Close
Close Language Selection
Health Articles

Hindari Hepatitis A dengan Imunisasi dan Gaya Hidup Bersih

Kamis, 16 Peb 2017
Hindari Hepatitis A dengan Imunisasi dan Gaya Hidup Bersih

Diperkirakan, 1,4 juta kasus Hepatitis A akut terjadi setiap tahunnya di dunia. Hal ini terjadi salah satunya karena sifat infeksi Virus Hepatitis A (VHA) yang cukup sporadis dan penyebarannya melalui wabah. Tak dapat dipungkiri bahwa penyakit ini terbilang berbahaya dan harus dicegah.

Hepatitis A adalah suatu penyakit infeksi akut pada hati yang disebabkan oleh VHA. Insiden dan prevalensi VHA sangat berhubungan dengan kondisi sanitasi, kualitas penyediaan air minum dan status vaksinasi (aktif dan pasif) dari suatu negara. Data riset kesehataan dasar 2013 dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI didapatkan bahwa angka prevalensi hepatitis A adalah sebesar 19,3 persen.

Apa itu VHA?
Virus Hepatitis A adalah suatu virus ribonucleic acid (RNA) dari famili picornaviridae yang berbentuk icosahedral dengan ukuran rata-rata 28 nm. Virus ini pertama sekali diisolasi oleh Purcell tahun 1973. VHA dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun. Merebus air sampai mendidih adalah cara yang efektif untuk membunuh virus ini.

Bagaimana seseorang dapat terjangkit VHA?
Manusia adalah satu-satunya penerima VHA. Penularan VHA umumnya terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh feses yang terinfeksi VHA. Hal ini sangat mungkin terjadi bila pasien yang terjangkit VHA tidak mencuci tangannya dengan bersih setelah buang air besar lalu menyentuh minuman atau makanan, atau alat tertentu lalu menyentuh mulut orang lain. VHA juga masih terdeteksi dalam air setelah enam bulan terkontaminasi. Namun, penularan melalui darah terbilang jarang terjadi dikarenakan keberadaan virus dalam darah sangat singkat dan konsentrasi virus dalam darah rendah.

Apa saja gejalanya?

Gejala Awal

Gejala Lainnya

  • Mudah lelah
  • Badan lemah
  • Nafsu makan menurun (anoreksia)
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot (arthralgia dan myalgia)
  • Diare
  • Mata kuning
  • Warna air seni menyerupai warna air teh (timbul 1-2 minggu setelah gejala awal muncul)

Tanda-tanda lainnya yang dapat ditemukan pada adanya pembesaran hati (hepatomegaly), pembesaran limpa (splenomegali) dan pembesaran kelenjar getah bening leher (cervical posterior). Walaupun jarang terjadi pada orang dewasa, serangan VHA ini dapat menyebabkan gagal hati sehingga dapat menyebabkan kematian. Pemeriksaan laboratorium pada masa prodromal juga kerap ditemukan peningkatan serum aminotransferases (SGOT dan SGPT) dan bilirubin. Biasanya penurunan kadar bilirubin lebih lambat dibandingkan penurunan kadar aminotransferases tetapi kembali normal 85 persen selama tiga bulan.

Bagaimana proses diagnosisnya?
Diagnosis VHA dibuat berdasarkan gejala dan tanda yang ditemukan pemeriksaan darah. Biasanya dalam pemeriksaan darah sudah terdeteksi lima hari sebelum gejala awal timbul. Gejala klinis VHA dapat juga terjadi pada keadaan lain seperti infeksi virus hepatitis B dan C, penyakit hepatitis autoimmune, sumbatan saluran empedu, hepatitis karena obat, penyakit metabolik pada hati dan hepatitis karena alkohol.

Apakah hepatitis A dapat diobati?
Serangan VHA tidak dapat diobati (self-limiting disease), dan pasien dapat sembuh dengan istirahat. Secara umum, dokter akan menganjurkan pasien untuk tidak bekerja sampai warna kuning pada tubuh berkurang atau menghilang, dan nafsu makan kembali normal. Pasien tidak dianjurkan untuk mengonsumsi minuman beralkohol, paracetamol atau acetaminophen, dan obat herbal karena akan menyebabkan kerusakan hati bertambah parah. Jika kondisi sudah memburuk seperti mual, muntah dan timbul pendarahan, maka pasien harus dirawat di rumah sakit.

Lalu, bagaimana cara mencegahnya?
Pencegahan primer

  • Imunisasi aktif yang diberikan adalah vaksinasi VHA. Antibodi yang dapat mencegah infeksi VHA terjadi setelah satu bulan dilakukannya imunisasi
  • Kebiasaan hidup bersih, seperti mencuci tangan dengan sabun antimicrobial selama 15-30 detik atau menggunakan alkohol
  • Minum air bersih serta tinggal jauh dari pembuangan limbah masyarakat

Pencegahan sekunder

  • Imunisasi pasif diberikan setelah terkena atau sebelum terinfeksi VHA. Sebaiknya imunisasi pasif diberikan dua minggu setelah terpapar VHA untuk mendapatkan perlindungan maksimal

dr. Lianda Siregar, Sp.PD-KGEH, FINASIM

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi
RS Pondok Indah - Puri Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Kamis, 14 Des 2017

Kenali Rambut Rontok, Atasi Penyebabnya

Read More
Health Articles Selasa, 02 Jun 2015

Waspada Perubahan Warna Gigi

Read More
Health Articles Kamis, 24 Jan 2019

Panggul Sehat Kini dan Nanti

Read More
Health Articles Kamis, 15 Mar 2018

Menjaga Daya Ingat Tetap Kuat

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor