Close
Close Language Selection
Health Articles

Nyeri Panggul Tak Kunjung Usai? Telusuri Penyebabnya!

Jumat, 01 Okt 2021
Nyeri Panggul Tak Kunjung Usai? Telusuri Penyebabnya!

Nyeri panggul dapat terjadi karena beberapa penyebab. Nyeri yang berpusat pada daerah tulang panggul ini bisa diatasi jika diketahui penyebab pastinya. Yuk, cari tahu apa saja sih penyebab nyeri panggul di artikel berikut.

Nyeri panggul terjadi ketika Anda merasakan nyeri di bagian paling bawah perut atau di bagian atas paha Anda. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki. Penyebab dari nyeri ini juga bermacam-macam, mulai dari masalah organ tulang, sendi, organ reproduksi sampai pencernaan, yang meliputi:

  • Patah tulang sekitar panggul
  • Radang usus buntu
  • Irritable bowel syndrome (IBS)
  • Nyeri ovulasi
  • PMS (pre-menstrual syndrome)
  • Hamil di luar kandungan
  • Penyakit radang panggul
  • Kista ovarium
  • Mioma uteri
  • Endometriosis
  • Infeksi saluran kemih
  • Adanya batu ginjal
  • Prolaps organ panggul
  • Nyeri panggul kronis (apabila mengalami nyeri lebih dari 6 bulan)

Nyeri di sekitar tulang panggul juga dapat disebabkan oleh berbagai hal lainnya, di antaranya:

  • Patah tulang sekitar panggul
    Biasanya nyeri terasa setelah injury (cedera) misalnya terbentur, jatuh dari ketinggian, jatuh dari motor, dan sebagainya. Sifat nyerinya menetap dan berat bahkan sampai tidak dapat menggerakkan anggota gerak badan, tetapi akan berangsur menghilang dalam beberapa minggu jika tulangnya sudah tersambung kembali. Baik setelah dilakukan tindakan berupa operasi sehingga posisi tulang kembali normal seperti semula, maupun bahkan apabila tidak dilakukan apa-apa, terkadang, tulang dapat tersambung kembali. Tulang yang tersambung alami tanpa tindakan, tidak jarang tersambung dalam posisi yang kurang baik, yang menyebabkan kaki panjang sebelah atau bengkok, dan sebagainya. Nyeri karena patah tulang seperti ini biasanya terlokalisir di sekitar tempat patahnya dan jarang merambat ke tempat lain.
     
  • Arthritis (radang sendi)
    Nyeri pada arthritis bersifat hilang timbul. Biasanya nyeri muncul pada saat awal pergerakan, misalnya setelah duduk atau berbaring lama lalu berdiri. Ketika awal pergerakan, panggul akan terasa kaku dan nyeri, tetapi akan berangsur berkurang setelah melakukan pergerakan dan aktivitas. Pada arthritis, peradangan terjadi pada seluruh bagian sendi dan terjadi kerusakan bagian-bagian sendi sesuai derajat nyerinya.

    Nyeri pada arthritis juga seringkali memengaruhi cara berjalan seseorang sehingga tampak berjalan seperti pincang. Terkadang, dengan tes sederhana seperti berdiri pada salah satu kaki saja dapat diketahui lokasi nyeri dan tempat radang sendinya. Nyeri pada arthritis biasanya disertai dengan rasa kaku pada sendi, sehingga sendi menjadi susah digerakkan. Pada beberapa kasus, nyeri juga dapat menjalar ke otot di sekitarnya (misalnya pada arthritis panggul, nyeri dapat menjalar ke sekitar pantat atau sampai ke paha)
     
  • Inflamasi (radang) tendon atau otot
    Tendon merupakan bagian otot yang paling ujung yang menempel pada tulang. Pada kondisi tertentu, biasanya radang terjadi karena cedera ringan berulang atau karena tarikan otot yang berlebihan. Tendon dapat mengalami cedera yang akan berkembang menjadi inflamasi atau peradangan. Sifat nyeri pada peradangan otot atau tendon adalah nyeri akan muncul pada gerakan tertentu dan dapat memberat jika dilakukan peregangan atau tarikan pada ototnya, tetapi akan berkurang atau bahkan hilang jika otot sedang istirahat.
     
  • Cedera/iritasi atau penekanan terhadap saraf
    Nyeri karena cedera pada saraf tergantung pada penyebabnya. Apabila penyebabnya adalah cedera langsung pada saraf, maka sifat nyerinya akan tajam dan terus-menerus tidak pernah hilang. Namun, jika cedera pada sarafnya disebabkan oleh kelainan di tempat sekitar saraf, maka keluhan nyerinya biasanya hilang timbul. 

    Apabila ada radang otot, radang sendi, atau kelainan bentuk tulang yang menekan saraf, maka nyeri akan muncul ketika kelainan tersebut menekan sarafnya. Misalnya, ada seseorang yang jika memasukkan dompet tebal di kantong saku celana sisi belakang akan muncul keluhan kesemutan di betis dan kaki, tetapi keluhan hilang jika tidak melakukan gerakan memasukkan dompet tersebut. Hal ini karena dompet tebal tersebut dapat menjepit saraf besar di daerah pantat dengan tulang panggul.
     
  • Kelainan jaringan lain
    Nyeri panggul juga dapat disebabkan oleh radang jaringan lemak atau jaringan pembuluh darah di sekitar panggul. Namun, hal ini sangat jarang ditemui. Sementara nyeri pada tulang ekor dapat disebabkan oleh beberapa hal yang sudah dijelaskan pada nyeri sekitar panggul, tetapi yang paling sering biasanya diakibatkan oleh peradangan lokal pada tendon atau pembungkus tulang ekor.

Untuk mengetahui jenis kelainan mana yang Anda alami, dokter membutuhkan beberapa informasi tambahan agar dapat lebih tepat mencari penyebab nyeri. Dengan demikian, dokter diharapkan dapat memberikan penanganan yang tepat pada penyebabnya. Informasi yang diperlukan antara lain: 

  • Apakah lokasi nyeri bisa dilokalisir atau ditunjuk dengan jari
  • Pada saat nyeri, bagian mana yang paling terasa nyeri di kaki tersebut
  • Mengenai sifat nyerinya, apakah saat pergerakan bertambah berat atau hanya pada awal pergerakan
  • Apakah nyerinya muncul terus menerus atau hilang timbul
  • Apakah nyerinya menjalar atau tidak
  • Apakah nyerinya disertai keluhan lain, misalnya rasa baal pada kulit betis atau kaki
  • Apakah ada gangguan buang air besar atau buang air kecil atau tidak
  • Apakah nyeri hilang dengan obat anti nyeri ringan atau tidak

Untuk memastikan penyebab nyeri sekitar panggul, Anda perlu berkonsultasi langsung ke dokter spesialis bedah ortopedi konsultan hip, knee & geriatric trauma untuk diperiksa secara detail. Mungkin dokter akan memerlukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis, seperti rontgen, MRI, atau lainnya agar dapat dilakukan terapi yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

Apabila Anda mengalami nyeri sekitar panggul, Anda dapat mengonsumsi obat antinyeri ringan untuk pertolongan pertama dan menghindari posisi berdiri/duduk yang menyebabkan timbulnya keluhan. Jika keluhan masih berlanjut, sebaiknya segera kunjungi dokter, ya.

dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT (K)

Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Hip, Knee & Geriatric Trauma
RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Selasa, 08 Des 2015

Mengenal dan Mencegah Cacar Air pada Anak

Read More
Health Articles Kamis, 08 Peb 2018

Maloklusi pada Anak

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor