Lakukan Vaksinasi PCV untuk Menangkal Bahaya Pneumonia
31 July 2017

Menurut penelitian yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO), pneumonia telah mengakibatkan kematian sebanyak 16 persen dari seluruh angka kematian anak-anak berusia di bawah 5 tahun, membunuh hampir satu juta anak pada 2015. Kebanyakan penderita pneumonia pada anak bahkan masih berusia di bawah 2 tahun. Oleh karena itu, kita harus memahami bahaya dari penyakit tersebut dan bagaimana cara mencegahnya.

Pneumonia adalah penyakit infeksi akut pada saluran pernapasan bawah yang disebabkan oleh kuman, virus, dan jamur. Biasanya, yang berisiko terkena pneumonia adalah anak di bawah usia dua tahun dan lansia (di atas 65 tahun). Bayi yang baru lahir hingga usia dua tahun pun rentan terkena pneumonia karena di usia tersebut sistem imun belum berkembang secara sempurna.

Kuman penyebab pneumonia disebut pneumococcus. Kuman atau bakteri ini biasa terdapat pada anak-anak dan bersifat pembawa (carrier). Kuman ini sewaktu-waktu bisa menyerang dan menjadi penyakit ketika daya tahan tubuh berkurang. Menurut anjuran WHO, sistem pencegahan yang terbaik sampai saat ini adalah dengan vaksinasi. Jika diobati ketika sudah terlanjur sakit, maka risikonya akan lebih besar karena banyak antibiotik yang sudah mulai resisten terhadap kuman penyakit.

Dua macam infeksi pneumococcus

1.      Non-invasive

Infeksi telinga dan infeksi paru-paru tapi kuman non-bakteremia (kuman tidak masuk ke dalam pembuluh darah), sehingga infeksi terbilang masih ringan.

2.      Invasive

Infeksi ini dapat menyerang organ seperti paru-paru, dan menyebabkan meningitis (radang selaput otak), serta sepsis (kuman masuk ke dalam darah hingga menyebabkan shock). Kondisi infeksi ini lebih berbahaya sehingga bayi harus segera dirawat inap untuk diberikan antibiotik melalui infus. Bahkan, jika penyakit ini sudah masuk kepada tahap berat, maka harus segera diberikan respirator (napas buatan).

APA SAJA GEJALA PNEUMONIA?

Orangtua harus waspada ketika bayi mereka mengalami gejala-gejala yang serupa dengan gejala pneumonia, seperti:

1.      Batuk

2.      Demam tinggi

3.      Sesak napas

4.      Tidak nafsu makan

5.      Muntah

Gejala utamanya adalah batuk dan sesak napas, apalagi jika diikuti hidung kembang kempis—pada batuk pilek biasa tidak diikuti hidung kembang kempis. Perhatikan juga gerakan dada anak. Jika terjadi gerakan dada naik turun akibat sulit bernapas, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

BAGAIMANA CARA MENCEGAHNYA?

Pemberian vaksin merupakan cara untuk mencegah datangnya serangan pneumonia. Vaksin tersebut adalah Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) yang diberikan ketika bayi berusia dua bulan, empat bulan, enam bulan, dan satu tahun (empat kali imunisasi). Vaksin lainnya yang harus diberikan untuk mencegah pneumonia adalah vaksin Haemophilus Influenza type B (Hib), dengan rentang waktu yang sama dengan vaksin PCV.

Selain bayi dan anak di bawah usia dua tahun, mereka yang rentan terkena pneumonia adalah anak dengan kondisi medis yang berat, orang tua (lansia) di atas 65 tahun, anak-anak di daerah kumuh, orang-orang yang daya kekebalannya turun (misalnya yang sedang menjalani kemoterapi dan orang dengan HIV/AIDS), pasien dengan penyakit kronis (contohnya diabetes, penyakit paru-paru, penyakit jantung, kanker, penyakit ginjal), para pecandu alkohol, orang yang tinggal di daerah dengan fasilitas perawatan kronis, pasien yang limpanya tidak berfungsi, perokok, dan orang yang menggunakan implan koklea/cochlear implant (alat bantu dengar).

Sebenarnya, sosialisasi yang berkaitan dengan vaksinasi pneumonia dan keberadaannya sudah lama dilakukan. Vaksin ini terbukti dapat mengurangi 80 persen angka keaktifan pneumonia. Lakukan vaksin PCV sesegera mungkin untuk memelihara kesehatan keluarga Anda.

dr. Hari Martono

Dokter Spesialis Anak

RS Pondok Indah – Pondok Indah

Berita Terkini
Khitanan Massal RS Pondok Indah Group Di Bintaro Jaya
Tingkatkan Kepedulian Terhadap Kanker Payudara, RS Pondok Indah Selenggarakan Charity Run
RS Pondok Indah Group Apresiasi Dedikasi Para Dokter
RS Pondok Indah, Yayasan Puspita, Dan Perempuan Untuk Negeri Gelar Khitanan Massal Di Cisarua, Bogor
CSR HUT Ke-30 RS Pondok Indah Belajar Cuci Tangan, Belajar Lebih Sehat

RS PONDOK INDAH – PONDOK INDAH & PURI INDAH - TELKOMSEL POIN

Health check up rutin adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan Anda. Mengetahui keadaan atau kondisi tubuh sejak dini menjadi sangat penting. Oleh karena itu, health check up perlu rutin dilakukan minimal setahun sekali. Dapatkan potongan Rp. 500.000,- untuk paket pemeriksaan kesehatan Men / Women / Cardiac Screening di Executive Health Check ...

Vol 37