News

Senin, 24 Desember lalu, Edhie Baskoro Yudhoyono mengumumkan nama anak pertamanya, Airlangga Satriadhi Yudhoyono yang merupakan cucu kedua dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan cucu pertama dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Dalam jumpa pers tersebut Edhie didampingi oleh Presiden SBY, Ibu Ani Yudhoyono, Bp Hatta Rajasa, Ibu Okke Rajasa, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Annisa Pohan.

“Nama Airlangga diambil dari nama tokoh Indonesia, pendiri kerjaan Kahuripan yang berjaya di masanya, berkarakter baik, dan pejuang yang gigih. Satriadhi berarti ksatria yang baik hati, tangguh, benar dan bersih. Sedangkan Yudhoyono memiliki arti memerangi, memenangi, atau menghadapi tantangan dan cobaan. Saya harap Airlangga kelak tumbuh menjadi anak yang kuat, sehat, dapat menjadi pemimpin keluarga, pemimpin masyarakat bangsa dan negara. Seorang pemimpin bijak yang dapat mengayomi seluruh masyarakat,” ungkap Edhie yang juga kerap dipanggil Ibas.

Ibas lalu menjelaskan bahwa istrinya, Siti Rubi Aliya Rajasa telah melahirkan putra pertama mereka tepat tengah malam pada Senin, 24 Desember sekitar pukul 00.01 WIB melalui persalinan normal. Airlangga lahir dengan berat 3.35 kg dan panjang 50 cm.

“Saya sebagai orang tua bersyukur, berbahagia, bergembira. Alhamdullilah tadi malam proses berjalan baik dan lancar. Ibu dan bayi dalam keadaan sehat.” Ibas juga mengucapkan terima kasih atas doa dan kepedulian yang telah diberikan terkait proses kelahiran putra pertamanya itu. Terima kasih juga disampaikannya kepada pihak RSPI - Pondok Indah.

RS Pondok Indah - Puri Indah mendapatkan Akreditasi Paripurna, yaitu lulus tingkat sempurna dari 15 standar akreditasi versi 2012 yang mengacu pada standar akreditasi internasional dari JCI-USA. Akreditasi ini didapatkan setelah kunjungan penilaian dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Kementerian Kesehatan RI pada tanggal 29-31 Oktober 2012 lalu. Akreditasi ini merupakan akreditasi kedua setelah sebelumnya RS Pondok Indah - Puri Indah dinyatakan lulus akreditasi 5 bidang pelayanan di tahun  2009.

Dengan telah terakreditasi tingkat paripurna, mengartikan bahwa RS Pondok Indah - Puri Indah telah memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang ditentukan sehingga dapat memberikan pelayanan medik prima yang  berorientasi pada patient safety, fokus terhadap kebutuhan pasien, efektif dan kompetitif, menyediakan layanan baru sesuai perkembangan IPTEK demi menciptakan kepuasan bagi masyarakat.

Akreditasi rumah sakit sendiri merupakan upaya untuk melindungi pasien dari pelayanan sub-standar melalui pelayanan yang sesuai dengan standar dan prosedur, mulai dari sumber daya manusia, administrasi dan komunikasi, peralatan medis, hingga fasilitas penunjang lain serta upaya peningkatan mutunya. Bagi masyarakat, akreditasi dapat menjadi alat bantu yang shahih dalam menentukan pilihan tempat pelayanan kesehatan yang baik.

CEO RS Pondok Indah Group, mengatakan keberhasilan meraih lulus Paripurna akreditasi versi 2012 ini merupakan kerja keras seluruh staff dan karyawan RS Pondok Indah - Puri Indah.“Saya sangat berterimakasih atas dukungan penuh dari Direksi dan seluruh staff dan karyawan RS Pondok Indah - Puri Indah. Tentu ini menjadi pemicu semangat kami untuk tetap memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi seluruh pasien kami.”

Bagi RS Pondok Indah - Puri Indah, keberhasilan meraih akreditasi nasional dengan lulus Paripurna  ini bukanlah akhir, namun merupakan upaya peningkatan kualitas secara terus menerus (Continous Quality Improvement). Setiap peluang untuk melakukan perbaikan akan dilakukan oleh RS Pondok Indah - Puri Indah demi meningkatkan mutu layanan dan demi keselamatan pasien di RS Pondok Indah - Puri Indah.

RS Pondok Indah-Pondok Indah meraih Juara Pertama Lomba Advanced Cardiovascular Life Support (ACLS) yang diadakan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita pada  28 November lalu. Hari itu 33 tim dari 25 rumah sakit sejabodetabek mengikuti kegiatan 1st Jakarta Cardiac Life Support Skill Challenge yang melombakan pengetahuan dan keterampilan tim tatalaksana kegawatan kardiovaskular dalam bentuk simulasi.

Kriteria penjurian mencakup kemampuan tatalaksana kegawatan henti jantung, takiaritmia dan bradiaritmia stabil dan tidak stabil, sindroma koroner akut, dan kerjasama tim. RS Pondok Indah-Pondok Indah mengirimkan satu tim yang diketuai oleh Sr. Retno Giriwati (Emergency) dengan anggota Dr. Felix Samuel (GP), Br. Sofwan (Emergency), Sr. Ani Widiastuti (Edukasi), Sr. Yuli Astuti (ICCU), dan Maya Lenti (ICU).

“Penyakit Jantung koroner yang seringkali menimbulkan kematian mendadak dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Penanganan awal yang cepat dan optimal menjadi hal yang sangat diperlukan sehingga dapat meningkatkan kemungkinan hidup seseorang. ACLS menjadi suatu kegiatan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keadaan kegawatan kardiovaskular. Tentunya keberhasilan tim RSPI-Pondok Indah dalam meraih juara satu dalam lomba ini memotivasi seluruh staf kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pasien kami,” ungkap Dr. Yanwar Hadiyanto, CEO RS Pondok Indah Group.

RSPI-Pondok Indah mendapatkan penghargaan Runner Up untuk Kategori CSR Project dalam PERSI AWARDS-IHMA (Indonesian Hospital Management Award) 2012, dengan judul makalah “Revitalisasi Posyandu di Kelurahan Pondok Pinang”.

Penghargaan ini diberikan PERSI dalam rangkaian acara Kongres Nasional PERSI dan Hospital Expo 2012 di JCC, 9 November lalu dan diterima oleh Kharina Wijaya selaku Corporate Communication & Public Relations RSPI Group.

PERSI AWARDS – IHMA 2012 merupakan ajang penghargaan bagi rumah sakit sebagai salah satu bentuk kontribusi PERSI dalam upaya meningkatkan mutu layanan dan pengembangan SDM perumahsakitan di Indonesia. Setidaknya terdapat lebih dari 177 rumah sakit  yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini dan RSPI-Pondok Indah menjadi salah satu dari 5 nominasi rumah sakit untuk kategori CSR Project setelah sebelumnya melewati babak penyisihan dan presentasi.

“Kami bekerjasama dengan Kelurahan Pondok Pinang, Puskesmas dan Posyandu setempat dalam menyelenggarakan kegiatan revitalisasi posyandu yang telah kami mulai sejak 2009 lalu dan hingga kini tetap berkomitmen dalam memberikan bantuan dan layanan kesehatan secara berkelanjutan bagi mereka yang membutuhkan,” ungkap Kharina.

Program Revitalisasi Posyandu selain memberikan bantuan makanan tambahan untuk balita, juga memantau status gizi/ tumbuh kembang, pemeriksaan kesehatan oleh tim medis, pemberian obat-obatan dan vitamin, penyuluhan tentang kesehatan, program KB dan bantuan operasi khusus.

Hadir pula pada acara ini Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan, dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS., Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA, Dr. dr. Slamet Riyadi Yuwono, DTM & H, MARS., Ketua Komite PERSI AWARD – IHMA 2012, Dr. MJN. Mamahit, Sp.OG, MARS., Ketua Umum PERSI Pusat, DR. Dr. Sutoto, M.Kes., Kepala BKKBN, Drs. Subagyo, MA., serta direktur-direktur rumah sakit di Indonesia. 

Saat ini persepsi masyarakat tentang bedah plastik hanya seputar bedah kecantikan untuk mendapatkan penampilan fisik menawan. Namun, persepsi tersebut tidak sepenuhnya benar karena bedah plastik tidak hanya sekedar bedah untuk kecantikan, tetapi juga untuk memperbaiki fungsi anggota tubuh. Bedah plastik secara umum terbagi atas bedah rekonstruksi dan bedah estetika.

Topik tersebut di ataslah yang mendasari tema press gathering yang diadakan RSPI-Pondok Indah “Tingkatkan Kualitas Hidup dengan Bedah Estetik dan Rekonstuksi”, di Hotel Indonesia Kempinski Juli lalu. “Secara garis besar, bedah plastik rekonstruksi bertujuan untuk mengembalikan fungsi serta memperbaiki bentuk atau penampilan yang diakibatkan oleh cacat bawaan lahir, kecelakaan atau penyakit menjadi lebih baik atau setidaknya mendekati normal. Sedangkan bedah plastik estetik atau kosmetika dilakukan pada pasien normal dan sehat untuk membenahi anggota tubuh yang dirasa kurang ideal agar menjadi ideal dan mendekati sempurna.” papar Dr. Gentur Sudjatmiko, Sp.B, Sp.BP(K) dari Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah.

Pada press gathering tersebut juga dibahas beberapa contoh tindakan dalam bedah rekonstruksi antara lain: transplantasi kulit yang biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami luka bakar atau kecelakaan, Flap untuk rekonstruksi cuping hidung, memperbaiki kelainan pada wajah pasca operasi (misalnya kelainan pada pipi pasca operasi tumor), kelainan pada kulit dengan jaringan parut serta penambahan implan, biasanya dilakukan pada pasien yang melakukan operasi pengangangkatan payudara (mastektomi).

Sementara, tindakan bedah plastik estetik dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu tanpa operasi dan tindakan dengan operasi. Untuk tindakan tanpa operasi biasanya dikenal dengan Botox, yaitu penyuntikan botulinum toxin untuk mengurangi atau menghilangkan kerutan di dahi, sudut mata, dan pangkal hidung. Selain Botox, tindakan tanpa operasi lain adalah injectable Fillers yang bertujuan untuk menambah volume pada bagian wajah tertentu seperti bibir atau hidung pada kasus tertentu, serta memperbaiki bekas luka yang cekung. Sedangkan di RSPI-Pondok Indah sendiri, beberapa operasi bedah plastik yang sering dilakukan antara lain rhinoplasty, blepharoplasty, liposuction, dan tummy tuck.

“Kebanyakan orang Asia biasanya ingin meninggikan hidung. Untuk memancungkan hidung, kita dapat melakukan dua prosedur dengan menggunakan implant silicon padat atau tulang rawan. Untuk koreksi hidung dapat juga dilakukan dengan cara non surgery seperti penggunaan filler dan jahitan namun penerapannya masih sangat terbatas,” tutur dr. Teuku Adi Fitrian Sp.BP atau yang akrab dipanggil dengan sebutan dokter Tompi.

Untuk blepharoplasty, Dr. Elida Sari Siburian, Sp.BP menjelaskan, “Di Indonesia, biasanya pasien datang dengan keluhan seperti penuaan, kelopak mata atas turun, mata bawah berkantung dan lipatan mata yang tidak kelihatan.”

Adapun, liposuction/ sedot lemak biasa dilakukan pada area paha, pinggul, pantat, perut, pinggang, lengan atas, punggung, dada, dagu dan leher dan tummy tuck untuk mengencangkan dan membuat perut lebih rata biasanya banyak dilakukan oleh wanita pasca melahirkan. Sedangkan terdapat pula kasus-kasus seperti breast augmentation untuk memperbesar payudara dengan menggunakan implan payudara, breast reduction untuk mengecilkan payudara yang besar dengan membuang jaringan lemak, kelenjar payudara, dan kulit berlebih, serta breast lift untuk mengangkat dan mengencangkan payudara.

Dalam press gathering ini juga RSPI-Pondok Indah memperkenalkan Aesthetic Clinic & Breast Centernya yang telah diperbaharui. Klinik ini didukung oleh tim bedah Onkologi, Bedah Plastik Kosmetik dan Rekonstruksi serta dokter Radiologi yang profesional dan berpengalaman. Tim bedah onkologi ini telah mengembangkan teknik operasi Onkoplastik mutakhir, seperti pembuatan payudara pengganti dari lemak tubuh pasien, sehingga payudara yang telah diambil diupayakan tetap berbentuk dan tidak memerlukan penggunaan payudara palsu.

Dr. Yanwar Hadiyanto, CEO RS Pondok Indah Group mengatakan, “Sesuai dengan misi RS Pondok Indah Group untuk menyediakan pelayanan secara utuh, konsisten dan terpadu berfokus pada pasien, maka Aesthetic Clinic & Breast Center yang merupakan pelayanan yang sangat khusus melengkapi pelayanan RS Pondok Indah-Pondok Indah diperbaharui. Dengan makin banyaknya pasien bedah plastik rekonstruksi maupun kosmetik, juga peningkatan penderita kanker payudara yang sangat bermakna, maka kami memperluas, memperbaharui dan menambah layanan yang bisa diberikan oleh unit ini.”

Lippo Insurance memberikan penghargaan kepada RS Pondok Indah-Pondok Indah sebagai Platinum Provider 2012 pada acara Provider Gathering, tanggal 10 Juli 2012 yang lalu bertempat di Hotel Aryaduta, Jakarta. Dalam acara tersebut, Lippo Insurance mengundang seluruh rumah sakit yang menjadi rekanannya.

Platinum Award ini diberikan sebagai bentuk apresiasi Lippo Insurance kepada rumah sakit rekanan yang telah membantu dan mendukung dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah Lippo Insurance. Pelayanan yang dimaksud mencakup proses penjaminan sampai proses penagihan dan kepuasan nasabah atas kualitas pelayanan rumah sakit. Penghargaan ini diberikan kepada 5 rumah sakit di antara kurang lebih 400 provider Lippo Insurance di wilayah Jabodetabek.

Selain itu acara gathering ini juga diisi dengan diskusi seputar pangsa pasar asuransi kesehatan, kerja sama pelayanan asuransi kesehatan dan presentasi Bapak Pujiyanto, Doktor Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia mengenai Optimalisasi Pelayanan Rumah Sakit dan Kepuasan Peserta Asuransi. Pada akhir acara, Lippo Insurance menyampaikan harapannya untuk terus meningkatkan kerja sama dengan seluruh rumah sakit provider terpilih di masa mendatang.

Tanggal 9 Juli 2012 lalu, Wakil Menteri Kesehatan Republik Rakyat China, Prof. Huang Jiefu datang ke Indonesia. Kedatangannya dalam rangka kunjungan kerja dan disambut baik oleh Menteri Kesehatan Indonesia, Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH.

Selain menemui Menkes, hari itu Prof. Huang ditemani dengan Duta Besar China untuk Indonesia, Liu Jianchao berkunjung ke RS Cipto Mangunkusumo sebelum mengakhiri kunjungannya ke RS Pondok Indah-Pondok Indah. Prof. Huang secara pribadi memang tertarik untuk melihat sistem kerja rumah sakit pemerintah dan swasta di Indonesia sekaligus ingin mengunjungi dua rumah sakit yang sudah berhasil melaksanakan transplantasi hati di Indonesia, yakni RSCM dan RSPI-Puri Indah yang ada di bawah pengelolaan manajemen RSPI Group. RSPI-Puri Indah sendiri memiliki Gastrointestinal, Liver & Pancreas Center sebagai center of excellence dan Pusat Layanan Hepato-Pankreo-Bilier dan Transplantasi Hati.

Dalam kunjungannya, Prof. Huang dan Mr. Liu disambut dengan hangat oleh Ir. Deddy Kusuma selaku Ketua Steering Committee RS Pondok Indah Group, Dr. Yanwar Hadiyanto selaku CEO RS Pondok Indah Group dan jajaran manajemen. Dr. Yanwar memberikan gambaran umum mengenai sarana dan prasarana kesehatan baik untuk rawat jalan dan rawat inap, Diagostic Center dan pusat-pusat layanan unggulan yang dimiliki RSPI Group.

Prof. Huang dalam paparannya sangat mendukung kerja sama di bidang hepato-pankreo-bilier dan transplantasi hati di antara RSPI-Puri Indah dengan The First Affiliated Hospital of Zhejiang University, China. “Kerja sama ini akan mempererat hubungan di antara kedua negara dan kami tentu mendukung penuh transfer of knowledge di antara kedua belah pihak,” ungkap Prof. Huang.

Sebagai sebuah institusi kesehatan yang senantiasa mengembangkan kemampuan dalam ilmu kedokteran dan teknologi bidang kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pasien, RS Pondok Indah Group tentu saja menyambut baik dukungan dari pemerintah ke dua Negara yaitu kementrian kesehatan RI dan Kementrian Kesehatan Republik Rakyat China. “Kami berharap kerja sama dengan The First Affiliated Hospital of Zhejiang University yang merupakan salah satu pusat transplantasi hati terbaik di dunia, bisa mempercepat perkembangan pelayanan yang sama termasuk pelayanan seputar penyakit hati, pancreas dan saluran empedu di RS Pondok Indah Group khususnya dan di Indonesia pada umumnya,” ungkap Dr. Yanwar.

Di sela-sela acara, Prof. Huang dan Mr. Liu juga berkesempatan berdialog dengan Bapak Soebagijo (61), pasien dengan diagnosa sirosis dan kanker hati yang akhirnya menjalani transplantasi hati sejak 2010 lalu di RSPI-Puri Indah. Bapak Soebagijo tampak sehat dan dalam kondisi sangat baik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan hospital tour ke berbagai klinik yang ada di RS Pondok Indah-Pondok Indah dimana Prof. Huang berdialog dengan beberapa pasien dan diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan secara simbolis oleh Ir. Deddy Kusuma kepada Prof. Huang.

Rumah Sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan umum, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat dapat menjadi tempat terjadinya penyebaran penyakit apabila sanitasi lingkungan rumah sakit tidak dikelola dengan baik.

Oleh karena itu, perlu ditingkatkan pencegahan dan penanggulangan pada penurunan kualitas lingkungan yang diakibatkan kegiatan operasional rumah sakit. RSPI-Pondok Indah senantiasa melakukan upaya peningkatan manajemen pengelolaan lingkungan dalam bentuk UKL (Unit Kelola Lingkungan ) dan UPL (Unit Pengawasan Lingkungan).

Tahun ini, RSPI-Pondok Indah berhasil meraih penghargaan dengan kategori Sangat Baik dalam Penerapan Pengelolaan Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Bapak Gubernur, Fauzi Bowo.

Sebelumnya, Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta melakukan verifikasi lapangan ke RSPI-Pondok Indah. Penilaian didasarkan pada beberapa kriteria diantaranya: Pengelolaan Bahan Beracun & Berbahaya (B3); Kualitas Udara termasuk di dalamnya penerapan kawasan dilarang merokok, penanaman pohon, sterilisasi ruangan, dan sirkulasi udara yang baik; Pengelolaan Sampah ; Penilaian Sosial, Budaya, dan Ekonomi di mana RSPI-Pondok Indah secara rutin mengadakan kegiatan donor darah, pengobatan gratis dan khitanan massal.

Tidak hanya itu, Pengelolaan Limbah Cair menjadi salah satu kriteria yang tidak kalah penting. Limbah Rumah Sakit adalah buangan dari kegiatan rumah sakit yang bila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan gangguan kesehatan baik di dalam maupun sekitar rumah sakit. Kandungan limbah rumah sakit yang berbahaya dapat menimbulkan faktor resiko seperti bahaya infeksi dan penularan penyakit serta pencemaran lingkungan.

Untuk itu perlu diterapkan menejemen pengolahan atau penanganan limbah sesuai dengan prosedur teknis, agar air limbah ini dapat dibuang dengan kandungan cemaran yang sesuai dengan standar mutu limbah rumah sakit yang berlaku.

Dalam pengolahannya, RSPI-Pondok Indah memiliki instalasi pengolahan limbah cair sendiri dengan kapasitas 328 m³/hari. Pengoperasian limbah cair tersebut menggunakan proses kombinasi anaeron aerob/ aerasi. Setiap harinya RSPI-Pondok Indah melakukan swapantau dan debit air limbah. Pengolahan dan kualitas limbah cair RSPI-Pondok Indah yang akan dibuang ke badan air atau lingkungan telah memenuhi persyaratan Kep Menkes RI No.1204/MENKES/SK/X/2004.

Jakarta, 8 Mei 2012 – Kanker payudara menjadi jenis penyakit kanker dengan jumlah penderita terbanyak kedua di dunia, bahkan menjadi penyebab kematian nomor lima terbesar di dunia. Khusus di Indonesia, Global Burden of Cancer mencatat rasio kasus kanker payudara mencapai angka 26 per 100.000 perempuan. Ironisnya, hasil survei Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta tahun 2005 menunjukkan 80 persen masyarakat tidak tahu pentingnya pemeriksaan payudara secara dini.

Tingginya kasus kanker payudara mendorong RS Pondok Indah Group didukung oleh anggota masyarakat dan beberapa perusahaan yang peduli akan pentingnya deteksi dini kanker payudara melakukan gerakan peduli kanker payudara. Didukung oleh beberapa public figure ternama seperti Andien Aisyah, Andra Alodita, Becky Tumewu, Melinda Babyanna, Miund, Ligwina Hananto, Paquita Widjaja, dan Stella Rissa; mereka antusias mengajak masyarakat, terutama kaum perempuan untuk lebih memperhatikan kesehatan payudara mereka. Gerakan yang dinamakan Kampanye Delapan (Deteksi Berkala Payudara Anda) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan deteksi dini kanker payudara. Setiap tanggal delapan, kaum perempuan setidaknya diingatkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

Mengingat jumlah kasus yang semakin banyak serta menyadari inisiatif yang sangat positif ini, maka hal ini mendorong RS Pondok Indah Group untuk memfasilitasi Kampanye Delapan dengan turut menyebarluaskan informasi mengenai kampanye tersebut kepada masyarakat. ”RS Pondok Indah Group berinisiatif untuk mengingatkan kaum perempuan untuk melakukan gerakan SADARI secara rutin. Tentu sebagai institusi yang peduli dengan kesehatan, kami sangat mendukung gerakan tersebut. Pasien dengan kanker payudara semakin banyak di Indonesia dan semakin banyak pula kasusnya di rumah sakit kami. Sayangnya pasien baru datang ketika sudah berada pada stadium lanjut. Karena itu, kami merasa perlu mengingatkan kembali kaum perempuan untuk melakukan pecegahan dengan deteksi dini. Semakin cepat kanker payudara terdeteksi maka semakin besar peluang keberhasilan penyembuhannya,” ungkap Dr. Yanwar Hadiyanto, CEO RS Pondok Indah Group.

“Jika Anda memiliki gejala seperti pembengkakan pada seluruh atau sebagian payudara, iritasi kulit, payudara atau puting terasa nyeri, puting masuk kedalam, puting atau kulit payudara berwarna kemerahan, bersisik atau menebal, keluar cairan dari puting selain air susu, serta benjolan di daerah ketiak, segeralah periksakan diri. Walaupun tidak semua benjolan merupakan kanker tapi tetap harus diwaspadai,” papar Dr. Sonar Sonny Panigoro, SpB.Onk dari Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah.

“The American Cancer Society (ACS) menganjurkan perempuan yang berusia di atas umur 20 tahun untuk melakukan SADARI setiap bulannya. Pada usia di atas 30 tahun dianjurkan untuk memeriksakan diri secara rutin setidaknya sekali dalam setahun. Begitu pula dengan perempuan berusia di atas 40 tahun yang memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara, terutama bila dibarengi dengan gaya hidup yang tidak sehat; sehingga disarankan untuk memeriksakan diri secara rutin, setidaknya sekali dalam setahun. Sedangkan mereka yang berusia di atas 40 tahun dan terdapat riwayat kanker payudara, maka harus memeriksakan diri secara rutin. Jika setelah 5 tahun dianjurkan setiap tahun sekali; antara 3-5 tahun, setiap 6 bulan dan di bawah 3 tahun setiap 3 bulan sekali. Ada banyak pilihan bagi kaum perempuan untuk deteksi dini kanker payudara, antara lain mamografi, breast ultrasound, MRI dan 3D Sonomammogram,” ujar Dr. Adji Saptogino, Sp.Rad dari RS Pondok Indah-Pondok Indah.


Beberapa metode pemeriksaan untuk mengenali kanker yang sudah banyak dikenal antara lain:

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), Uji Payudara Klinis (UPK), Mamografi, Breast Ultrasound, dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Terdapat pula metode pendeteksian dini kanker payudara yang terbaru, yaitu 3D Sonomammogram – alat pencitraan dengan teknologi ultrasound 3D terbaru untuk memperoleh, menganalisis dan melaporkan volume anatomi payudara secara rinci.  

“Alat ini mampu memberikan hasil berupa gambar payudara lengkap secara tiga dimensi dan komprehensif dengan uji yang dilakukan dalam waktu relatif singkat (15 menit). Pencitraan yang dihasilkan mencakup seluruh anatomi koronal payudara - yang sebelumnya tidak dapat diberikan oleh metode ultrasonografi konvensional - sehingga bisa memberikan gambaran yang lebih lengkap atas anatomi dan arsitektur jaringan payudara,” papar Dr. Rahmi Alfiah Nur Alam, SpRad dari RS Pondok Indah-Puri Indah. 

Dengan tersedianya 3D Sonomamogram di RS Pondok Indah Group, masyarakat dapat memperoleh hasil diagnosa yang lebih akurat dan detil. RS Pondok Indah-Pondok Indah juga memiliki klinik khusus untuk melayani pasien dengan penyakit dan masalah payudara, yaitu Aesthetic, Plastic, Breast Clinic. Klinik ini telah mengembangkan teknik-teknik operasi mutakhir dengan pendekatan onkoplastik, seperti pembuatan payudara pengganti dari lemak tubuh pasien, sehingga pasca operasi payudara, pasien masih memiliki payudara dan tidak memerlukan penggunaan payudara palsu.

Klinik ini juga melayani pemeriksaan media non radiasi melalui screening kanker payudara dengan High Definition-MRI 1,5 Tesla yang menggunakan media magnet dan gelombang radio untuk pencitraan dalam berbagai proyeksi. HD-MRI 1,5 Tesla juga digunakan untuk pemeriksaan paska mastektomi dan rekonstruksi bedah plastik payudara (termasuk Silicon Implant). Dengan menggunakan HD-MRI 1,5 Tesla, screening payudara tidak lagi ada rasa sakit seperti halnya menggunakan Mammografi Konvensional.

Klinik ini dilengkapi peralatan modern lainya seperti Mammografi, USG, Diagnostik Stereotaktik, serta operasi teknik invasif minimal dengan mammotome sehingga operasi tumor dan kista payudara dapat dilakukan secara cermat, tepat dan cepat.

dari profil kesehatan Indonesia tahun 2008 yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa kanker payudara menduduki urutan pertama dari 10 penyakit kanker pada pasien rawat inap di rumah sakit selama periode 2004-2007. Tingginya kasus kanker payudara di Indonesia dan RS Pondok Indah Group mendorong RS Pondok Indah Group mengadakan seminar bertema “Current Update Detection and Treatment of Breast Cancer” pada Selasa, 1 Mei 2012 lalu.

Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 150 orang dokter dan perawat dari RS Pondok Indah-Pondok Indah dan RS Pondok Indah-Puri Indah ini membahas seputar teknologi terbaru dan penanggulangan terkini kanker payudara. 

“Perempuan cenderung memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara dibanding pria karena perubahan hormon estrogen dan progesterone yang dimilikinya. Resiko tinggi juga dimiliki oleh seseorang yang memiliki garis keturunan riwayat kanker atau pernah terkena kanker payudara sebelumnya, melakukan terapi hormon pasca menopause dalam jangka waktu lama, terpapar radiasi saat terapi untuk daerah dada saat usia muda, hamil di usia tua, dan tidak menyusui anak. Selain itu, penggunaan pil KB dalam jangka waktu lama, gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kurang aktivitas fisik juga memicu resiko terkena kanker payudara,” ungkap Dr. Sonar Sonny Panigoro, SpB.Onk dari Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah. Seminar hari itu juga membahas mengenai beberapa metode pemeriksaan untuk mengenali kanker payudara seperti Uji Payudara Klinis (UPK) untuk mengidentifikasi adanya abnormalitas pada ukuran, bentuk, perubahan kulit atau puting payudara; Mamografi yang menggunakan sinar X-ray skala rendah untuk melihat bagian dalam payudara sehingga menghasilkan gambar hitam putih pada film yang akan dibaca dan ditafsirkan oleh ahli radiologi; Breast Ultrasound dengan gelombang suara untuk memindai payudara yang kemudian diproyeksikan ke layar komputer dalam gambar hitam putih; Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang tidak menggunakan sinar x-ray melainkan menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan pencitraan yang lebih detil.

“Selain beberapa metode diatas, terdapat metode pendeteksian dini kanker payudara yang terbaru, yaitu 3D Sonomammogram – alat pencitraan dengan teknologi ultrasound 3D terbaru untuk memperoleh, menganalisis dan melaporkan volume anatomi payudara secara rinci,” ungkap Dr. Angela Umali Crisostomo, M.D, President, Diagnostic Breast Imaging Society of the Philippines yang juga menjadi salah satu pembicara dalam seminar hari itu.

Keunggulan lain dari 3D Sonomammogram adalah hasilnya dapat terekam dalam bentuk Breast Imaging Reporting and Data System (BI-RADS®) semi otomatis dan komprehensif yang bisa digunakan untuk keperluan klinis. Sebagai informasi, BI-RADS® merupakan klasifikasi yang ditetapkan American College of Radiology (ACR) untuk reporting skrining mamografi.

Halaman 1 dari 6