Close
Close Language Selection
Health Articles

Harapan Memiliki Keturunan Bagi Wanita dengan PCOS

Jumat, 02 Jul 2021
Harapan Memiliki Keturunan Bagi Wanita dengan PCOS

Salah satu penyebab gangguan menstruasi dan kesuburan yang umum ditemui saat ini adalah sindrom ovarium polikistik, atau sering dikenal dengan PCOS. Meski ada risiko infertilitas, wanita dengan PCOS masih dapat hamil dengan proses alamiah.

Faktanya, tubuh manusia terdiri dari berbagai hormon yang memiliki fungsi masing-masing. Pada pria dan wanita, semua hormon tersebut harus berada dalam porsi seimbang agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi tubuh.

Berbicara mengenai hormon reproduksi, baik pria dan wanita, umumnya memiliki jenis hormon yang sama, meski berbeda kadarnya. Misalnya hormon androgen yang dikenal sebagai 'hormon laki-laki', karena pada pria kadar hormon ini jauh lebih besar dibanding hormon lainnya. Secara umum hormon ini mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan organ reproduksi atau organ seksual pria dan wanita.

Meski demikian, hormon androgen juga diproduksi dalam tubuh wanita, walaupun jumlahnya tidak sebanyak laki-laki. Hormon ini juga memiliki fungsi penting bagi organ reproduksi wanita. Sayangnya dalam berbagai kasus, kondisi kadar hormon pria yang terlalu banyak pada wanita ini membuat wanita berisiko mengalami gangguan hormon sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS).

Lebih jauh, hormon androgen yang berlebih pada penderita PCOS dapat mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong berisi cairan. Akibatnya, sel telur tidak berkembang secara sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur (anovulasi). Kondisi ini yang kemudian mengganggu proses terjadinya kehamilan.

Penyebab PCOS
Sampai saat ini, belum diketahui pasti penyebab PCOS. Namun, ada beberapa faktor yang diduga sebagai pencetusnya. Salah satunya adalah kadar hormon insulin yang terlalu tinggi. Kelebihan hormon insulin membuat tubuh meningkatkan produksi hormon androgen untuk mengurangi sensitivitas tubuh terhadap insulin.

Selain tingginya kadar hormon pria, sindrom ovarium polikistik ini juga memiliki gejala lain, yakni adanya kista di ovarium dan periode menstruasi yang tidak teratur. Gejala-gejala ini biasanya timbul ketika seorang wanita mengalami menstruasi pertama kali di masa pubertas. Meski gejala PCOS sering muncul saat remaja, ada juga penderita yang baru mengalami gejalanya setelah dewasa atau saat periode tertentu.

Permasalahannya, gangguan ini biasanya mempengaruhi wanita usia reproduksi 15-44 tahun. Bahkan, studi menunjukkan hampir 70 persen wanita dengan PCOS tidak mengetahui sudah mengalami gangguan hormonal ini.

Jika tidak segera ditangani dengan tepat, PCOS bisa mengakibatkan penderitanya sulit untuk hamil atau mandul karena sel telur tidak dapat dilepaskan (tidak ada ovulasi). Selain itu, penderita PCOS yang sedang hamil juga berisiko mengalami keguguran atau melahirkan bayi secara prematur, termasuk menderita tekanan darah tinggi saat hamil (pre-eklamsia) dan diabetes gestasional.

Komplikasi gangguan yang diakibatkan PCOS
PCOS yang tidak ditangani dapat membuat penderitanya berisiko mengalami berbagai gangguan, antara lain:

  •  Gangguan tidur
  • Gangguan makan
  • Gangguan kecemasan dan depresi
  • Kemandulan
  • Keguguran atau kelahiran bayi prematur
  • Hipertensi saat hamil
  • Diabetes melitus dan diabetes gestasional
  • Hepatitis
  • Sindrom metabolik
  • Kanker endometrium

Lebih cepat lebih baik
Memang, sampai saat ini, belum ada pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk langsung mendiagnosis seseorang mengidap PCOS, melainkan harus melihat dari gabungan beberapa gejala. Gejala-gejala tersebut antara lain:

  • Menstruasi yang sedikit dan tidak teratur
  • Gejala hiperandrogen (tumbuh kumis tipis, jambang, dan bulu berlebih, berjerawat, serta penipisan rambut kepala)
  • Gambaran polikistik pada ovarium dari pemeriksaan USG

Tapi, bukan berarti tidak ada solusi yang bisa diberikan untuk pasien. Penanganan yang cepat dan tepat setelah merasakan gejala yang muncul menjadi kuncinya. 

Menghadapi wanita dengan gejala PCOS, dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi biasanya akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari riwayat menstruasi hingga pemeriksaan fisik. Setelah pemeriksaan fisik, beberapa pemeriksaan penunjang akan dilakukan, seperti tes darah, tes kadar kolesterol, tes toleransi terhadap gula darah, juga pemeriksaan kadar hormon androgen. Tak jarang dokter juga melakukan pemeriksaan ultrasonografi di bagian panggul untuk memeriksa ketebalan lapisan rahim pasien.

Apabila penyebabnya sudah diketahui, PCOS dapat ditangani dengan beberapa cara sesuai tingkatan dampaknya. Solusi pertama untuk penanganan PCOS adalah modifikasi gaya hidup. Wanita dengan PCOS harus memperbanyak aktivitas fisik (olahraga) dan mengonsumsi gizi yang seimbang. Apabila tidak ditemukan perbaikan setelah modifikasi gaya hidup, maka dilanjutkan dengan terapi pengobatan untuk membantu memperbaiki resistensi insulin dan gangguan regulasi gula darah, dan atau menekan produksi hormon androgen dalam tubuh.

Sementara, untuk gejala infertilitas yang disebabkan oleh PCOS, umumnya ditangani dengan pemberian obat-obatan yang dapat menstimulasi ovulasi. Jika terapi ini belum juga membantu, tindakan injeksi hormon gonadotropin dapat dijalankan guna membantu terjadinya ovulasi.

Metode bayi tabung (in-vitro fertilization) dapat menjadi solusi final penanganan PCOS. Tindakan ini meningkatkan peluang wanita dengan PCOS untuk hamil dan memiliki keturunan. Kini RS Pondok Indah - Pondok Indah sudah memiliki RS Pondok Indah IVF Centre, klinik bayi tabung yang didukung dengan teknologi terdepan, seperti ICSI, IMSI, timelapse incubatoroocyte imaging system, laser hatching, dan PGT-A untuk membantu Anda dan pasangan memiliki keturunan. Klinik ini didukung oleh tim dokter subspesialis endokrinologi, fertilitas, dan reproduksi yang dapat memberikan konsultasi dan menangani permasalahan infertilitas Anda secara lebih spesifik, termasuk PCOS. Tim dokter berpengalaman serta dukungan teknologi terdepan RS Pondok Indah IVF Centre dapat meningkatkan peluang keberhasilan program kehamilan Anda.

Dr. dr. Muharam Natadisastra, Sp. OG, Subsp. FER

Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi
RS Pondok Indah - Pondok Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Selasa, 04 Okt 2022

Tumor Otak, Kenali dan Tangani Sedini Mungkin

Read More
Health Articles Selasa, 08 Sep 2020

Mitos dan Fakta Kesehatan Ginjal Anak

Read More
Health Articles Selasa, 04 Okt 2022

Kelainan Perkembangan Alat Kelamin Si Kecil

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor