Close
Close Language Selection
Health Articles

Gangguan Empedu pada Anak

Jumat, 21 Mei 2021
Gangguan Empedu pada Anak

Meski merupakan kondisi yang kerap terjadi pada orang dewasa, gangguan pada kantung empedu juga dapat terjadi pada anak dan remaja. Angka kejadiannya pun terus meningkat belakangan ini. Bagaimana hal ini terjadi?

Empedu merupakan cairan yang diproduksi oleh hati (liver) untuk membantu mencerna makanan. Cairan ini disimpan dalam kantung yang terletak pada perut kanan atas. Saat kita makan, kantung empedu akan melepaskan empedu melalui saluran yang menghubungkan kantung empedu dengan usus. Gangguan pada kantung empedu timbul ketika empedu mengeras dan membentuk batu. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh makanan tinggi lemak dan obesitas. Kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang tinggi pada anak dan remaja membuat angka kejadian batu empedu pada anak dan remaja meningkat. Hal ini tentunya berpotensi mengganggu proses pertumbuhan mereka. 

Pada kasus batu empedu, gangguan kesehatan ini akan menimbulkan gejala seperti adanya nyeri hilang-timbul (kolik) pada perut kanan atas atau di bawah tulang iga, mual, muntah, demam, menggigil, dan munculnya warna kuning pada kulit dan mata (akibat empedu yang tidak tersalurkan ke usus). 

Ketika tidak segera ditangani dengan baik, gangguan yang terjadi pun dapat menimbulkan gejala yang lebih serius, seperti: 

  • infeksi pada kantung empedu,
  • tertutupnya saluran menuju usus oleh batu empedu, dan
  • peradangan pada pankreas (pankreatitis). 

Karenanya, jika si kecil mengalami gejala yang merujuk pada gangguan kantung empedu, segera periksakan kondisinya pada dokter spesialis anak konsultan gastroenterologi hepatologi anak. Pemeriksaan gangguan kantung empedu dapat dilakukan melalui pemeriksaan kolesterol darah, ultrasonografi (USG) perut, atau CT-scan perut. Ketika terdiagnosis mengalami gangguan kantung empedu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memodifikasi asupan dan pola makan anak. Batasi konsumsi makanan berlemak dan berminyak. Selain itu, dokter spesialis anak konsultan gastroenterologi dan hepatologi anak juga dapat memberikan rekomendasi terapi yang sesuai untuk menangani gangguan kesehatan yang dialami. 

Pada kasus yang cukup berat, penanganan dapat dilakukan melalui pembedahan dengan metode laparoskopi. Tindakan minimal invasive ini dilakukan untuk mengeluarkan batu yang menyumbat saluran ke usus. Meski teknologi kesehatan yang dapat membantu meningkatkan efektivitas penanganan sudah semakin baik, tetap saja yang terbaik adalah melakukan tindakan pencegahan. Maka itu, jaga pola makan si kecil. Biasakan ia makan secara teratur dan jaga asupan makanannya. Batasi konsumsi makanan berlemak atau junk food dan biasakan anak untuk mengonsumsi buah dan sayur yang kaya serat dan antioksidan. 

Jangan lupa, ajak anak untuk rutin berolahraga agar terhindar dari masalah obesitas. Selain itu, rutin memeriksakan kondisi kesehatan anak ke dokter spesialis anak juga penting dilakukan untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan kesehatan, termasuk masalah kantung empedu. 

dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A (K)

Spesialis Anak Konsultan Gastroenterologi Hepatologi Anak
RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Rabu, 17 Okt 2018

Evaluasi Akurat Saat Golden Period

Read More
Health Articles Rabu, 21 Jun 2017

Sering Berkeringat? Waspada Hiperhidrosis

Read More
Health Articles Selasa, 21 Nov 2017

Tak Lagi Ompong dengan Overdenture

Read More
Health Articles Selasa, 17 Sep 2019

Nyeri Haid

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor