Close
Close Language Selection
Health Articles

Mengenal Bintitan, Si Kecil Pengganggu Kesehatan Mata

Rabu, 26 Agu 2020
Mengenal Bintitan, Si Kecil Pengganggu Kesehatan Mata

Tiba-tiba muncul benjolan kecil seperti bisul di area kelopak mata? Jangan-jangan Anda mengalami bintitan. Meski tidak berbahaya, bintitan tetap harus ditangani segera supaya tidak bertambah berat. Cari tahu lebih lanjut soal si kecil pengganggu ini, yuk.

Penyakit bintitan
Pada tepi kelopak mata terdapat kelenjar zeis, moll, dan meibom. Kelenjar zeis dan meibom merupakan kelenjar minyak, sedangkan kelenjar moll merupakan kelenjar keringat. Hordeolum atau yang lebih dikenal dengan bintitan terjadi akibat sumbatan pada kelenjar tersebut dan peradangan yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus. Bila bintitan tidak menghilang, maka peradangan pada kelenjar meibom dan zeis dapat terus berlanjut menjadi kronik (kalazion).

Bintitan pada kelenjar zeis dan moll terdapat di permukaan luar kelopak mata, yang disebut hordeolum eksterna. Sementara bintitan yang terjadi pada kelenjar meibom terdapat di bagian dalam kelopak mata, yang disebut hordeolum interna. Berikut adalah gambaran kedua jenis bintitan berdasarkan letaknya.
 

                                                      

                                                         Kelenjar zeis, moll, dan meibom di kelopak mata

          
1. Hordeolum eksterna                            2. Herdeolum interna

Terdapat sekitar 30-40 kelenjar meibom di kelopak atas dan 20-30 kelenjar meibom di kelopak bawah, sehingga Anda dapat memiliki bintitan lebih dari satu pada saat yang bersamaan. Kelenjar ini menghasilkan bahan berminyak atau disebut sebum, yang berperan melembabkan dan menjaga permukaan bola mata. Kelenjar mengeluarkan sebum melalui saluran kecil di sepanjang tepi kelopak mata. Bila saluran tersebut tersumbat, sebum tidak dapat keluar dan akan kembali lagi menuju kelenjar, menyebabkan peradangan dan timbul pembengkakan atau benjolan di kelopak mata.

Keluhan dan gejala bintitan
Keluhan yang biasa dirasakan ketika mengalami bintitan, selain pembengkakan di kelopak mata, juga timbulnya rasa gatal atau terasa seperti ada benda asing di mata. Kondisi lain yang juga dapat terjadi adalah kelopak mata terlihat kemerahan dan terasa nyeri terutama bila ditekan. Dengan berjalannya waktu, hordeolum eksterna akan mengeluarkan bintik nanah pada permukaan luar kelopak mata, sedangkan pada hordeolum interna nanah keluar dari permukaan konjungtiva di balik kelopak. 

Untuk mencegah bintitan, jagalah kebersihan kelopak mata dengan sampo bayi dan air hangat. Selain itu, pastikan Anda sudah membersihkan tata rias wajah di daerah kelopak mata dan wajah sebelum tidur. Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum menyentuh kulit di sekitar mata agar mata terlindungi dari bakteri. 

Penanganan bintitan
Umumnya bintitan terjadi dalam beberapa hari dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Namun terkadang peradangan menetap dan benjolan bertambah besar. Anda dapat melakukan beberapa hal ini di rumah untuk meredakan bintitan yang mengganggu:

  • Kompres air hangat untuk mempercepat pengeluaran isi sumbatan. Rendam handuk/waslap di air hangat dan taruh di kelopak mata selama 10-15 menit, lakukan 3-5 kali sehari. Jaga handuk agar tetap hangat dengan rendam ulang di air hangat. Kompres hangat akan melunakkan sebum dan membantu terbukanya sumbatan kelenjar minyak, sehingga membantu penyembuhan.
  • Antibiotik salep atau tetes mata dapat mempercepat penyembuhan
  • Bila tidak hilang dengan pengobatan atau mengganggu penglihatan, dokter spesialis mata dapat melakukan tindakan insisi kuretase (isi benjolan dikeluarkan melalui sayatan kecil di bagian dalam kelopak mata). 
  • Hindari memakai tata rias wajah dan lensa kontak saat mengalami bintitan

Meskipun jarang terjadi, bintitan dapat meluas dan menyebabkan peradangan seluruh lapisan kelopak mata dan kulit sekitar wajah, menjadi selulitis. Pada kondisi seperti ini dibutuhkan terapi antibiotik dan tindakan insisi drainase.

Bila bintitan atau kalazion sering muncul berulang maka sebaiknya dilakukan biopsi untuk mencari penyebab lain dari benjolan. Penting untuk membedakan karsinoma kelenjar sebasea dari kalazion yang berulang. Pada kasus yang meragukan, benjolan perlu dibiopsi dan dilakukan pemeriksaan histologis.

Bintitan atau hordeolum memang tidak membahayakan. Namun bila bertambah besar dan menyebabkan gangguan penglihatan dan penanganan lebih lanjut perlu dilakukan. Ikuti anjuran dokter spesialis mata Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

dr. Dian Farikha, Sp.M

Spesialis Mata
RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Kamis, 12 Mar 2020

Berhubungan Seks saat Hamil? Kenapa Tidak?

Read More
Health Articles Jumat, 27 Des 2019

Hidup Berkualitas di Masa Menopause

Read More
Health Articles Sabtu, 31 Des 2016

Membentuk Gigi Kuat Sejak dalam Kandungan

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor