Close
Close Language Selection
Health Articles

Hindari Cedera Olahraga

Senin, 27 Okt 2014
Hindari Cedera Olahraga

Beberapa dari kita telah menganggap bahwa olahraga merupakan bagian dari gaya hidup sehari-hari. Olahraga memiliki peran yang penting pada kehidupan manusia, tidak hanya untuk atlet tetapi juga untuk masyarakat umum.

Tetapi, olahraga juga dapat mengakibatkan cedera jika tidak dilakukan dengan baik dan benar. Cedera saat berolahraga adalah suatu keadaan atau proses merusak keutuhan jaringan atau organ tubuh yang dilakukan saat berolahraga. Kerusakan yang terjadi secara tiba-tiba disebut akut disebabkan oleh satu trauma tunggal (makrotrauma) dan yang disebabkan oleh trauma yang berlangsung terus menerus (mikrotrauma) disebut kronis.

Faktor penyebab cedera olahraga

Cedera ditandai dengan adanya rasa nyeri, pendarahan, pembengkakan, serta fungsi gerak yang terganggu. Banyak faktor yang menyebabkan cedera saat berolahraga, antara lain:

  1. Usia - Usia memengaruhi kekuatan dan elastisitas jaringan tubuh. Semakin usia kita bertambah, kekuatan otot, elastisitas tendon dan ligamen, dan kepadatan tulang akan menurun.
  2. Olahraga berlebihan - Tidak memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beregenerasi (istirahat) akan berakibat fatal bagi tubuh.
  3. Kurang melakukan pemanasan - Hal ini dapat menyebabkan cedera otot.
  4. Istirahat tidak optimal
  5. Cedera lama yang belum sembuh sempurna

Cedera yang paling umum terjadi saat berolahraga adalah cedera otot (strain) dan cedera jaringan lunak sehingga membutuhkan perhatian yang khusus. Cedera otot (strain) adalah putusnya atau robeknya serat otot (tendon) sehingga terjadi pendarahan (haematome) yang disebabkan karena pembebanan yang berlebihan (overloading). Sedangkan, cedera jaringan lunak adalah cedera yang melibatkan kulit, otot, saraf atau pembuluh darah akibat pembebanan yang berlebihan. Jika tidak ditangani dengan baik, keadaan ini akan menjadi tempat yang rawan berpotensi terkena cedera lagi, bahkan bisa merusak bagian-bagian alat gerak kita lainnya.

Selain dua cedera di atas, cedera saat berolahraga dapat berupa patah tulang akibat adanya body contact yang dapat memengaruhi jaringan sekitarnya yaitu tendon, ligamen, otot, saraf, pembuluh darah dan jaringan kulit. Cedera berolahraga juga dapat mengakibatkan dislokasi atau keadaan putusnya sebagian kapsul (pembungkus) dan sebagian ligamen suatu sendi, biasanya juga disertai dengan kerusakan tulang rawan.

Cedera akibat penggunaan yang berlebihan pada anggota gerak biasanya disebabkan oleh ‘overload’ atau mikrotrauma yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan. Hal ini ditandai dengan radang/inflamasi berupa bengkak, panas, nyeri, kulit kemerahan dan fungsi yang terganggu. Sedangkan cedera pada jaringan ikat disebut cedera ligamen yang disebabkan adanya peregangan yang berlebihan.

dr. Carmen S. Y. Jahja

Dokter Umum
RS Pondok Indah - Pondok Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Rabu, 31 Jul 2019

Si Kecil Sudah Siap Sekolah. Apa Tandanya?

Read More
Health Articles Jumat, 29 Nov 2019

Relaksasi Otot dengan Fisioterapi

Read More
Health Articles Jumat, 05 Mar 2021

Keseleo yang Tidak Kunjung Sembuh

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor