Close
Close Language Selection
Health Articles

Si Kecil Mimisan, Berbahayakah?

Selasa, 12 Peb 2019
Si Kecil Mimisan, Berbahayakah?

Mimisan yang terjadi pada anak seringkali merupakan peristiwa yang sangat mencemaskan, baik bagi orangtua maupun anak sendiri. Sebenarnya, sebagian besar mimisan pada anak merupakan kondisi yang tidak membahayakan dan dapat berhenti dengan sendirinya. Dengan ketenangan dan pengetahuan yang tepat, kebanyakan mimisan cukup ditangani di rumah. Hanya sebagian kecil mimisan yang membutuhkan intervensi medis.

Mimisan sangat jarang terjadi pada masa bayi, namun merupakan hal yang umum terjadi pada anak berusia 2-10 tahun. Mimisan sendiri makin jarang timbul setelah anak mencapai masa pubertas. Mimisan biasanya terjadi pada musim dingin dan udara kering, serta cenderung lebih sering terjadi pada pagi hari. Dengan penanganan yang tepat, kebanyakan mimisan pada anak akan berhenti sendiri tanpa efek jangka panjang.

Sumber perdarahan dan penyebab
Jenis mimisan dibagi berdasarkan sumber perdarahannya, yaitu mimisan anterior (dari bagian depan hidung) dan mimisan posterior (dari bagian belakang hidung). Sekitar 90 persen kasus mimisan berasal dari perdarahan hidung bagian depan yang merupakan lokasi Pleksus KiesselbachPleksus Kiesselbach adalah suatu daerah tempat menyatunya pembuluh darah arteri karotis interna dan eksterna. Selaput mukosa yang tipis serta letak di area depan hidung, menyebabkan pleksus sangat mudah terpapar oleh udara yang kering maupun trauma. Mimisan posterior sendiri lebih jarang terjadi pada anak, dan umumnya terjadi pada orang dewasa.

Penyebab mimisan pada anak yang paling sering adalah trauma ringan, yaitu akibat mengorek-ngorek hidung. Penyebab umum lainnya adalah trauma langsung lain pada hidung, infeksi saluran napas, rhinitis alergi, adanya benda asing dalam hidung, paparan udara yang kering dan panas, serta penggunaan obat semprot hidung yang mengandung kortikosteroid dalam jangka lama. Penyebab mimisan lain yang lebih jarang terjadi dan biasanya menimbulkan perdarahan yang lebih hebat adalah kelainan bentuk pembuluh darah, leukemia, tumor hidung, serta penyakit akibat gangguan faktor pembekuan darah.

Diagnosis dan tata laksana
Diagnosis dan tata laksana mimisan sangat tergantung dari lokasi dan penyebab perdarahannya. Mimisan dapat terjadi tanpa adanya tanda apapun sebelumnya, kemudian mendadak darah mengalir perlahan dari salah satu atau terkadang kedua lubang hidung. Apabila jumlah darah cukup banyak, maka darah dapat mengalir ke belakang dan masuk ke dalam lambung sehingga menyebabkan anak mual dan memuntahkan darah.

Pada kasus mimisan, dokter akan memeriksa lokasi sumber perdarahan serta mencari risiko kemungkinan penyebab mimisan lain yang tidak umum melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pada kasus mimisan yang berat, terkadang diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan besarnya kehilangan darah dan fungsi faktor pembekuan darah, endoskopi hidung, serta pemeriksaan rontgen untuk mencari kemungkinan penyebabnya.

Kebanyakan kejadian mimisan akan berhenti dengan sendirinya dalam beberapa menit dan tidak memerlukan tindakan medis apapun. Apabila perdarahan terus berlanjut, dokter akan memasukkan tampon ke dalam lubang hidung yang berdarah. Bila diperlukan, maka akan dilakukan penutupan pembuluh darah yang pecah dengan kauter.

Apa yang dapat dilakukan di rumah?

  • Tetap tenang
  • Duduk dalam posisi tegak dengan kepala sedikit menunduk untuk mencegah darah mengalir ke tenggorokan
  • Tekan kedua cuping hidung dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk selama 5-10 menit. Jangan melepas tekanan berulang kali dalam kurun waktu tersebut untuk melihat apakah perdarahan berhenti atau tidak karena justru akan mengganggu proses pembekuan darah yang terjadi
  • Setelah perdarahan berhenti, usahakan untuk tidak melakukan aktivitas yang berat serta cegah iritasi lebih lanjut dengan cara mengurangi bersin, meniup hidung, maupun mengorek-orek hidung dalam 24 jam berikutnya

Pencegahan
Tindakan menghentikan kebiasaan mengorek hidung dan meniup hidung dengan keras, serta menjaga kelembapan udara kamar tidur dengan air humidifier atau air panas yang menghasilkan uap dapat mencegah terjadinya mimisan. Penggunaan semprotan hidung yang berisi larutan saline normal juga membantu menjaga hidung tetap lembab. Mencegah dan mengatasi infeksi hidung serta alergi juga bermanfaat untuk menjaga area hidung tetap bebas iritasi. Apabila mimisan berkaitan dengan masalah medis tertentu seperti sinusitis kronik, maka ikutilah petunjuk yang diberikan petugas kesehatan agar masalah medis tersebut tetap terkontrol dengan baik.

Kapan mencari bantuan medis?

  • Mimisan yang terjadi berulang dalam waktu singkat atau darah keluar dalam jumlah besar. Tanda-tanda kehilangan darah dalam jumlah besar: pusing, lemah, bingung, rasa ingin pingsan, detak jantung cepat
  • Kesukaran bernapas
  • Mimisan yang tetap terjadi setelah 10-20 menit menekan cuping hidung
  • Mimisan yang disertai dengan demam
  • Terdapat perdarahan dari tempat lain selain hidung, misalnya pada urin atau tinja, atau terdapat muntah darah
  • Terdapat memar atau mudah mengalami memar
  • Sedang mengkonsumsi obat pengencer darah (aspirin, warfarin)
  • Diketahui terdapat penyakit lain yang menyebabkan gangguan pembekuan darah, seperti kelainan hati, gangguan ginjal atau hemofilia
  • Mimisan yang terjadi pada usia di bawah 1 tahun sebaiknya dibawa ke dokter karena merupakan hal yang tidak umum terjadi dan memerlukan evaluasi lebih lanjut

dr. Cynthia Rindang K., Sp.A

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
RS Pondok Indah - Puri Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor