News

Sebagai sebuah institusi kesehatan yang peduli terhadap perkembangan, transfer ilmu dan teknologi bidang kesehatan, RS Pondok Indah - Jakarta Selatan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi rumah sakit-rumah sakit lain di seluruh Indonesia untuk melakukan kunjungan RS Pondok Indah - Jakarta Selatan.

Seperti halnya permohonan hospital tour dari RS Bumi Waras, Bandar Lampung yang disambut baik RS Pondok Indah. Dalam kunjungannya pada tanggal 10 Juni lalu, RS Bumi Waras mengirimkan 31 orang timnya mulai dari para Direktur, Manajer, Kepala Unit Emergency, HCU, Penunjang Medis seperti Laboratorium dan Radiologi, Keperawatan, Rekam Medik dan Kasir.

Kunjungan diawali dengan sambutan sekaligus presentasi Dr. Mus Aida, MARS selaku Manager Customer Relations & Corporate Communication tentang layanan primer Emergency, Executive Health Check Up, layanan rawat jalan dan rawat inap yang juga didukung Diagostic Center dan pusat-pusat layanan unggulan/ Center of Excellent. Pada kesempatan kali itu, Dr. Mus Aida juga memperkenalkan RS Puri Indah yang merupakan salah satu rumah sakit di bawah naungan manajemen RS Pondok Indah Group.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tur mengelilingi berbagai klinik yang ada di RS Pondok Indah - Jakarta Selatan. Banyaknya peserta hospital tour dan dalam rangka memenuhi kebutuhan peserta akan informasi yang lengkap, RS Pondok Indah - Jakarta Selatan membagi rombongan tim RS Bumi Waras menjadi dua kelompok.

Pada 19 Mei 2010 lalu, RS Pondok Indah - Jakarta Selatan kembali menggelar temu media dalam upaya pembekalan informasi seputar penanganan komprehensif penyakit penyempitan pembuluh darah koroner dengan tajuk “Coronary Angiografi, Terobosan Solusi Masalah Jantung Koroner Tanpa Bedah”. Acara ini menghadirkan dokter spesialis jantung, Dr. Taufik Pohan, Sp.JP dan Bapak Sjachrulsjah yang memberikan testimoninya selama menjalani pemeriksaan dan perawatan di Unit Angiografi – Cardiac & Vascular Intervention Center RS Pondok Indah - Jakarta Selatan.

Unit Angiografi RS Pondok Indah - Jakarta Selatan dilengkapi dengan perangkat berteknologi tinggi, pemasangan stent/ cincin berlapis obat (drug eluting stent) sebagai solusi alternatif penanganan penyempitan pembuluh darah dan jantung koroner. Selain itu, Laboratorium Katerisasi dengan fasilitas ruang perawatan khusus sebelum maupun sesudah katerisasinya juga memberikan kenyamanan tanpa mengurangi standar keselamatan dan pelayanan medis.

RS Pondok Indah - Jakarta Selatan juga menjadi salah satu rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang memiliki peralatan angiografi mutakhir dengan sistem X-Ray yang memungkinkan pencitraan gambar terbaik dan pemberian dosis sinar X yang lebih aman.

“Unit Angiografi – Cardiac & Vascular Intervention Center RS Pondok Indah - Jakarta Selatan merupakan wujud nyata kepedulian manajemen rumah sakit untuk selalu menyediakan layanan komprehensif penanggulangan penyakit khususnya seputar kardiovaskular dengan teknologi katerisasi yang lebih advanced dan senantiasa mengedepankan kenyamanan pasien”, ucap Dr. Yanwar Hadiyanto selaku Chief of Business, Marketing & Customer Management RS Pondok Indah Group.

Komite Medik dan manajemen RS Pondok Indah - Jakarta Selatan kembali menyelenggarakan Doctor’s Gathering pada tanggal 20 April 2010 lalu sebagai upaya untuk menjalin kebersamaan para dokter. Acara ramah tamah yang kental dengan suasana akrab dan kekeluargaan ini diadakan di Roemah Tujuh, Jalan Lebak Bulus I. 

Pada kesempatan tersebut, Dr.Med Adji Saptogino, Sp. Rad (K), Sp.KN selaku Ketua Komite Medik mengatakan bahwa komitmen dan kerja sama tim medis dan staf penunjang sangat dibutuhkan dalam mendukung keberhasilan pemberian pelayanan terbaik bagi pasien. Standarisasi dan kualitas pelayanan rumah sakit juga menjadi salah satu agenda yang dibahas pada acara yang dihadiri 74 dokter dari berbagai subspesialisasi ini.

Acara yang bertujuan agar para dokter RS Pondok Indah - Jakarta Selatan bisa saling mengenal satu sama lain ini berlangsung meriah karena diisi dengan berbagai acara menarik seperti karaoke bersama, tari poco-poco, dan berbagai games unik.

Yayasan Puspita dan RS Pondok Indah Group kembali menyelenggarakan ”Khitanan Massal, Pemeriksaan Gigi dan Kesehatan” di Saung Aki, Cipanas (21/3).

"Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun. Tercatat 200 anak usia 2 – 12 tahun dikhitan dan 240 orang memeriksakan kesehatan dan giginya. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ungkap Ketua Yayasan Puspita, Drg. Aida Hermanysur.

Steering Comitee RS Pondok Indah Group, Ir. Anna Rosita Subagdja dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan sosial ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian RS Pondok Indah - Jakarta Selatan dan RS Puri Indah yang berada di bawah manajemen RS Pondok Indah Group dan dalam rangka implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR). 

Dalam penyelenggaraannya, RS Pondok Indah Group bekerja sama dengan bagian bedah RSCM dan Ikatan Orang Tua Murid Sekolah Al-Izhar. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian bidang kesehatan, acara ini melibatkan siswa-siswi Al-Izhar.

Jumlah keseluruhan tim adalah 76 orang, terdiri dari 12 dokter bedah, 7 dokter umum, dan 5 dokter gigi, 30 perawat serta 22 relawan.

Salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) RS Pondok Indah Group bekerja sama dengan Yayasan Puspita adalah membantu program Pemerintah dalam menggalakan program Revatilisasi Posyandu.

Selain memberikan penyuluhan kesehatan kepada para Kader, RS Pondok Indah juga berpartisipasi dalam program pemberian makanan tambahan bagi balita-balita di Bawah Garis Merah (BGM) pada Kelurahan Pondok Pinang. 

Bintang Kinar Pratiwi (3 tahun), salah satu balita yang menerima bantuan RS Pondok Indah Group didiagnosa menderita penyakit hernia sehingga pada 27 Februari 2010 lalu, Bintang menjalani operasi hernia yang dipimpin Prof.dr. Darmawan Kartono.

Operasi yang berlangsung selama ± 1 jam tersebut berlangsung dengan lancar dan tim dokter menyatakan Bintang berada dalam kondisi sehat. ”Kami mewakili kelurahan Pondok Pinang mengucapkan terima kasih atas kepedulian RS Pondok Indah terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya dalam bentuk bantuan operasi ini. Perkembangan kondisi kesehatan termasuk berat badan Bintang sangat baik dan terus meningkat dari hari ke hari,” ungkap Ibu Sri Octoria selaku Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kelurahan Pondok Pinang.

RS Pondok Indah - Jakarta Selatan mengadakan “Aksi Donor Darah 2010” untuk yang kesepuluh kalinya sebagai bentuk kepedulian sosial rumah sakit kepada masyarakat. Acara yang diadakan Kamis, 28 Januari 2010 di Lounge Taman Puspita ini disambut baik oleh segenap karyawan dan pengunjung RS Pondok Indah - Jakarta Selatan.

Aksi Donor Darah ini memang rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali melihat tanggapan yang cukup positif pada aksi donor sebelumnya. Panitia menargetkan kurang lebih 200 kantong darah akan terkumpul dalam Aksi Donor Darah kali ini.

”Aksi ini berangkat dari kesadaran RS Pondok Indah - Jakarta Selatan akan pentingnya sekantong darah yang dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Donor darah merupakan wujud dukungan kemanusiaan bagi mereka yang membutuhkan sehingga kegiatan seperti ini harus terus dipertahankan,” ungkap Dr. Soetarto, Sp.S selaku Ketua Panitia Donor Darah RS Pondok Indah - Jakarta Selatan.

Sebagai bentuk kepedulian dalam pembekalan informasi seputar layanan cek kesehatan, RS Pondok Indah - Jakarta Selatan, di bawah naungan RS Pondok Indah Group mengadakan temu media bertajuk “Health Check Up: Mengapa Harus Ke Luar Negeri?” pada tanggal 21 Januari 2010.

Acara yang melibatkan media massa ini menghadirkan narasumber Kepala Unit Executive Health Check Up (EHCU), Dr. Yuliana, MARS dan Eep Saefullah Fatah yang berbagi pengalamannya selama menjalani rangkaian cek kesehatan di EHCU RS Pondok Indah - Jakarta Selatan.

“Saya mencatat beberapa poin layanan health check up RS Pondok Indah - Jakarta Selatan yang punya potensi mengungguli layanan di luar negeri seperti Singapura dan Malaysia. Pertama adalah penyediaan tenaga medis, terutama para dokter spesialis untuk sebagian besar item layanan Health Check Up kami. Kedua, adanya sisi sentuhan personal dokter, paramedis, dan perawat yang dapat  memberikan rasa nyaman kepada para pasien,” ungkap Dr. Yuli yang memang sengaja mengunjungi rumah sakit ternama di dua negara tersebut untuk membandingkan layanan cek kesehatan di dalam dan luar negeri.

Acara yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengedukasi masyarakat tentang layanan cek kesehatan di tanah air ini dihadiri oleh 31 media massa mulai dari surat kabar, majalah, sampai online media. Press gathering ini dikemas dalam beberapa sesi seperti presentasi dan diskusi, pembagian vaksin influenza, serta tur ke EHCU RS Pondok Indah - Jakarta Selatan.

Tingginya animo masyarakat terhadap penggunaan internet disadari betul oleh RS Pondok Indah - Jakarta Selatan dan RS Puri Indah yang senantiasa berupaya meningkatkan mutu dan layanan terbaik bagi para pasiennya. Sejalan dengan fenomena dan perkembangan tren di masyarakat, kedua rumah sakit di bawah naungan RS Pondok Indah Group ini melengkapi layanannya dengan fasilitas Wi-Fi yang tentu memberikan satu lagi ‘nilai tambah’ bagi para pasien dan keluarganya.

”Fasilitas akses internet nirkabel di RS Pondok Indah - Jakarta Selatan dan RS Puri Indah guna mengakomodir kebutuhan pasien dan keluarganya yang sebagian besar merupakan kaum urban dengan gaya hidup aktif, fleksibel dan compact. Aktivitas yang berhubungan dengan koneksi data dapat dilakukan di mana saja pada lantai-lantai keperawatan kami. Fasilitas yang memungkinkan orang untuk selalu terhubung dengan internet setiap saat selama berada di area rumah sakit ini diharapkan membuat keluarga pasien dapat lebih produktif melakukan aktivitasnya pada saat menemani anggota keluarganya yang sedang dirawat,” ungkap Dr. Yanwar Hadiyanto, Chief of Business, Marketing, and Customer Management RS Pondok Indah Group.

Layanan internet broadband lewat koneksi Wi-Fi ini dapat diakses di seluruh area kamar perawatan kedua rumah sakit ini. Pada RS Pondok Indah - Jakarta Selatan, kartu akses internet (internet connection access card) berikut autentikasi nama pengguna (username) dan kata sandinya (password) bisa dengan mudah didapat pada Unit Admission, Clerk, dan Kasir Rawat Inap. Untuk pasien dengan kamar perawatan satu orang per kamar, layanan ini dapat diakses secara cuma-cuma selama masa perawatan.

Penggunaan fasilitas Wi-Fi di kedua rumah sakit juga sangat mudah. Pasien cukup menyalakan fitur Wi-Fi pada notebook atau perangkat komunikasi lainnya dan kemudian memasukkan username dan password untuk memanfaatkan fasilitas internet yang ada. Adapun fasilitas akses koneksi internet dengan Wi-Fi mulai dapat digunakan pada bulan Januari ini.

Manajemen RS Pondok Indah - Jakarta Selatan bekerja sama dengan Komite Medik mengadakan workshop dengan tema ”Komunikasi Efektif Dokter-Pasien” pada hari Senin, 11 Januari 2010.

Workshop ini dilatarbelakangi kesadaran akan pentingnya komunikasi efektif di dalam dunia medis untuk mengatasi kesalahpahaman atau konflik di antara pasien dengan tenaga kesehatan di rumah sakit. Adapun, saat ini banyak kasus yang menimpa dokter karena komunikasi antara pasien dan dokter seringkali tidak menemui titik temu.

Suatu hal yang mendasar dalam komunikasi kesehatan, bahwa seorang dokter yang cakap sebaiknya merupakan komunikator yang handal dan memiliki pemahaman yang jelas mengenai kondisi para pasiennya. Kemampuan untuk menganalisa tipe pasien dan cara-cara berkomunikasi yang efektif inilah yang menjadi agenda workshop hari itu.

Acara dengan narasumber Sandrina Malakiano ini disambut positif oleh seluruh dokter RS Pondok Indah - Jakarta Selatan yang menjadi peserta workshop.

Sejak pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia yang membahas program pencegahan AIDS tahun 1988, Hari AIDS yang ditetapkan setiap tanggal 1 Desember ini mulai diperingati oleh berbagai pihak termasuk RS Pondok Indah - Jakarta Selatan.

Tema peringatan Hari Aids Sedunia tahun ini yang telah ditetapkan secara internasional yaitu Universal Acces & Human Right atau Akses Universal dan Hak Asasi Manusia. Sedangkan slogan Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2009 yaitu: ”Stop AIDS : Akses untuk semua!”. Slogan kampanye ini dimaksudkan agar setiap manusia Indonesia mempunyai rasa kepedulian yang tinggi dalam penanggulangan HIV dan AIDS.

Upaya untuk mencegah tersebarnya AIDS berkorelasi dengan upaya untuk memperbaiki kondisi akhlak dan moral masyarakat. Oleh karena itu, upaya terpenting dalam memerangi AIDS sesungguhnya adalah pendidikan dan penerangan kepada masyarakat, dalam hal ini kepada para petugas kesehatan RS Pondok Indah - Jakarta Selatan yang terkait.

Peringatan Hari AIDS Sedunia RS Pondok Indah dengan acara utama berupa presentasi ilmiah oleh Dr. Chaidir Aulia dan Dr. Hinky H. I. Satari  ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen RS Pondok Indah dan rekan-rekan ODHA.
Halaman 5 dari 6