Close
Close Language Selection
Health Articles

Agar Tekanan Darah Tetap Terjaga

Rabu, 05 Des 2018
Agar Tekanan Darah Tetap Terjaga

Kerap diabaikan oleh banyak orang, tekanan darah tinggi yang dibiarkan menahun dapat merusak organ tubuh. Menjaga tekanan darah tetap stabil merupakan pilihan utama.

Tekanan darah memiliki peranan penting bagi tubuh manusia. Ketidaknormalan pada tekanan darah dapat mengganggu bahkan merusak kinerja organ tubuh. Setiap orang memang memiliki tingkat tekanan darah normal yang berbeda. Dan dalam satu hari, tekanan darah dapat berubah. Tetapi, menurut kesepakatan ahli-ahli hipertensi, yang disebut tekanan darah normal adalah tidak melebihi 130/90. Angka pertama dikenal dengan sistolik (atas/saat jantung berkontraksi) sedangkan angka kedua disebut diastolik (bawah/saat jantung berelaksasi).

Ada banyak faktor yang memengaruhi tekanan darah, seperti aktivitas, stres, asupan (bahan makanan yang dapat memicu tekanan darah tinggi, termasuk kopi), serta penyakit. Meski pada suatu pemeriksaan angka yang didapat melebihi 130/90, seringkali tidak memberi gejala apapun. Kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika angka tersebut bertahan, atau malah semakin tinggi, pada pemeriksaan berikutnya (di hari berbeda).

Pembunuh diam-diam
Tidak hanya di Indonesia, di negara lain pun banyak yang seringkali abai terhadap tekanan darah. Pemeriksaan ke dokter baru dilakukan setelah mengalami suatu gangguan. Itupun, tidak jarang, ketika obat yang diberi habis dan tidak lagi mengalami suatu gejala atau gangguan, orang tersebut tidak kembali memeriksakan tekanan darahnya.

Tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan penyakit kronis. Seorang pengidap hipertensi hanya bisa mengendalikan tekanan darahnya, tanpa pernah bisa menghilangkan statusnya sebagai pengidap hipertensi. Pengendalian tersebut bisa dilakukan dengan bantuan obat atau dengan menjalani pola hidup sehat.

Dan lagi, hanya kira-kira 30 persen penderita hipertensi yang mengalami gejala tertentu, seperti tengkuk terasa pegal dan sakit kepala. Selebihnya, baru tersadar ketika sudah terjadi komplikasi.

Hipertensi yang dibiarkan bertahun-tahun dapat merusak organ tubuh, semisal ginjal, jantung, mata, bahkan stroke (tergantung kondisi masing-masing penderita).

Penyebab hipertensi
Meski faktor genetik (keturunan) turut meningkatkan risiko seseorang menderita hipertensi, tapi faktor gaya hiduplah yang belakangan ini lebih mendominasi. Dengan perkembangan teknologi, berbagai hal bisa didapat dengan mudah tanpa perlu melakukan banyak aktivitas. Selain itu, konsumsi makanan yang berkalori tinggi, banyak mengandung garam serta mengandung bahan pengawet juga meningkatkan faktor risiko hipertensi.

Untuk terhindar dari hipertensi, ada tiga hal yang bisa dilakukan.

  1. Perhatikan asupan. Makanan tinggi garam bukan sekadar yang terasa asin. Processed- food juga mengandung garam yang tinggi.
  2. Rajin berolahraga. Olahraga teratur (dilakukan setidaknya non-stop 30 menit/hari, 5 kali/minggu) dapat membantu menurunkan tekanan darah.
  3. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran (kecuali ada kondisi yang tidak memungkinkan mengonsumsi buah dan sayuran)

Pemeriksaan mandiri
Alat pemeriksaan tekanan darah dapat ditemukan dengan mudah di pasaran. Penggunaan alat-alat seperti ini memang baik, meski tidak dapat menggantikan fungsi pemeriksaan ke dokter. Selain karena tingkat akurasinya yang tidak mencapai 100 persen, alat-alat yang dijual di pasaran pun cenderung ringkih. Pemeriksaan tekanan darah yang direkomendasikan adalah yang dengan alat air raksa (tensimeter). Selain itu, jika memang ingin menggunakan alat-alat yang dijual di pasaran, ada baiknya terlebih dulu dicocokkan tingkat akurasinya dengan tensimeter.

Yang penting diingat: modernitas memang memudahkan kehidupan manusia, tapi jangan sampai terlena yang berujung pada kemalasan.

Untuk memantau tekanan darah Anda secara mandiri, periksalah tekanan darah Anda setiap pagi hari. Ketika nilai sistolik tekanan darah Anda lebih dari 140 mmHg dan menetap di hari-hari berikutnya (minimal dua hari berbeda dan tekanan darah tetap tinggi), segera konsultasikan dengan dokter Anda.

dr. Lydia Dorothea Simatupang, Sp.PD-KGH, FINASIM

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi
RS Pondok Indah - Puri Indah

HEALTHY CORNER More Health Articles


Call Ambulance Call Ambulance
Find a Doctor Find a Doctor