan tema ulang tahun kami: Creating New Possibilities, kami selalu berupaya menciptakan berbagai solusi kesehatan dengan menyempurnakan pelayanan yang berfokus pada pasien, investasi peralatan kesehatan yang ‘state of the art’, maupun penggunaan teknologi informasi terkini. Dengan demikian kita dapat mengantisipasi apa yang terjadi dan yang akan kita lakukan di masa mendatang.”

Dalam rangka menghadapi era globalisasi yang tengah berlangsung, di mana pelayanan dalam bidang kesehatan semakin tak terbatas oleh tempat dan waktu, Rumah Sakit Pondok Indah Group semakin memantapkan langkahnya dengan hadirnya logo baru.

Perubahan logo ini merupakan langkah lanjut dari perubahan nama Rumah Sakit Puri Indah menjadi Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah yang ke depannya diharapkan membawa perubahan baik bagi rumah sakit dalam hal pemberian pelayanan kesehatan.

Adapun tujuan utama perubahan logo ini adalah untuk menyeragamkan nama dua rumah sakit yang bernaung di bawah Rumah Sakit Pondok Indah Group. Dengan selarasnya atribut rumah sakit kami, pelanggan diharapkan dapat mengenal lebih baik pelayanan dari dua rumah sakit yang merupakan satu kesatuan yakni Rumah Sakit Pondok Indah-Jakarta Selatan dan Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah.

Selain pelanggan dalam skala nasional, perubahan logo Rumah Sakit Pondok Indah Group juga dimaksudkan agar Rumah Sakit Pondok Indah Group beserta dua rumah sakitnya, dapat dikenal dalam kancah internasional. “Dengan kata lain, kami menegaskan posisi kami sebagai Rumah Sakit Pondok Indah Group yang dikenal melalui pelayanan kesehatannya di dalam dan di luar negeri sehingga citra pelayanan kesehatan di Indonesia juga akan semakin dikenal masyarakat,” ungkap Dr. Yanwar Hadiyanto, CEO Rumah Sakit Pondok Indah Group.

Menyadari besarnya kepercayaan yang diberikan dan dengan meningkatnya jumlah pasien dan pelanggan, RS Pondok Indah semakin berbenah dan mengembangkan program layanannya. Untuk itu, di awal tahun 2012, RS Pondok Indah Group mensosisalisasikan nomor call center baru: 765 7525, ext. 2 untuk RS Pondok Indah-Pondok Indah dan 2569 5200 untuk RS Pondok Indah-Puri Indah. Layanan ini akan melengkapi kebutuhan pasien guna menjawab tantangan yang dihadapi perusahaan dewasa ini.

Program ini merupakan upaya RS Pondok Indah Group dalam meningkatkan kepuasan serta memudahkan pelayanan para pasiennya. Call center menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih lancar, cepat dan personal di semua saluran yang tersedia dengan membantu pelayanan pembuatan appointment, jadwal dokter dan memberikan informasi lainnya. Call Center RS Pondok Indah ini adalah bagian dari komitmen manajemen untuk “lebih dekat” dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien dan pelanggannya.
Halaman 1 dari 3