Close
Close Language Selection
Health Articles

Yuk, Berhenti Merokok!

Kamis, 26 Apr 2018
Yuk, Berhenti Merokok!

Sebatang rokok menyala sama dengan pabrik bahan kimia yang memproduksi sekitar empat ribu bahan kimia.

Asap rokok mengandung 5x109 partikel/ml. Partikel tersebut mengandung sejumlah zat yang berbahaya seperti benzen, nikotin, nitrosamin, senyawa amin, aromatik, naftalen, amonia, oksidan sianida, karbon monoksida benzapirin, dan lain-lain. Partikel ini akan mengendap di saluran napas.

Mengapa merokok mempercepat kematian?

Rokok merupakan penyebab kematian yang dapat dihindari. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan sedikitnya 30 jenis penyakit pada manusia. Penyakit yang timbul tergantung dari kadar zat berbahaya yang terkandung, kurun waktu kebiasaan merokok, dan cara menghisap rokok.

Semakin muda seseorang mulai merokok, makin besar risiko orang tersebut mendapat penyakit saat tua. Asumsinya seperti ini, usia harapan hidup akan berkurang 5,5 menit untuk satu batang rokok yang dihisap secara teratur dan risiko kematian perokok pada usia 65 tahun dua kali lipat dibandingkan bukan perokok. Fakta mencatat, setiap tahunnya empat juta kematian terjadi akibat rokok di seluruh dunia. Artinya, satu kematian terjadi setiap delapan menitnya.

Rokok mengandung zat karsinogenik, yaitu zat yang merusak gen dalam tubuh sehingga memicu terjadinya kanker, seperti kanker paru, emfisema, dan bronkitis kronik. Atau juga kanker lain, seperti kanker nasofaring, mulut, esofagus, pankreas, ginjal, kandung kemih, dan rahim. Aterosklerosis atau pangerasan pembuluh darah yang diakibatkan juga bisa menyebabkan penyakit jantung, hipertensi, risiko stroke, menopause dini, osteoporosis, kemandulan, serta masalah janin saat hamil (keguguran, bayi lahir dengan berat badan rendah, hinggga kematian janin). Pada pria, merokok juga dapat menyebabkan impotensi, dan dapat menyebabkan penuaan dini kulit pada wanita.

Berhenti merokok, perpanjang usia

Jika punya motivasi kuat, kebiasaan merokok dapat dihentikan. Dengan berhenti merokok maka risiko mendapat berbagai penyakit akan menurun tajam. Bila telah 10 tahun berhenti merokok, Risiko mendapat kanker paru turun sekitar 50 persen. Bila berhenti merokok selama 3 - 9 bulan, maka batuk dan gangguan pernapasan menghilang serta faal paru naik 10 persen. Begitu pula perburukan penyakit paru obstruktif kronik (bronkitis kronis dan emfisema) dapat dikurangi dengan berhenti merokok.

Tips berhenti merokok

  • Umumkan pada orang-orang di sekitar bahwa Anda akan berhenti merokok dan mintalah dukungan mereka
  • Buatlah target kapan Anda akan berhenti merokok
  • Anda dapat berhenti merokok secara langsung, apabila didorong motivasi dan keyakinan yang kuat
  • Bila Anda berhenti secara bertahap, tentukan strategi yang baik dan patuhi strategi tersebut

dr. Budhi Antariksa, Ph.D, Sp.P (K)

Spesialis Paru & Pernapasan Konsultan Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik
RS Pondok Indah - Puri Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Senin, 23 Agu 2021

Anak Sehat, Bebas Alergi

Read More
Health Articles Rabu, 05 Des 2018

Pantau Tumbuh Kembang Janin Setiap Saat

Read More
Health Articles Jumat, 01 Nov 2019

Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Karyawan

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor