Close
Close Language Selection
Health Articles

Cegah Penyakit Ginjal Diabetes

Selasa, 28 Peb 2017
Cegah Penyakit Ginjal Diabetes

Angka kejadian penyakit ginjal kronik terus meningkat setiap tahun, baik di negara maju maupun negara berkembang seperti Indonesia. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh komplikasi penyakit diabetes yang disebut penyakit ginjal diabetes (nefropati diabetik). Berikut sekilas informasi mengenai ginjal dan penyakit ginjal diabetes.

Setiap orang mempunyai dua buah ginjal. Masing-masing ginjal mengandung sekitar satu juta nefron—gelung halus pembuluh darah yang berfungsi sebagai filter (saringan) darah. Adanya diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai pembuluh darah tubuh, termasuk pembuluh darah ginjal. Kerusakan ini terjadi secara perlahan, bertahun-tahun, namun tanpa disadari terus berlanjut.

Pada awalnya, akan terjadi kerusakan sistem filtrasi (penyaringan) ginjal, sehingga terjadi kebocoran zat-zat penting yang seharusnya tidak terbuang melalui urin, seperti protein, dari jumlah kecil (mikroalbuminuria) hingga menjadi banyak (makroalbuminuria). Dengan berjalannya waktu, kerusakan ginjal makin berlanjut; fungsi ginjal menurun secara progresif dan tidak pulih. Selain itu, diabetes juga menyebabkan gangguan pada berbagai sistem tubuh, seperti persarafan berkemih yang akan menyebabkan gangguan mengosongkan kandung kencing. Keadaan ini dapat mengundang infeksi yang berulang pada saluran kemih.

Gejala
Penyakit ginjal diabetes pada awalnya tidak memberikan gejala dan sering tidak disadari. Gangguan ginjal dini hanya diketahui dari pemeriksaan air seni (urin), di mana ditemukan adanya protein yang keluar berlebihan di urin. Bila protein keluar cukup banyak maka tampak urin seperti berbusa. Kemudian akan terjadi gangguan fungsi ginjal untuk membuang sisa metabolisme tubuh (waste product) yang ditandai peningkatan ureum dan kreatinin di dalam darah. Keadaan ini pada awalnya juga tanpa keluhan sama sekali.

Seiring dengan makin beratnya gangguan fungsi ginjal, kadar ureum dan kreatinin makin meningkat, maka mulai timbul keluhan mual, tidak nafsu makan, lemas dan pucat (anemia), dan dapat disertai bengkak pada tungkai. Pada sebagian besar pasien diabetes, disertai pula dengan peningkatan tekanan darah (hipertensi) dan kadar lemak darah (kolesterol dan trigliserida).

Pencegahan
Diabetes dapat dikontrol dan penyakit ginjal diabetes umumnya dapat dicegah, terutama bila diketahui sejak dini. Beberapa hal yang dianjurkan: memantau diabetes dengan mengontrol kadar gula darah, baik dengan diet maupun obat penurun gula darah (minum atau suntikan insulin). Selain itu, mengontrol tekanan darah secara ketat dan mengontrol kadar lemak darah. tidak kalah pentingnya juga untuk senantiasa menjalankan pola hidup sehat, seperti tidak merokok, berolahraga teratur, dan menghindari obat, jamu, atau suplemen tertentu yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal. Bila fungsi ginjal mulai menurun, dianjurkan untuk mengurangi asupan protein, namun kecukupan protein esensial tetap harus terpenuhi.

Apabila penyakit ginjal sudah mencapai stadium lanjut (saat ginjal tidak lagi mampu berfungsi untuk menunjang kehidupan yang sehat), kadar ureum dan kreatinin darah meningkat, serta tes bersihan kreatinin darah menurun (kurang dari 15 persen), itulah yang dimaksud dengan gagal ginjal. Gejala yang dijumpai tidak selalu sama pada setiap orang, mulai dari gejala yang ringan seperti lemas, pucat, mual/muntah, atau bengkak pada tungkai. Bila keadaan menjadi berat, bisa timbul sesak napas, bahkan dapat pula terjadi kejang atau gangguan kesadaran.penatalaksanaan gagal ginjal memerlukan tindakan pengganti fungsi ginjal, yaitu dialisis (cuci darah).

Ada dua macam tindakan dialisis, dengan mesin (hemodialisis) atau menggunakan selaput/membran di perut (peritoneal dialysis). Cara lainnya dapat juga dengan tindakan transplantasi ginjal (cangkok ginjal). Tindakan mana yang lebih tepat bagi seseorang yang mengalami gagal ginjal ditentukan atas dasar berbagai pertimbangan medis dan aspek psikososial. Komunikasi yang baik dengan dokter dan dukungan keluarga amat diperlukan dalam pengambilan keputusan.

dr. Aida Lydia, Ph.D, Sp.PD-KGH

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi
RS Pondok Indah - Pondok Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Health Articles Jumat, 13 Nov 2020

Serba-serbi ASI untuk Ibu Baru

Read More
Health Articles Senin, 25 Peb 2019

Varises Bukan Sekadar Tonjolan

Read More
Health Articles Sabtu, 19 Agu 2017

Tips Menjaga Kesehatan Punggung

Read More
Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor