Close
Close Language Selection
Health Articles

Mengenali Orangtuanya Melalui Suara dan Sentuhan

Selasa, 10 Des 2019
Mengenali Orangtuanya Melalui Suara dan Sentuhan

Stimulasi pijat dapat meningkatkan optimalisasi perkembangan dan pertumbuhan bayi. Ikatan orangtua dengan bayi pun menjadi semakin erat berkat rutinitas yang satu ini.

Tidak hanya faktor genetik atau lingkungan dan perilaku, optimalisasi perkembangan dan pertumbuhan pada bayi juga dipengaruhi rangsangan atau stimulasi yang diberikan. Hal ini karena bayi belajar beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya melalui indra sensori, baik penciuman, pendengaran, penglihatan, maupun perabaan. Menurut penelitian, stimulasi sensori bermanfaat untuk perkembangan fisik dan emosi bayi. Salah satu cara untuk menstimulasi sensori ini adalah dengan pijat.

Stimulasi pijat merupakan bentuk stimulasi yang dilakukan dalam kondisi yang menyenangkan. Kegiatan ini dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian stimulasi lain seperti stimulasi pendengaran (memutar musik atau berbicara), dan stimulasi penglihatan (menatap orangtua saat memijat). Kenyamanan sangat penting. Karenanya, jika saat pemijatan bayi menangis, kegiatan harus dihentikan dan mencari tahu penyebab bayi menangis.

Stimulasi ini dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dengan terlebih dulu memastikan kondisi klinis bayi, baik. Anda dapat memberikan stimulasi ini pada pagi (sebelum mandi) serta malam (sebelum tidur). Stimulasi pijat yang rutin dan setidaknya dilakukan tiga kali sehari dapat membantu bayi berinteraksi dengan lingkungannya.

Manfaat stimulasi pijat

  • Membangun ikatan batin antara orangtua dengan bayi. Bayi baru lahir mengenali orangtuanya melalui suara dan sentuhan. Karenanya, stimulasi pijat sebaiknya dilakukan oleh orangtua
  • Membantu bayi dan orangtua lebih rileks. Pijatan dapat memperlancar peredaran darah serta menurunkan hormon stres pada bayi maupun orangtua. Pijatan juga dapat mengurangi rasa sakit atau tidak nyaman saat bayi mengalami masalah pencernaan (kolik) atau saat gigi akan tumbuh
  • Bayi tidur lebih pulas. Jika bayi sering terbangun tengah malam dan menangis, cobalah memijatnya pada sore atau sebelum bayi tidur
  • Melatih kepekaan saraf dan indra peraba bayi. Sentuhan yang lembut dan berirama memberikan stimulasi positif pada saraf dan indra peraba bayi
  • Mendukung pertumbuhan otak bayi. Lewat pijatan, bayi akan belajar berbagai hal baru—yang merangsang lahirnya sel-sel otak baru. Stimulasi ini juga akan menghasilkan mielin (zat pada otak yang bertanggung jawab mengatur impuls saraf yang berkaitan dengan kemampuan motorik dan sensorik manusia)
  • Menambah kepercayaan diri orangtua. Dengan memijat, orangtua akan belajar mengerti apa yang sedang terjadi pada bayi. Orangtua dapat mengikuti kelas pijat bayi untuk mengetahui cara memberikan stimulasi pijat yang baik dan benar
  • Meredakan depresi setelah melahirkan. Saat memijat, ibu akan merasa rileks dan merasa lebih bahagia serta berinteraksi positif dengan bayi.

Persiapan stimulasi pijat

  • Sediakan waktu agar pemijatan tidak tergesa-gesa. Ambil napas dalamdalam sebelum memulai pemijatan
  • Pilih ruangan yang bersih, terang, dan hangat. Suhu ruangan berkisar 240– 260 derajat Celcius
  • Sediakan alas yang lembut dan rata untuk meletakkan bayi
  • Pastikan tangan Anda bersih dan kuku-kuku tidak panjang, serta tidak menggunakan perhiasan
  • Gunakan minyak pijat khusus bayi, seperti minyak kelapa, minyak biji anggur, minyak almond, minyak jarak, atau minyak chamomile
  • Idealnya stimulasi pijat dimulai dari kaki lalu naik hingga wajah, tapi Anda dapat melakukan variasi sesuai kenyamanan si kecil
  • Bersihkan tubuh bayi setelah pemijatan dengan waslap hangat lalu segera kenakan pakaian. Jangan langsung memandikan bayi.

Stimulasi pijat sesuai usia

  • Usia 0–1 bulan. Lakukan usapan-usapan halus selama 3–5 menit. Sebelum tali pusat lepas, sebaiknya tidak dilakukan pemijatan di area perut
  • Usia 1–3 bulan. Lakukan gerakan halus disertai tekanan ringan dengan durasi yang semakin meningkat, bisa mencapai 15 menit
  • Usia 3–6 bulan. Tekanan dan durasi semakin ditingkatkan. Pada usia ini, bayi lebih responsif sehingga memungkinkan pemijatan dilakukan secara menyeluruh
  • Usia enam bulan ke atas. Bayi akan jauh lebih aktif, sehingga Anda perlu meningkatkan kreativitas saat melakukan pemijatan. Periode ini menjadi saat yang tepat untuk memperkenalkan bayi pada hal-hal yang menyenangkan seperti mendengarkan lagu atau bermain bersama.

dr. Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC, CIMI

Spesialis Anak Konselor Laktasi
RS Pondok Indah - Puri Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Kamis, 22 Jun 2017

Kiat Perawatan Gigi Anak Autisme

Read More
Health Articles Rabu, 17 Okt 2018

Lutut Sehat, Mobilitas Lancar

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor