News

Jakarta, 8 Mei 2012 – Kanker payudara menjadi jenis penyakit kanker dengan jumlah penderita terbanyak kedua di dunia, bahkan menjadi penyebab kematian nomor lima terbesar di dunia. Khusus di Indonesia, Global Burden of Cancer mencatat rasio kasus kanker payudara mencapai angka 26 per 100.000 perempuan. Ironisnya, hasil survei Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta tahun 2005 menunjukkan 80 persen masyarakat tidak tahu pentingnya pemeriksaan payudara secara dini.

Tingginya kasus kanker payudara mendorong RS Pondok Indah Group didukung oleh anggota masyarakat dan beberapa perusahaan yang peduli akan pentingnya deteksi dini kanker payudara melakukan gerakan peduli kanker payudara. Didukung oleh beberapa public figure ternama seperti Andien Aisyah, Andra Alodita, Becky Tumewu, Melinda Babyanna, Miund, Ligwina Hananto, Paquita Widjaja, dan Stella Rissa; mereka antusias mengajak masyarakat, terutama kaum perempuan untuk lebih memperhatikan kesehatan payudara mereka. Gerakan yang dinamakan Kampanye Delapan (Deteksi Berkala Payudara Anda) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan deteksi dini kanker payudara. Setiap tanggal delapan, kaum perempuan setidaknya diingatkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

Mengingat jumlah kasus yang semakin banyak serta menyadari inisiatif yang sangat positif ini, maka hal ini mendorong RS Pondok Indah Group untuk memfasilitasi Kampanye Delapan dengan turut menyebarluaskan informasi mengenai kampanye tersebut kepada masyarakat. ”RS Pondok Indah Group berinisiatif untuk mengingatkan kaum perempuan untuk melakukan gerakan SADARI secara rutin. Tentu sebagai institusi yang peduli dengan kesehatan, kami sangat mendukung gerakan tersebut. Pasien dengan kanker payudara semakin banyak di Indonesia dan semakin banyak pula kasusnya di rumah sakit kami. Sayangnya pasien baru datang ketika sudah berada pada stadium lanjut. Karena itu, kami merasa perlu mengingatkan kembali kaum perempuan untuk melakukan pecegahan dengan deteksi dini. Semakin cepat kanker payudara terdeteksi maka semakin besar peluang keberhasilan penyembuhannya,” ungkap Dr. Yanwar Hadiyanto, CEO RS Pondok Indah Group.

“Jika Anda memiliki gejala seperti pembengkakan pada seluruh atau sebagian payudara, iritasi kulit, payudara atau puting terasa nyeri, puting masuk kedalam, puting atau kulit payudara berwarna kemerahan, bersisik atau menebal, keluar cairan dari puting selain air susu, serta benjolan di daerah ketiak, segeralah periksakan diri. Walaupun tidak semua benjolan merupakan kanker tapi tetap harus diwaspadai,” papar Dr. Sonar Sonny Panigoro, SpB.Onk dari Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah.

“The American Cancer Society (ACS) menganjurkan perempuan yang berusia di atas umur 20 tahun untuk melakukan SADARI setiap bulannya. Pada usia di atas 30 tahun dianjurkan untuk memeriksakan diri secara rutin setidaknya sekali dalam setahun. Begitu pula dengan perempuan berusia di atas 40 tahun yang memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara, terutama bila dibarengi dengan gaya hidup yang tidak sehat; sehingga disarankan untuk memeriksakan diri secara rutin, setidaknya sekali dalam setahun. Sedangkan mereka yang berusia di atas 40 tahun dan terdapat riwayat kanker payudara, maka harus memeriksakan diri secara rutin. Jika setelah 5 tahun dianjurkan setiap tahun sekali; antara 3-5 tahun, setiap 6 bulan dan di bawah 3 tahun setiap 3 bulan sekali. Ada banyak pilihan bagi kaum perempuan untuk deteksi dini kanker payudara, antara lain mamografi, breast ultrasound, MRI dan 3D Sonomammogram,” ujar Dr. Adji Saptogino, Sp.Rad dari RS Pondok Indah-Pondok Indah.


Beberapa metode pemeriksaan untuk mengenali kanker yang sudah banyak dikenal antara lain:

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), Uji Payudara Klinis (UPK), Mamografi, Breast Ultrasound, dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Terdapat pula metode pendeteksian dini kanker payudara yang terbaru, yaitu 3D Sonomammogram – alat pencitraan dengan teknologi ultrasound 3D terbaru untuk memperoleh, menganalisis dan melaporkan volume anatomi payudara secara rinci.  

“Alat ini mampu memberikan hasil berupa gambar payudara lengkap secara tiga dimensi dan komprehensif dengan uji yang dilakukan dalam waktu relatif singkat (15 menit). Pencitraan yang dihasilkan mencakup seluruh anatomi koronal payudara - yang sebelumnya tidak dapat diberikan oleh metode ultrasonografi konvensional - sehingga bisa memberikan gambaran yang lebih lengkap atas anatomi dan arsitektur jaringan payudara,” papar Dr. Rahmi Alfiah Nur Alam, SpRad dari RS Pondok Indah-Puri Indah. 

Dengan tersedianya 3D Sonomamogram di RS Pondok Indah Group, masyarakat dapat memperoleh hasil diagnosa yang lebih akurat dan detil. RS Pondok Indah-Pondok Indah juga memiliki klinik khusus untuk melayani pasien dengan penyakit dan masalah payudara, yaitu Aesthetic, Plastic, Breast Clinic. Klinik ini telah mengembangkan teknik-teknik operasi mutakhir dengan pendekatan onkoplastik, seperti pembuatan payudara pengganti dari lemak tubuh pasien, sehingga pasca operasi payudara, pasien masih memiliki payudara dan tidak memerlukan penggunaan payudara palsu.

Klinik ini juga melayani pemeriksaan media non radiasi melalui screening kanker payudara dengan High Definition-MRI 1,5 Tesla yang menggunakan media magnet dan gelombang radio untuk pencitraan dalam berbagai proyeksi. HD-MRI 1,5 Tesla juga digunakan untuk pemeriksaan paska mastektomi dan rekonstruksi bedah plastik payudara (termasuk Silicon Implant). Dengan menggunakan HD-MRI 1,5 Tesla, screening payudara tidak lagi ada rasa sakit seperti halnya menggunakan Mammografi Konvensional.

Klinik ini dilengkapi peralatan modern lainya seperti Mammografi, USG, Diagnostik Stereotaktik, serta operasi teknik invasif minimal dengan mammotome sehingga operasi tumor dan kista payudara dapat dilakukan secara cermat, tepat dan cepat.

dari profil kesehatan Indonesia tahun 2008 yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa kanker payudara menduduki urutan pertama dari 10 penyakit kanker pada pasien rawat inap di rumah sakit selama periode 2004-2007. Tingginya kasus kanker payudara di Indonesia dan RS Pondok Indah Group mendorong RS Pondok Indah Group mengadakan seminar bertema “Current Update Detection and Treatment of Breast Cancer” pada Selasa, 1 Mei 2012 lalu.

Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 150 orang dokter dan perawat dari RS Pondok Indah-Pondok Indah dan RS Pondok Indah-Puri Indah ini membahas seputar teknologi terbaru dan penanggulangan terkini kanker payudara. 

“Perempuan cenderung memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara dibanding pria karena perubahan hormon estrogen dan progesterone yang dimilikinya. Resiko tinggi juga dimiliki oleh seseorang yang memiliki garis keturunan riwayat kanker atau pernah terkena kanker payudara sebelumnya, melakukan terapi hormon pasca menopause dalam jangka waktu lama, terpapar radiasi saat terapi untuk daerah dada saat usia muda, hamil di usia tua, dan tidak menyusui anak. Selain itu, penggunaan pil KB dalam jangka waktu lama, gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kurang aktivitas fisik juga memicu resiko terkena kanker payudara,” ungkap Dr. Sonar Sonny Panigoro, SpB.Onk dari Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah. Seminar hari itu juga membahas mengenai beberapa metode pemeriksaan untuk mengenali kanker payudara seperti Uji Payudara Klinis (UPK) untuk mengidentifikasi adanya abnormalitas pada ukuran, bentuk, perubahan kulit atau puting payudara; Mamografi yang menggunakan sinar X-ray skala rendah untuk melihat bagian dalam payudara sehingga menghasilkan gambar hitam putih pada film yang akan dibaca dan ditafsirkan oleh ahli radiologi; Breast Ultrasound dengan gelombang suara untuk memindai payudara yang kemudian diproyeksikan ke layar komputer dalam gambar hitam putih; Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang tidak menggunakan sinar x-ray melainkan menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan pencitraan yang lebih detil.

“Selain beberapa metode diatas, terdapat metode pendeteksian dini kanker payudara yang terbaru, yaitu 3D Sonomammogram – alat pencitraan dengan teknologi ultrasound 3D terbaru untuk memperoleh, menganalisis dan melaporkan volume anatomi payudara secara rinci,” ungkap Dr. Angela Umali Crisostomo, M.D, President, Diagnostic Breast Imaging Society of the Philippines yang juga menjadi salah satu pembicara dalam seminar hari itu.

Keunggulan lain dari 3D Sonomammogram adalah hasilnya dapat terekam dalam bentuk Breast Imaging Reporting and Data System (BI-RADS®) semi otomatis dan komprehensif yang bisa digunakan untuk keperluan klinis. Sebagai informasi, BI-RADS® merupakan klasifikasi yang ditetapkan American College of Radiology (ACR) untuk reporting skrining mamografi.

RS Pondok Indah-Pondok Indah dianugrahi penghargaan The Best of Service to Care Champion untuk katagori rumah sakit pada Indonesia Service to Care Award 2012. Penghargaan ini diterima oleh Dr. Yanwar Hadiyanto selaku CEO RS Pondok Indah Group.  

Acara ini diselenggarakan bersamaan dengan Seminar Going Beyond Excellence: Delivering Service With Caring Principles yang disampaikan oleh Kent Seltman, PhD, Emeritus Director of Marketing Mayo Clinic dan Hermawan Kartajaya, Founder and President of MarkPlus, Inc pada hari Selasa (03/04) bertempat di Hotel Four Seasons, Jakarta. 

Indonesia Service to Care Award 2012 merupakan penghargaan yang diberikan oleh Majalah Marketeers melalui Service to Care Index, bekerja sama dengan lembaga riset MarkPlus Insight yang mengadakan penilaian kualitas layanan pada tujuh industri di Indonesia dengan berbasis caring. Survei dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2012 terhadap 1560 responden di area Jabodetabek yang merupakan pelanggan dari industri yang dievaluasi (rumah sakit, dealership network, maskapai penerbangan, pembiayaan kredit motor dan mobil operator seluler, serta asuransi jiwa).

Responden adalah mereka yang selama enam bulan terakhir ini menjadi pengguna dari industri yang dievaluasi sehingga diharapkan evaluasi kepuasan pelanggan dapat disampaikan secara objektif berdasarkan experience yang dialami customer secara langsung.

Index yang digunakan pada Award ini adalah credibility yang merupakan jaminan kualitas layanan yang terpercaya; aspek dependability yaitu pelayanan berbasis “solusi” dan “caregiver; aspek courtesy atau pelayanan yang hangat dan tulus kepada pelanggan; aspek comfortability yaitu kenyamanan yang dirasakan pasien, pelanggan dan keluarganya, dan terakhir connectivity yang merupakan hubungan kuat dan personal yang dibangun rumah sakit sehingga dapat lebih mengenali kebutuhan pelanggannya. RS Pondok Indah-Pondok Indah berhasil meraih index tertinggi secara keseluruhan dalam kategori rumah sakit. 

Dalam diskusi panel bertajuk The Secret of World Class Service Organizations yang diadakan pada hari yang sama, Dr. Yanwar Hadiyanto berkomentar soal layanan dengan mengusung kepercayaan. Menurutnya tanpa kepercayaan, pelanggan akan pergi. “Trust dan Caring adalah hal yang mutlak di rumah sakit. Tidak mudah mewujudkan hal ini, tapi salah satu kunci utama adalah selalu pro-aktif mendengarkan dan memberikan solusi untuk umpan balik yang diberikan oleh pelanggan. Semua jajaran harus tulus memberikan solusi yang terbaik bagi konsumen,” ungkapnya.

Yanwar juga sempat menggarisbawahi pentingnya menciptakan empati bagi para pelanggan. RS Pondok Indah-Pondok Indah berupaya menggali umpan balik dari pasien setiap bulannya. “90% pasien mau memberikan umpan balik kepada kami. Umpan balik itu ada yang berupa keluhan yang harus ditemukan solusinya, ada pula yang berupa pujian yang menjadi semangat bagi karyawan kami untuk melayani lebih baik lagi.

Keberhasilan RS Pondok Indah-Pondok Indah dalam meraih penghargaan ini tentunya tidak lepas dari dukungan dan kepercayaan yang diberikan selama ini oleh pelanggan, pasien, para mitra bisnis dan tentu saja semua karyawan-karyawati, suster dan dokter di RS Pondok Indah-Pondok Indah. “Penghargaan ini tentu memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang caring dan dapat dipercaya bagi semua orang yang membutuhkan pelayanan kami” terang Yanwar.


Sabtu, 28 Januari lalu, RS Pondok Indah Group merayakan ulang tahunnya yang ke-25 bertempat di Taman Puspita. Perayaan peristiwa penting ini tidak hanya dilakukan satu hari saja, namun sejak September hingga akhir tahun 2011 RS Pondok Indah Group memiliki acara khusus untuk memperingati momen istimewa ini.

Acara yang dihadiri 1.500 karyawan RS Pondok Indah-Pondok Indah dan RS Pondok Indah-Puri Indah ini berlangsung meriah. Hari itu, para karyawan disambut layaknya “bintang” dengan adanya fotografer yang selalu siap mengabadikan momen dan aksi mereka pada wall of fame yang terdapat di lounge Taman Puspita.

Manajemen juga memberikan penghargaan kepada 35 dokter atas masa bakti 25 tahun di RS Pondok Indah-Pondok Indah. Pengumuman pemenang karyawan teladan dan para nominator juga disampaikan pihak manajemen sore itu. Tidak hanya itu 6 buah motor dan lebih dari 300 doorprize lainnya juga dibagikan kepada para karyawan. Acara kemudian mencapai puncaknya ketika Nidji menghibur para karyawan dengan membawakan lagu-lagu hitsnya.

“Kegiatan yang berhubungan dengan ulang tahun ke-25 RS Pondok Indah Group ini merupakan ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar RS Pondok Indah Group yaitu para pasien, mitra kerja, stakeholder dan seluruh staf serta karyawan atas kiprah perjalanan yang telah dilakukan selama ini,” ungkap Kharina Wijaya selaku Corporate Communication & Public Relations Coordinator RS Pondok Indah Group.

Dr. Yanwar Hadiyanto, CEO RS Pondok Indah Group mengatakan, “Puncak peringatan 25 tahun ini merupakan momentum istimewa untuk semakin memantapkan upaya kami agar tetap menjadi penyelenggara layanan kesehatan swasta pertama dan terbaik di Indonesia. Sesuai dengan tema ulang tahun kami: Creating New Possibilities, kami selalu berupaya menciptakan berbagai solusi kesehatan dengan menyempurnakan pelayanan yang berfokus pada pasien, investasi peralatan kesehatan yang ‘state of the art’, maupun penggunaan teknologi informasi terkini. Dengan demikian kita dapat mengantisipasi apa yang terjadi dan yang akan kita lakukan di masa mendatang.”

Dalam rangka menghadapi era globalisasi yang tengah berlangsung, di mana pelayanan dalam bidang kesehatan semakin tak terbatas oleh tempat dan waktu, Rumah Sakit Pondok Indah Group semakin memantapkan langkahnya dengan hadirnya logo baru.

Perubahan logo ini merupakan langkah lanjut dari perubahan nama Rumah Sakit Puri Indah menjadi Rumah Sakit Pondok Indah - Puri Indah yang ke depannya diharapkan membawa perubahan baik bagi rumah sakit dalam hal pemberian pelayanan kesehatan.

Adapun tujuan utama perubahan logo ini adalah untuk menyeragamkan nama dua rumah sakit yang bernaung di bawah Rumah Sakit Pondok Indah Group. Dengan selarasnya atribut rumah sakit kami, pelanggan diharapkan dapat mengenal lebih baik pelayanan dari dua rumah sakit yang merupakan satu kesatuan yakni Rumah Sakit Pondok Indah - Pondok Indah dan Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah.

Selain pelanggan dalam skala nasional, perubahan logo Rumah Sakit Pondok Indah Group juga dimaksudkan agar Rumah Sakit Pondok Indah Group beserta dua rumah sakitnya, dapat dikenal dalam kancah internasional. “Dengan kata lain, kami menegaskan posisi kami sebagai Rumah Sakit Pondok Indah Group yang dikenal melalui pelayanan kesehatannya di dalam dan di luar negeri sehingga citra pelayanan kesehatan di Indonesia juga akan semakin dikenal masyarakat,” ungkap Dr. Yanwar Hadiyanto, CEO Rumah Sakit Pondok Indah Group.

