Dampak Buruk Obesitas pada Pria
08 January 2018

Bukan sekadar menunjang penampilan, berat tubuh berlebihan berdampak negatif pada kesehatan. Pada pria, obesitas lebih meningkatkan risiko terhadap berbagai penyakit.

Obesitas atau kegemukan adalah kondisi medis ketika terjadi kelebihan atau penumpukan lemak dalam tubuh  sehingga  dapat  menimbulkan gangguan kesehatan. Umumnya, obesitas dinilai dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT diperoleh dari hasil pembagian berat badan (dalam kilogram) dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Seseorang dikatakan  memiliki  berat  badan lebih (overweight) apabila memiliki IMT lebih dari 25 kg/m2. Sedangkan, dikatakan obesitas bila IMT lebih dari 30 kg/m2.

Berdasarkan  data  WHO tahun 2011,  terdapat  1,6  miliar orang  dewasa  yang  memiliki  berat  badan berlebih (overweight) dan 400 juta di antaranya mengalami obesitas atau kegemukan. Di Indonesia, pada tahun 2007, ada 10,3 persen penduduk berusia di atas usia 15 tahun yang mengalami obesitas.

Bahaya obesitas pada pria

Seseorang yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi terhadap beberapa penyakit.

  • Penyakit jantung dan stroke
  • Hipertensi
  • Diabetes mellitus
  • Batu empedu
  • Beberapa jenis kanker
  • Osteoartritis
  • Gangguan pernapasan

Khusus  pada  pria,  obesitas  dapat  menyebabkan masalah lain yang  juga  sangat merugikan,  yaitu  gangguan  ereksi dan penurunan kadar hormon testosteron. Gangguan ereksi dapat sangat mengganggu bagi seseorang dan dapat menimbulkan masalah depresi, sedangkan  hormon  testosteron berperan penting dalam kesuburan pria. Selain kedua hal tersebut, obesitas juga meningkatkan risiko batu ginjal menjadi dua kali lipat pada pria dibandingkan wanita. Penyakit pembesaran prostat juga lebih sering  terjadi  pada  pria  obesitas  dibanding yang memiliki berat badan normal.

Faktor risiko terjadinya obesitas

Faktor yang paling berperan dalam terjadinya obesitas adalah gaya hidup. Mulai dari pola makan tinggi kalori dan tinggi lemak, sampai kurangnya aktivitas fisik yang menyebabkan kelebihan kalori yang tidak terpakai disimpan dalam bentuk lemak. Angka kejadian obesitas meningkat dengan pesat akibat pola hidup tidak aktif. Energi dari aktivitas fisik sehari-hari yang digunakan berkurang seiring kemajuan teknologi. Dengan adanya fasilitas seperti transportasi bermotor, tangga berjalan, lift, pendingin ruangan, dan pemanas   ruangan   menyebabkan  energi untuk bergerak digunakan lebih sedikit. Aktivitas fisik yang minimal pada waktu luang seperti menonton televisi dan bermain video games pada anak-anak meningkatkan angka kejadian obesitas.  Selain hal tersebut, faktor genetik memang juga memegang peranan, sehingga pada orang dengan variasi genetik tertentu lebih mudah mengalami obesitas. 

Cara mencegah dan mengatasi obesitas

Cara pencegahan yang terbaik adalah mengubah pola makan dan gaya hidup yang kurang aktivitas. Makanlah makanan bergizi seimbang dengan porsi secukupnya, jangan berlebih. Hindari makanan yang tinggi lemak dan tinggi kolesterol, serta perbanyak makanan yang tinggi serat. Lakukan aktivitas fisik yang bersifat aerobik secara rutin. Hindari kegiatan yang membuat kurangnya mobilitas, seperti menonton televisi dalam waktu lama. Pada seseorang dengan obesitas berat atau memiliki  kadar  lemak  darah yang tinggi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, karena pada beberapa kasus diperlukan pula terapi dengan obat-obatan.

dr. Franciscus Ari, Sp. PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

 

RS Pondok Indah - Bintaro Jaya

Berita Terkini
Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri
Grand Opening RS Pondok Indah - Bintaro Jaya
Pembukaan Unit Extracorporeal Shock Wave Lithotrispy (ESWL)
Berbagi Informasi Kesehatan
Tangkal Campak Dan Rubella Dengan Imunisasi

RS PONDOK INDAH - BINTARO JAYA - PROMO VAKSIN KANKER SERVIKS GARDASIL

Menurut Yayasan Kanker Indonesia, jumlah pengidap kanker di Indonesia naik dari 17,8 juta jiwa (di tahun 2016) menjadi 21,7 juta jiwa (di tahun 2017), dengan kanker serviks sebagai penderita terbanyak. Padahal, kanker ini bisa dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Berkomitmen untuk menjaga kesehatan Anda, RS Pondok Indah - Bintaro Jaya menyediakan ...

Vol 38