Menyadari besarnya kepercayaan yang diberikan dan dengan meningkatnya jumlah pasien dan pelanggan, RS Pondok Indah semakin berbenah dan mengembangkan program layanannya. Untuk itu, di awal tahun 2012, RS Pondok Indah Group mensosisalisasikan nomor call center baru: 765 7525, ext. 2 untuk RS Pondok Indah-Pondok Indah dan 2569 5200 untuk RS Pondok Indah-Puri Indah. Layanan ini akan melengkapi kebutuhan pasien guna menjawab tantangan yang dihadapi perusahaan dewasa ini. 

Program ini merupakan upaya RS Pondok Indah Group dalam meningkatkan kepuasan serta memudahkan pelayanan para pasiennya. Call center menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih lancar, cepat dan personal di semua saluran yang tersedia dengan membantu pelayanan pembuatan appointment, jadwal dokter dan memberikan informasi lainnya. Call Center RS Pondok Indah ini adalah bagian dari komitmen manajemen untuk “lebih dekat” dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien dan pelanggannya.

Salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) RS Pondok Indah Group bekerja sama dengan Yayasan Puspita adalah mendukung program Pemerintah dengan berpartisipasi dalam program revitalisasi Posyandu di kelurahan Pondok Pinang. Bantuan dalam revitalisasi 3 Posyandu (Bayam II, Kacang Panjang I dan Seledri II) ini diberikan selama satu tahun, mulai dari Januari 2011 s/d Desember 2011.

Sehubungan dengan telah selesainya program ini, RS Pondok Indah Group mengundang Perwakilan Kelurahan, Kepala Puskesmas, dan Kader Posyandu untuk menghadiri presentasi laporan kegiatantersebut yang dibawakan oleh Corporate Communication & Public Relations Coordinator, Kharina Wijaya selaku penanggung jawab kegiatan Revitaliasi Posyandu.

Adapun salah satu agenda acara hari itu adalah penyuluhan para Kader Posyandu bertajuk “Peningkatan Status Gizi Kesehatan Balita dengan Pola Asuh Nutrisi dan Appropriate Feeding” yang dibawakan oleh Dr Ferdinand Zaron dan disambut antusias dengan banyaknya pertanyaan yang muncul dari para peserta.

Pada hari itu RS Pondok Indah Group kembali memberikan bantuan makanan tambahan kepada 10 balita di bawah garis merah dan evaluasi perkembangan status gizi serta penyuluhan kesehatan untuk ibu balita.

Dalam rangka menyambut hari AIDS Sedunia dan HUT-nya yang ke-25, RS Pondok Indah Group mengadakan seminar medis “Pengobatan Rasional Pada Kasus-Kasus Infeksi” pada tanggal 30 November lalu.

Penggunaan obat yang tidak rasional merupakan permasalahan global yang sangat serius karena merupakan tindakan pemubadziran dan berbahaya.  Penggunaan obat yang tidak rasional antara lain obat tidak sesuai indikasi, regimen dosis yang tidak tepat, durasi penggunaan tidak tepat, dan cara penggunaan yang tidak sesuai.

Antibiotik sering digunakan secara berlebihan dan tidak sesuai indikasinya dan hal ini telah dipraktekkan di seluruh dunia.  Padahal, banyak penyakit infeksi berbahaya yang sudah dikenal maupun new emerging disease semakin mengancam kesehatan penduduk dunia.

“Penggunaan obat yang tidak rasional ini merupakan krisis kesehatan publik global dan minimnya investasi untuk memperbaiki situasi tersebut merupakan tantangan kita di masa depan,” ungkap Dr. Bing Widjaja, Sp.PK(K) selaku Ketua Panita acara seminar tersebut.

Seminar yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan para dokter dan profesi penunjang pelayanan medis ini menghadirkan narasumber para dokter ahli dari berbagai spesialisasi mulai dari Penyakit Dalam, Dr. Chaidir Aulia, Sp.PD-KGEH yang membahas mengenai “Terapi Terkini Pada Penderita HIV-AIDS”; Dr. Suhendro, Sp.PD-KPTI tentang “Terapi Antibiotika Terkini Pada Orang Dewasa/Usia Lanjut di Unit Rawat Jalan“; spesialisasi Anak: Dr. Hinky H.I. Satari, Sp.A(K) yang membahas mengenai “Terapi Antibiotika Terkini Pada Anak di Unit Rawat Jalan”; Anastesi: Dr. Yohannes W. H. George, Sp.An-KIC yang membahas mengenai “Pengobatan Terkini Pada Kasus Infeksi di ICU/ICCU“, Patologi Klinik: Dr. Tony Loho, Sp.PK tentang “Do and Don’t Pada Penggunaan Antibiotika “, sampai Bedah Mulut yakni Prof. DR. Drg. Benny S. Latief, Sp.BM(K) tentang “Penatalaksanaan dan Perawatan Oro Maxillo Facial Infection.”

Hari itu Ruang Serbaguna RS Pondok Indah Group dipenuhi dengan gemuruh para peserta sesi motivasi, yang keseluruhannya adalah para karyawan, staff, dokter, dan perawat dari RS Pondok Indah dan RS Puri Indah.

Sesi motivasi ini merupakan salah satu rangkaian acara menyambut hari ulang tahun RS Pondok Indah Group ke-25, yang jatuh pada Desember mendatang. Selama 5 hari berturut-turut dengan durasi sekitar 2 jam, para peserta dibuat hanyut dalam untaian lagu dan irama angklung.

Lagu yang dibawakan pun macam-macam. Selain lagu nasional, terdapat juga lagu pop maupun asing yang banyak dikenal masyarakat luas.

“Main angklung bersama-sama menjadi hal yang ditunggu-tunggu para karyawan kami. Sebanyak 500 orang mengikuti sesi ini tiap harinya. Dibutuhkan ratusan orang untuk memainkan angklung agar terdengar harmonis, sama halnya dengan dibutuhkannya kerja sama tim dalam rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien kami. Selain untuk menghibur para karyawan, ada nilai-nilai rumah sakit yang ingin kami tanamkan dalam diri tiap karyawan kami,” ucap Kharina Wijaya, Corporate Communication & Public Relations RS Pondok Indah Group.

Itu pula sebabnya hari itu ruang serbaguna dipenuhi dengan dekorasi bertuliskan nilai-nilai RS Pondok Indah Group seperti Integrity, Quality, Teamwork, Ethics, Spirit & Persistence, Innovation, Individual Development, Continuous Learning. 

Selain itu, para peserta juga tak perlu khawatir bila sebelumnya mereka tak pernah tahu bagaimana cara memainkan angklung. Pak Joko memberikan panduan kilat tentang cara memegang dan menggoyangkan angklung untuk memperoleh tekanan suara yang diinginkan.

Dengan panduan Pak Joko, dalam seketika para peserta sanggup membawakan lagu-lagu dalam satu sesi. Rahasianya, Pak Joko memberikan kaitan tanda isyarat tangan dengan nada angklung mana yang harus dibunyikan. Dengan demikian secara serentak terdengar berbagai alunan lagu dari angklung yang secara bergiliran dibunyikan sesuai isyarat tangan pelatih.

Yayasan Gerakan Kepedulian Angkat Citra Orang Papa atau GK-Ancop mengadakan event pada hari Minggu, 25 September 2011 di Plaza Tenggara Monas, Jakarta. Event 'ANCOP GLOBAL WALK' ini adalah event yang diadakan di seluruh dunia dan merupakan yang pertama diadakan di Indonesia. Event ini diikuti oleh sekitar 5.000 peserta dari berbagai usia.

ANCOP Global Walk sendiri adalah event pengumpulan dana yang bertujuan untuk membantu pendidikan anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. ANCOP Global Walk ini tidak hanya mengumpulkan dana, tapi juga mengadakan jalan sehat sepanjang 5 km yang dimulai di Monas hingga ke Bundaran Hotel Indonesia melalui Jl. M.H. Thamrin dan kembali ke Monas. Event ini dimulai pukul 6 pagi, dimana jalan sehat ini start pukul 7 pagi, dan keseluruhan event berakhir pukul 10 pagi.

RS Pondok Indah Group turut berpartisipasi dalam ANCOP Global Walk ini sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility program kami. RS Pondok Indah Group menyediakan 1 unit ambulan, pasokan obat-obatan dan staff medis yaitu dokter dan perawat dari RS Pondok Indah - Jakarta Selatan untuk memberikan bantuan pertama kepada para peserta, juga pelayanan pemeriksaan tensi kepada peserta event.

Halaman 1 dari 5